Semua mahasiswa Sosek selayaknya mengingat lagu-lagu yang dari tahun ke tahun menjadi ciri Sosek. Bukannya Sosek ini anak TK makanya punya banyak lagu yang cihuy dan mellow, tapi memang lebih karena Sosek ini bukan Fahutan ataupun Perikanan. Jadi Sosek ngga perlulah lagu-lagu yang terlampau macho dan malah jadi membiasakan warganya berteriak dengan suara yang lantang. Hei kita kan ngga sering hidup di alam bebas..hehehe. Piss ah.Sosek Faperta adalah titik di IPB mana saya ingin tercatat sebagai mahasiswanya, sejak masa SMU dulu. Dan voila,.. di situlah saya kemudian kuliah. Sosek, di sanalah terekam jejak langkah pertama saya sebelum kemudian menjelajahi IPB.

Seorang senior saya mengatakan, saking tua dan eksklusifnya (mungkin..jangan salahkan saya untuk pernyataan yang ini) Sosek, maka di IPB hanya ada dua jurusan, yaitu Sosek dan Non Sosek. Dari jutaan warna yang saya alami bersama Sosek, hal menyenangkan yang selalu saya ingat tentang Sosek adalah lagu-lagunya…

Bring Cikita

Bring Cikita ini khas Sosek banget, semua warga IPB yang pernah mendengarnya pasti langsung mengaitkan Bring Cikita dengan Sosek. Yel-yel inilah yang senantiasa menggetarkan Faperta di setiap acara Sosek dan lebih sering lagi menggema di Gymnasium kalau ada pertandingan yang melibatkan Sosek di sana. Bring Cikita pula salah satu yang menarik perhatian saya kepada Sosek pada masa SMU dulu. Yel-yel pembangkit semangat ini harus dibawakan dengan sikap tubuh yang khas pula. Kaki kiri diangkat ke depan membentuk sudut 45 derajat dan tubuh dicondongkan ke depan 45 derajat pula. Tangan kiri di lutut kiri dan tangan kanan yang bergerak menepuk telapak tangan kiri.

Menurut sebuah kabar, Bring Cikita ini sudah ada sejak angkatan duapuluhan. Yel-yel khas Sosek ini awalnya diciptakan dengan tempo yang lambat, dan semakin cepat ketika dibawakan oleh generasi-generasi berikutnya. Mengenai tempo Bring Cikita yang semakin lama semakin cepat ini, saya teringat suatu cerita lucu. Pada Masa Perkenalan Jurusan, yel-yel ini disosialisasikan kepada mahasiswa baru. Saat itu, pada awalnya sebagian besar dari kami merasakan semangat setiap kali menyanyikannya. Namun -dasar panitia Ospek- yel-yel ini (dan beberapa lagu lucu lainnya) seringkali dijadikan syarat setiap kali kali mau duduk, memulai acara, menyambut pembicara, mau makan, sebagai hukuman dan setiap kali kami terlihat lemas. Dan Bring Cikita pasti harus dinyanyikan lebih dari satu kali setiap ada komandonya. Pada Bring Cikita pertama dan terakhir, pasti terasa kenaikan temponya. Maklum lah, alih-alih semangat, mahasiswa barunya malah jadi naik darah.

Saya percaya saja kalau yel-yel Bring Cikita dikatakan sudah berumur lebih dari 15 tahun. Perhatikan saja liriknya :

Tu..wa..ga..pat! Bring Cikita, Bring Cikita, Bring Cikita, Bring cikicik cikicik cikita..Mantap..Gawat..Sosek SoSek Sosek..S..O..S..E..K..Viva Sosek Sosek! Ugh!

Kata “mantap” dan “gawat” itu,.. old school banget ngga sih?! Tapi semangat dari yel-yel ini emang OK banget, Bring Cikita artinya Bawa (bring) Ceria ke Sosek Kita. Satu kalimat sederhana yang daya magisnya terasa hingga belasan generasi setelahnya. Mantap. Gawat dah!

Tiperary

It’s a long way to tiperary
It’s a long way to go
It’s a long way to tiperary
To the SOSEK that I know
Goodbye piccadelly
Farewell SMU square…
It’s a long way to tiperary
But my heart is right here

Ini dia salah satu lagu mellownya Sosek. Menurut saya, lagunya lumayan enak apalagi kalau dinyanyikan bersama-sama. Namun sebenarnya dari dulu sampai sekarang, saya tak pernah tahu apa artinya, pun ejaan yang benar dari lirik lagunya. “Tiperary” dan “piccadelly”, saya tak pernah menemukan artinya di kamus Bahasa Inggris mana pun. Kata yang terdekat hanyalah “piccalilly”, satu nama makanan. Memang sudah begitu ejaan yang saya terima dari awal masa MPJ. Ketika saya tanyakan ejaan yang benar pada beberapa panitia MPJ, ternyata mereka pun tidak tahu. Jadi inilah yang lucu, ketidaktahuan yang diwariskan turun temurun.

Soseka – Soseki

Soseka dan soseki itu sama saja lincah dan ceria
Banyak orang yang rindu tuk masuk gerbangnya yang ramah menyapa
Sosekanya wibawa
Soseki sahaja menyatu mereka….
Sosekanya yang tampan
Soseki yang caem
Semua mengaku SOSEK jaminan mutu
Hai soseka…hai soseki….

Ketika pertama mendengar lagu ini dinyanyikan, saya teringat pada salah satu -entah yang mana- lagunya Bimbo. Lagu ini, lagu narsis, judulnya mengacu pada sebutan untuk mahasiswa Sosek. Soseka untuk menyebut mahasiswa Sosek dan Soseki sebutan untuk mahasiswinya. Ini juga tampaknya lagu warisan jaman bujadul, lihat saja kata-kata “caem” dan “jaminan mutu”. Haha..old school abies..

Hymne Miseta

Hymne Miseta, lagu paling “keramat” dari seluruh lagu Sosek yang kebanyakan bernuansa ceria. Saya yakin, ngga semua mahasiswa Sosek masih ingat sama lagu ini. Mungkin hanya sebagian pengurus Miseta, Himpunan Mahasiswa Peminat Ilmu-ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, yang hafal. Lagu ini, senantiasa dinyanyikan dalam beberapa acara Miseta, utamanya acara formal seperti Rapat Kerja, kampanye Ketua Umum dan Up Grading. Sebagai salah satu orang yang pernah menjabat sebagai pengurus Miseta selama dua tahun (hampir tiga tahun malah, kalau saja saya tak mengundurkan diri), saya tentu hafal. Saya bahkan bisa menyanyikan lagu ini dalam mimpi :p

Saya suka lagu ini, ada sense kebanggaan di dalamnya. Ada aura wibawa terpancar dalam setiap katanya. Ah..Miseta..

Tercatat namanya dalam kebanggaan nusa…
Terukir namanya dalam tonggak sejarah
Dia lahir perkasa dan berwibawa…
Semua kenal sebuah nama…
MISETA terus jaya…

Sayangnya, seperti kita ketahui bersama, saat ini Sosek sedang menghitung hari sebelum akhirnya tercerai menjadi sekian departemen. Faperta sekarang hanyalah mengelola mahasiswa Sosek Passing Out -begitulah sebutannya sekarang- yang tersisa. Ngga ada lagi Sosek, jurusan terbesar dengan tiga PS Sarjana dan dua PS Diploma.

Pertanyaan tersisa, lagu-lagu ini jadi milik siapa ya? Akankah mereka hanya mengisi puzzle kenangan tentang Sosek? Atau menjadi bagian dari cerita manis yang (mungkin) akan diputar pada reuni Sosek di masa mendatang?