10 November 2005

Serial North Shore, di JakTV setiap Kamis pukul 21.30 WIB

Sekarang ini serial tersebut menjadi salah satu tontonan rutin yang tak akan dilewatkan di samping sitkom-sitkom seperti Quintuplets, That 70’s Show dan Joey. Saya selalu menyenangi sitkom karena mengagumi kemampuan menghibur dari para pemainnya. Saya juga menyenangi serial drama seperti Gilmore Girls karena terasa lebih membumi dan penceritaannya bagus, tidak seperti sinetron jijay macam Bawang Merah Bawang Putih dan Bunga di Tepi Jalan.

North Shore ini lain. Serial ini menceritakan sekumpulan orang yang bergelut di bisnis perhotelan di sebuah pantai di Hawaii. *Bisnis pariwisata dan pantai, dua hal yang pernah menjadi bagian dari Daftar Cita-cita saya. Karakter tokohnya kuat dan unik satu sama lain. Berkaca padanya, saya seperti disadarkan bahwa manusia di dunia tidak semata-mata terbagi atas good guy dan bad guy. Kedua sisi itu -baik dan buruk- ada pada setiap manusia dan kadangkala sulit melabeli seseorang berdasarkan dua standar itu saja. Dalam cerita ini, pria nyaris-sempurna-tanpa-cela-dan-tampak-setia ternyata bisa juga flirting dan kemudian selingkuh. Dua orang musuh bisa juga berdampingan mengelola sebuah bisnis hotel. Salah satu yang menarik adalah, seorang bad girl pintar dan Machiavellian sejati ternyata bisa juga mendapat cinta tulus dari cowo-keren-idaman-banyak-cewe.

Fiuuwwhh..ternyata jadi orang idup susah untuk terlalu lurus-lurus aja ya? Mendekati musuh untuk kemudian mendepaknya, sesuatu yang tampak seperti cinta buta ternoda gara-gara desakan hormon, melepas impian yang sudah teraih hanya karena ada setitik keraguan ……….. well, its all so natural. Humane.

Semoga Anda tidak jadi pesimis karena selama ini menjadi orang lurus.

Karakter favorit saya adalah Alexandra Hudson (Shannen Doherty) dan Nicole Boots (Brooke Burns). Empat huruf saja : C O O L.