Kadang-kadang percakapan iseng bisa membuahkan ide-ide menarik ataupun peningkatan produktivitas. Percakapan iseng yang sering saya lakukan dengan teman saya, Iin alias Jaiko, mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai stupid conversation belaka, namun kami bahagia melakukannya. Faktanya, sebagian besar percakapan iseng yang kami lakukan seringkali berujung pada ide pengembangan organisasi, bisnis baru, lomba pemikiran kritis mahasiswa ataupun solusi terhadap permasalahan bangsa. Hahaha..yang terakhir sih ngga.

Dalam sebuah percakapan iseng, saya dan Jaiko mencetuskan sebuah ide untuk mendirikan Klub Cewe Single dan Produktif. Klub ini –belum dapat nama yang tepat- seperti di kalimat sebelumnya, ditujukan bagi para cewe yang single, produktif dan happy. Jaiko sempat mengusulkan nama Energetic, tapi kami belum mencapai kesepakatan tentang ini.

Beberapa rumusan definisi operasional yang kami gunakan adalah :

1. Klub : asosiasi yang beranggotakan orang tertentu yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap suatu topik dan secara berkala melaksanakan pertemuan untuk melakukan aktivitas tertentu.

2. Cewe : manusia yang dilahirkan dengan kromosom XX (bukan manusia yang wannabe cewe), lihat kamus biologi untuk mendapatkan deskripsi ini (yup, kami memang rada-rada feminis),

3. Single : tidak terikat pada suatu hubungan romantis berupa percintaan dengan lawan jenis, baik dalam bentuk pacaran, pernikahan, ataupun kumpul kebo (karena manusia tidak selayaknya tinggal di kandang). Konsep single yang kami gunakan berbeda dengan jomblo yang lazim diucapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan ini adalah pada pihak yang menginginkan keadaan tersebut. Seperti anda tahu, jomblo merujuk pada keadaan ‘sendirian, ingin pacaran tapi ngga bisa’. Sedangkan single adalah orang yang ‘memilih untuk sendiri, namun tidak menutup kemungkinan melepas status single sewaktu-waktu (karena menganggap ada orang lain yang mau)’,

4. Produktif : menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan kegiatan yang berguna, menghasilkan sesuatu untuk kesenangan jasmani maupun rohani

Lalu, apa tujuannya kami mendirikan klub seperti ini? Ide untuk mendirikan klub ini berangkat dari keprihatinan terhadap beberapa kawan kami yang terlihat desperate menyikapi hidup karena tidak kunjung punya pacar. Kami ingin menularkan ide bahwa masih banyak hal menyenangkan di dunia ini! Alangkah sia-sianya masa kuliah kalau cuma mengharap kebahagiaan pada hal yang satu itu saja. Padahal kita masih bisa berorganisasi, memenangkan Lomba PKM, menjadi Asisten Dosen, bikin usaha pembuatan aksesoris atau berkarir sebagai Pers Mahasiswa. Itu semua adalah hal yang menyenangkan dan membuat kita menggunakan waktu dengan lebih produktif.

Kami juga punya ide untuk memberikan konseling untuk kawan-kawan yang memang punya masalah dalam percintaan. Klub ini bukan klub yang teramat eksklusif, jadi siapa pun yang memenuhi syarat bisa bergabung.

Kami ngga anti pacaran kok, buktinya kami punya peraturan : keanggotaan dalam klub ini berakhir bila anggota memutuskan untuk mengakhiri masa single-nya 😉 Hahaha …

“Just enjoy this life!!” (anandita, 2005)