1 Mei 2006

Persahabatan adalah suatu kesepakatan untuk melaksanakan suatu perjalanan bersama. Layaknya bepergian, sahabat sebagai rekan seperjalanan adalah orang yang berinteraksi secara intens dengan kita dalam suatu jangka waktu perjalanan tertentu. Dengannya kita berbagi cerita mengenai perjalanan-perjalanan terdahulu, berbagi bekal perjalanan dan memperkenalkan kita kepada teman masing-masing yang ditemui di perjalanan. Layaknya teman bepergian, kedekatan kita dengan sahabat bisa jadi karena disatukan oleh tujuan perjalanan yang sama. Namun meskipun kita punya tujuan yang berbeda pada awalnya, kadangkala kita terpikir untuk mengubah arah perjalanan kita.

Dengan adanya rekan seperjalanan yang menyenangkan, maka perjalanan menjadi sebuah pengalaman emosional yang mengasyikkan. Perjalanan akan bernilai sama (bahkan lebih) dengan tujuan itu sendiri.

Setiap perjalanan tentu mengalami sebuah persimpangan. Pada persimpangan tersebut, maka tujuan perjalanan akan dipertanyakan. Ada kalanya mood kita menurun ketika rekan seperjalanan menolak untuk berbagi bekal. Ada kalanya perjalanan menapak suatu daerah tertentu atau melampaui batasan yang seharusnya tidak boleh dilewati ….. dan perjalanan tidak akan terasa sama lagi setelah itu. Ada taste yang hilang di sana.

Dalam sebuah kontinuum persahabatan, ada poin-poin tertentu yang melambangkan derajat kedekatan yang meningkat (atau menurun) dari waktu ke waktu. Ada suatu border yang haram untuk dilewati, bila dilanggar, maka kita akan dihempaskannya ke titik nol.