Uh ooh…

Sejak lama saya memendam keinginan untuk bisa memahami konsep kepemilikan dalam suatu hubungan. Teman dekat datang dan pergi, tapi saya tak kunjung bisa memahami. Curhatan teman, artikel percintaan dan bacaan-bacaan tentang membina hubungan, dibaca dan kemudian terlupa, … namun tak kunjung mendapat pencerahan yang sesuai.

Apakah pacaran berarti memiliki full access untuk membatasi aktivitas sang pacar?

Analogi konyol muncul dalam benak saya. Mungkin ada baiknya punya pacar (baca: teman dekat beda kelamin) seperti memelihara ayam pada peternakan rakyat saja. Alias peternakan unggas sektor 4, memelihara banyak ayam di pekarangan. Membiarkannya jalan-jalan cari makan sendiri. Toh kalo pelet (pakan ayam) yang diberikan pemilik lebih enak dia akan memilih tidak jauh-jauh dari pekarangan pemilik. Ketika sore hari tiba, ayam akan pulang dengan sendirinya. Ayam mana yaaa yang mau masuk kandang sendiri atau milih masuk kandang peternak ayam lain?

Yaa saya tau ini analogi yang really silly and stupid, made by an idiotic and psycho girl like me. Saya tidak (baca: belum. I’m not that dumb, actually) bisa memikirkan kemungkinan yang lebih baik dari itu. Anyone can help??