Saya diam.
Yah sebagian dari temen-teman saya bisa terpana kalo saya terlihat diam untuk beberapa waktu saja. Beberapa teman yang lebih mengenal saya daripada lainnya mungkin lebih bisa memahami apa yang menjadikan saya lebih ‘diam’ belakangan ini.

Bukan diam dalam arti harfiah.
Saya masih senang bergerak sebagaimana biasanya kok. Deadline penyelesaian skripsi telah memaksa saya untuk ngga bisa bersantai selama biasanya.

Diam dalam arti : berhenti sejenak dari perjalanan.

Dalam suatu petualangan pikiran, saya melihat diri saya yang kelelahan dia suatu siang menjelang sore.
Lama-lama cape juga yah jalan terus2an. Padahal di kiri-kanan jalan banyak tempat peristirahatan. Mau menyepi sebentar dari jalan yang hiruk pikuk orang yang lalu lalang. Sesekali melambai pada beberapa teman yang melewati saya.

Saya pengen dicari. Pengen jalan kalo ada orang yang ngajak. Semoga yang ngajak itu serius pengen jadiin saya temen jalannya. Tapi sebelumnya, biarkan saya menjamu dengan cara yang selayaknya.

Ngobrol2 sedikit di sore hari untuk lebih tau kemana arah perjalanannya. Say goodbye sementara kala malam menjelang untuk menyiapkan perbekalan masing-masing. Kemudian melakukan perjalanan bersama di pagi harinya.