18 March 2008

Toilet vs Televisi

Posted by nonadita under: serious .

72,5 Juta Warga Indonesia Bersanitasi Buruk

Duh!

Apakah masyarakat Indonesia sebegitu miskinnya sehingga tidak mampu mengupayakan tersedianya sanitasi yang memadai. Saya ingat pengalaman turun lapang MK Sosiologi Pedesaan waktu saya masih kuliah. Kami tinggal di sebuah perkampungan buruh pemetik teh di Gunung Salak. Hampir seluruh penduduk di dusun yang saya tinggali punya kamar mandi yang sangat jauh dari layak. Sumur dengan air yang kotor, bersebelahan dengan tempat p*p. Setelah p*p kan kemudian kita flush, “buangan” kita itu mengalir tidak jauh dari kamar mandi menuju semacam kolam gitu lah. Tidak jauh dari situ ada tempat penampungan air dari mata air (plus air hujan) yang airnya digunakan untuk keperluan sehari-hari. Tidak ada yang punya akses ke PAM. Fisik kamar mandinya, eheum…berlantai tanah dan berdinding bilik yang bisa diintip dari banyak celah. Ada juga yang cuma bertutup triplek. Tiga hari menginap di sana, saya cuma mandi dua kali. Hehehe….

Anehnya (menurut saya sih aneh), sebagian besar dari mereka punya televisi besar-besar, VCD player (udah keren pada jaman itu) dan karaoke set. Ada juga yang punya mesin cuci. Humm… ternyata mereka memilih untuk spend their money untuk barang-barang elektronik yah.

- : warga di sini sebagian besar punya TV dan VCD ya, Pak.

+ : ya Neng, kan hiburan ke luar mah jauh. Jadi (harus) punya hiburan di rumah.

Ketika pembicaraan menyinggung mengenai kondisi kamar mandi.

- : kenapa ga dipake buat benerin kamar mandi, pak? Setidaknya supaya lebih tertutup gitu.

+ : ah di sini mah siapa juga yang mau ngintip tetangga, Neng? Sama-sama punya “barang”, kok!

Ternyata benar kata teman saya, semiskin-miskinnya orang Indonesia pasti masih mampu beli TV. Kamar mandi, karena letaknya di belakang, menjadi urusan belakangan (alias bukan prioritas).

Moral postingan ini: Utamakan sanitasi! Waspadai cemaran E. coli pada air minum!

21 Comments so far...

panggiringNo Gravatar Says:

18 March 2008 at 11:51 am.

“Kau pribumi terpelajar! Kalau mereka itu, pribumi itu, tidak terpelajar, kau harus bikin mereka jadi terpelajar. Kau harus, harus, harus bicara pada mereka, dengan bahasa yang mereka tahu. (Jean Marais, 55) http://id.wikiquote.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer

Yang harus di pikirkan how to improve it? misalnya dengan masang tv di toilet :)

MbilungNo Gravatar Says:

18 March 2008 at 12:01 pm.

ukuran layaknya itu yang ndak sama.

ekowanzNo Gravatar Says:

18 March 2008 at 12:49 pm.

kl dit4 saya ada rumah dipinggir kali reot cuma pake bambu, kamarmandi jelas dipingir sungai gt tapi diatas atapnya ada astro, di depan rumahnya terparkir kendaraan laki suzuki ga tau tipenya apa, trus ada innova satu…

fetroNo Gravatar Says:

18 March 2008 at 2:39 pm.

di daerah syaa diluar Jawa sana lebih banyak lagi yang belum terpikirkan apa itu sanitasi.
paling tidak dikampanyekan dari keluarga terdekat lha

[H]YudeeNo Gravatar Says:

18 March 2008 at 11:09 pm.

waah … bener ituh …
aku dukung !!!

eh …. sanitasi tuh apaan sih ??

*tiba-tiba heng …..

Gage BatubaraNo Gravatar Says:

19 March 2008 at 3:09 am.

+: ah di sini mah siapa juga yang mau ngintip tetangga, Neng? Sama-sama punya “barang”, kok!
——————-

tp kan masing2 orang punya barang yg beda pak?

sayur asemNo Gravatar Says:

19 March 2008 at 4:13 am.

mungkin perlu ada sales ato tukang kredit toilet keliling plus iming2 hadiah jaket plus helm ato sejenisnya? Ato numpang iklan layanan pada tayangan tipi “cerita sinetron ini akan lebih menarik bila disaksikan dari toilet yang bersih” :mrgreen:

Paman TyoNo Gravatar Says:

19 March 2008 at 4:01 pm.

sanitasi. lebih penting. setuju.

adithzNo Gravatar Says:

19 March 2008 at 5:24 pm.

kalo dari kalimat aja kita tidak pernah punya kata asli dari toilet kan ?

kalo pengen pup, bilangnya mau “kebelakang” atau “kamar kecil”….

padahal banyak dari petani2 yang kaya2 itu bisa pada naek haji loh…. :D

kenjiNo Gravatar Says:

20 March 2008 at 4:34 pm.

tapi di kampung2 pedalaman memang begitu jenk…

mentalnya:
“apa yang udah ada ya pake aja, jangan dibuat ribet dah”

alhakimNo Gravatar Says:

21 March 2008 at 7:27 am.

Ya begitulah… efek dari teknologi. Kalau rumah belum punya tv kok rasanya kurang Afdol :) padahal isi TV sekarang banyak yang gak mendidik

titiwNo Gravatar Says:

22 March 2008 at 9:25 am.

Ahahaha.. jadi inget telenovela. Semiskin2nya marimar, maria mercedez dan maria2 yang lain, tetep aja punya kompor gas.. :)

dani prasetyoNo Gravatar Says:

22 March 2008 at 9:32 pm.

Terkadang saya menjumpai kloset wc yang ada di public area sering tidak disiram oleh pemakainya setelah dipakai, even di hotel berbintang empat/lima. Banyak dari bangsa ini yang masih biadab (belum beadab) dalam menggunakan toilet. Jus’t coment !

HediNo Gravatar Says:

22 March 2008 at 9:55 pm.

sanitasi yang penting bersih, kalo dibuat terbuka wow…lebih mantap :P

nonaditaNo Gravatar Says:

24 March 2008 at 4:59 pm.

@panggiring
ya! bikin perubahan dengan cara yang tidak menggurui

@mbilung
benar sekali. tapi efek ngintip orang mandi di mana2 sama tho? :p

@ekowanz
mungkin itu mubil dan astro punya tetangganya

@fetro
kalo gitu jangan lupa bawa tissue basah!

@[H]Yudee
*nge heng juga*

@gage batubara
silakan studi banding ke TKP :D

@sayur asem
wah bisa segera dirancang konsep iklannya?

@paman tyo
sanitasi (dan televisi), saya juga setuju!

@adithz
naik haji sekalian nyobain toilet Arab nan canggih

@kenji
ngga perlu di pedalaman, setengah jam naik angkot dari IPB Dramaga, masih ada masyarakat yang “dolbon” alias mo*** (pup) di kebon

@alhakin
Let’s turn off the TV

@titiw
sinetron indonesia: sedekat2nya telepon di rumah, pasti selalu nelepon pake henpon

@dani prasetyo
sekalian aja dolbon! hahahah

@hedi
husshh.. jangan dong ah! baunya ke mana2!

pnsgilaNo Gravatar Says:

25 March 2008 at 2:41 pm.

Kirain moral postingnya gini: jangan boker di depan tivi, hihihih….

andrias ekoyuonoNo Gravatar Says:

25 March 2008 at 5:58 pm.

itulah namanya gengsi mengalahkan fungsi, memang itulah karakteristik konsumen Indonesia, di level atas maupun bawah

AnggiNo Gravatar Says:

26 March 2008 at 5:47 pm.

Gw baru tau klo Tivi ama kamar mandi ada hubungannya….hihihihihi
Yang jelas sih sebagian orang tuh masih terpaku dengan tradisi lamanya, tapi di sisi lain berusaha untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, jadi begitu deh hasilnya.
Tapi yang aneh, kenapa dengan sanitasi yang buruk orang2 seperti itu bisa bertahan hidup sampai sekarang?! Mungkin karena mereka seneng2 aja kali, jadinya sugestif dengan kesehatan mereka. Istilahnya di dalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat…(kebalik ya…hehehehe)

temonNo Gravatar Says:

2 April 2008 at 5:13 pm.

untung ada yg ngasih gw dvd player kemaren jadi bisa ngatepin jamban :D

ainieNo Gravatar Says:

4 June 2008 at 10:22 am.

ikh…nazonk yaaaa, mendingan kagak gablek tv d drpd tidax ada toilet…..

yaa.. mungkin perlu dipasang tv tuch di toiletnya…hehehe

婚紗攝影No Gravatar Says:

11 June 2008 at 4:18 pm.

thanks, nice theme… add to my archive :)

Leave a Reply

Holla!

mug2.png
Selamat datang di blog milik Nonadita!
Blog ini baru direview di majalah CHIC edisi 5-14 Januari 2008 lho. Terima kasih kepada Mbak Tarie dari CHIC! Enjoy.. ^_^

Recent Comments

Recent Posts

Mohon Dukungan!

Gerakan Coin A Chance!

Archives

RSS Dagdigdug Nonadita

RSS BogorWatch