30June2009

Ajakan yang FreSh untuk Berbagi

Posted by nonadita under: microsoft bloggership.

Beberapa hari yang lalu, saya berpartisipasi dalam Freedom of Sharing (FreSh), sebuah pertemuan bulanan para IT enabler (ini istilahnya bener nggak sih? :mrgreen: ). Topik FreSh kali itu adalah “Social Enterpreneurship and Online Movement for Social Change”. Berlokasi di The Only One Club, FX Plaza, ratusan orang datang untuk berbagi bersama.

Grace Sai, pendiri Books for Hope mengawali presentasi dengan penjelasan mengenai social entrepreneurship, praktek melakukan perubahan sosial melalui penerapan prinsip-prinsip entrepreneurship. Melalui social entrepreneurship, maka tidak hanya profit/keuntungan yang dicapai, tapi adanya peningkatan kesejahteraan massal yang bisa digapai. Namun,tentu saja konsep baru ini tidak terlepas dari pro dan kontra. Ada saja kalangan yang menganggap bahwa social enterpreneurship dapat dikatakan sebagai: menolong orang susah kemudian membisniskannya. Grace menjelaskan bahwa konsep ini tujuan utamanya bukan maximizing profit, tapi bertujuan untuk sebuah perubahan sosial.

Books for Hope sendiri adalah gerakan sosial yang bertujuan untuk memberikan akses informasi terhadap kalangan yang minim fasilitas di daerah-daerah. Bentuknya adalah pendirian perpustakaan bilingual di daerah-daerah. Saat ini sudah tersedia ribuan buku yang disumbang oleh beberapa perusahaan yang bersimpati pada gerakan ini. Sekilas, gerakan ini mirip dengan beberapa kegiatan sosial yang sudah ada, menyumbang buku dan mendirikan perpustakaan. Hal yang membedakan adalah adanya Weekend Enrichment Workshops (WEW) berupa pendampingan untuk kegiatan belajar dan game untuk anak-anak serta pelatihan metode mengajar untuk guru.

Books for Hope akan menjangkau daerah-daerah remote di Asia Tenggara, diawali di Indonesia. Indonesia, negara besar yang menjadi target pelaksanaan banyak program sosial. Tanya kenapa? :roll:

Read the rest of this entry »

19 

9June2009

Majalah Annida Kini di Dunia Maya

Posted by nonadita under: Review; blog.

Nonadita di Majalah AnnidaAwalnya adalah sebuah dari email dari Mas Elzam, salah satu reporter di Majalah Annida. Saya dimintanya untuk memberikan pendapat soal perkembangan dunia literasi di dunia maya. Jadilah kami janjian bertemu pada sebuah sore di salah satu Starbuck di Jakarta.

Rupanya wawancara kali itu akan dimuat pada majalah Annida edisi cetak yang terakhir yang mengangkat tema utama Surfing Literasi di Samudera Dunia Maya. Ya, mulai bulan Juli 2009 Annida berubah bentuk menjadi format online yang bisa diakses oleh siapa pun melalui http://annida-online.com. Annida kini sudah berubah banyak tampaknya. Dari majalah remaja yang umumnya dikonsumsi oleh mbak-mbak aktivis masjid hingga media online yang jadi konsumsi para calon penulis muda. Ah, rupanya saya telanjur terjebak stereotipe terhadap majalah ini. :mrgreen:

Edisi cetak terakhir Annida Cocok sebagai pengantar menuju bentuk baru Annida yang nantinya eksis di dunia maya. Pada rubrik Aksara, terdapat wawancara dengan Jonru, Onno W Purbo, Eko Ramaditya, Sarip Hidayat dan Heru Susetyo. Maka saya pun menyumbang pendapat di sana, pada edisi No. 10/XVIII, bulan Juni 2009. Ada di halaman 15 bersebelahan dengan Mbak Ollie, salah satu blogger yang saya kagumi.

Tidak banyak yang bisa saya bagi di sana, hanya optimisme bahwa dunia literasi menemukan tempat yang baik untuk bertumbuh di dunia maya. Apalagi bila semakin banyak pengguna internet di Indonesia yang meningkatkan perannya, tidak hanya sebagai penerima namun juga pemberi. Read the rest of this entry »

62 

2June2009

Keluhan Berbuah Ruang Tahanan, Free Prita Mulyasari!

Posted by nonadita under: indonesia.

UPDATE: Ikutilah Kampanye Email ke RS Omni International

Prita ditahan karena dianggap bersalah menulis email di Internet tentang dirinya saat tak puas atas layanan kesehatan Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Ia dituduh mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut. Ancaman hukumanya maksimal 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Dasar ancaman adalah Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. - Berita Tempo Interaktif

Prita MulyasariPrita Mulyasari (32) pastinya tidak menyangka bahwa surat keluhan terhadap pelayanan rumah sakit yang mengecewakan kemudian berujung penjara. Ruang tahanan sebagai ganjaran untuk sebuah perilaku komplain yang dianggap masih pantas oleh sebagian konsumen, termasuk saya. Apa yang dia lakukan awalnya, mungkin sama dengan apa yang akan kita lakukan bila mengalami kasus serupa (baca: mendapat diagnosa penyakit yang salah oleh rumah sakit). Kesalahan hasil pemeriksaan laboratorium, nyawa taruhannya. :cry:

Padahal sekarang ini keluhan telah biasa disampaikan oleh konsumen yang kecewa melalui bermacam media, surat pembaca (media cetak maupun elektronik), mailing list, blog pribadi, status di microblog, atau yang paling sederhana: curhat ke teman-teman. Namun, apakah keluhan yang disampaikan melalui media massa layak dihukum dengan sebuah gugatan dan ruang tahanan? Saya pikir ini menjadi berlebihan. FYI, hak konsumen untuk didengar keluhannya dijamin oleh UU Perlindungan Konsumen.

Pelaku usaha, dalam kasus ini RS Omni International Alam Sutera Tangerang kabarnya sudah melakukan hak jawab yang ditayangkan di koran Kompas. Bantahan tersebut juga dapat dibaca di sini. Cukup memuaskan untuk Anda? Menurut saya tidak dan malah terkesan angkuh. Manajemen public relation RS Omni International tentu tidak menyangka bahwa langkah yang diterapkan untuk “menyelamatkan nama baik” malah menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Seruan boikot terdengar di mana-mana, ranah blogosphere pun penuh sesak oleh umpatan kepada RS Omni International.

Saya yakin bukan itu yang RS Omni harapkan. Toh, saya berharap ada kemajuan dalam langkah-langkah yang diayunkan oleh RS Omni. Bila kemudian seruan boikot ini benar-benar terjadi, bayangkan saja bila pegawai lain di sana harus mendapat getah dari kesalahan segelintir pihak pengambil keputusan. :roll: Read the rest of this entry »

116 

28May2009

CTC Seruni, dari & untuk Buruh Migran

Posted by nonadita under: isu gender & perempuan; microsoft bloggership.

CTC Seruni di BanyumasIni cerita mengenai salah satu CTC Mahnettik yang diperuntukkan buruh migran dan keluarganya. Tidak seperti CTC lain pada umumnya yang dikelola oleh LSM lokal, CTC ini diselenggarakan oleh para perempuan eks-TKI. CTC yang bertempat di Purwokerto ini berada di bawah Paguyuban Seruni.

Lokasinya agak jauh dari pusat kota Purwokerto. Seperti sebagian besar CTC Mahnettik lainnya, CTC ini berlokasi dekat dengan tempat tinggal sasaran pelatihan yaitu buruh migran dan keluarganya. Pada rumah bercat hijau berhias spanduk ceria itulah pelatihan komputer dan internet murah diadakan. :D

Awalnya adalah cerita pilu ketika bekerja sebagai buruh migran di luar negeri. Dipulangkan ke Indonesia tanpa dokumen dan pemotongan gaji yang kelewat besar menjadi pengalaman buruk para pendirinya yang mereka tak ingin bila sampai dialami oleh rekannya sesama buruh migran. :roll: Bekal kursus komputer yang didapat sepulang dari Hongkong menjadi pemicu tambahan dari Lili dan Narsidah untuk berbagi ilmu soal teknologi komputer.

Di sana saya berkenalan dengan beberapa peserta pelatihan yang semuanya adalah perempuan, hanya Ode -mahasiswa Unsoed yang membantu mengajar- satu-satunya lelaki yang saya temui di sana. Ada calon buruh migran, mantan buruh migran dan ada juga anggota keluarga buruh migran. Mereka bisa belajar paket pelatihan Microsoft Word, Microsoft Excel dan internet sampai bisa dengan biaya hanya Rp.25.000,- /orang sampai bisa. ;) Hardware serta software yang digunakan oleh CTC ini tersedia atas bantuan dari Microsoft Indonesia dan Tifa Foundation.

Tapi sebenarnya CTC Paguyuban Seruni tidak hanya berkutat pada pelatihan komputer saja. Misi utamanya adalah membantu meningkatkan kapasitas calon buruh migran sehingga siap bekerja. Karena itu, tak heran di sana tersedia berbagai macam brosur dan gambar panduan prosedur melamar kerja sebagai buruh migran, serta informasi soal hak dan kondisi kerjanya.

Apakah pendidikan komputer dan internet yang diberikan sudah cukup tepat guna? Lili yang menjadi pengelola di sana bercerita bahwa suatu kali terjadi sebuah kasus yang menimpa rekannya di luar negeri. Read the rest of this entry »

33 

22May2009

Mahnettik: Rumah Internet untuk Pekerja Migran

Posted by nonadita under: microsoft bloggership.

Prosedur Pendaftaran TKIMiris. Begitulah kesan dari banyak cerita mengenai nasib buruh migran dari Indonesia. Penipuan, majikan kasar dan pemotongan gaji untuk alasan yang tidak jelas adalah sebagian di antara cerita itu. Sayangnya sebagian dari peristiwa menyedihkan tersebut malah melibatkan sesama orang Indonesia.

Padahal tak selamanya cerita mengenai kehidupan para TKI membuat kita merasa perlu mengurut dada. Kisah menyenangkan dan menenangkan pun ada. Bahwa TKI tidak selalu bernasib suram, bahwa TKI pun punya kesempatan menjadi lebih berkembang dari sekarang. Ah, terpikirkah bila komputer dan internet bisa membantu mewujudkan itu semua?

Kemudian saya berkunjung ke Mahnettik, alias rumah internet untuk TKI. Namanya catchy dan menarik hati. Aslinya Mahnettik adalah sejenis Community Technology Center (CTC) yang diperuntukkan untuk buruh migran dan keluarganya. Ada pelajaran komputer dan internet di sana. Lho, memang nantinya buat apa?

Read the rest of this entry »

33 

Holla!

mug2.png
Selamat datang di blog milik Nonadita!
Enjoy.. (^_^)V

Blog ini pernah direview di Majalah CHIC edisi 5-14 Januari 2009 lho. Saat ini, saya sedang mengikuti program Microsoft Bloggership, baca cerita mengenai aktivitasnya pada blog ini.

Recent Posts

Read Also ...

Recent Comments

Events

Archives

nonadita di sini!

RSS BogorWatch