Minggu kemarin, sepanjang perjalanan dari kantor di Bogor ke Departemen Pertanian, saya bercakap dengan Pak Hasan, sopir taksi Blue Bird.
Dita : Udah berapa lama, Pak jadi sopir?
Hasan : Humm… gini aja, Nona lahir tahun berapa?
Dita : Eh? Tahun 1985, Pak.
Hasan : Saya jadi sopir jauh sebelum Nona lahir, dari tahun 1974!
Kemudian percakapan berlanjut dengan bagaimana dia menikmati pekerjaannya sebagai sopir taksi.
34 tahun, nggak bosenkah?
Dia menikmati pekerjaannya. Bisa jalan-jalan. Ketemu orang-orang baru. Kerja di beberapa perusahaan taksi yang berbeda. Mungkin ada beberapa pengalaman kerja yang ngga enak, tapi toh dia betah2 saja 34 tahun menjadi sopir taksi. Katanya, “itulah yang namanya menghayati pekerjaan, Non” *salut pada Pak Hasan*
Saya terdiam. Begitukah yang dinamakan menghayati pekerjaan? Menjalani pekerjaan yang sama selama bertahun-tahun. Saya kok baru bekerja setahun-an saja sudah gatel pengen cari pekerjaan (dan tempat) baru ya? Adaaaa aja keluhan mengenai pekerjaan sekarang (padahal mungkin kantornya juga mengeluh mempekerjakan saya hahahahahaha) *ketawa trus nangis*
Ah bagaimanakah yang dinamakan menghayati pekerjaan?
Dulu waktu masih mahasiswa, teman-teman bilang saya workaholic. Padahal pekerjaan saya ya cuma tugas sebagai pengurus organisasi dan proyek-proyek penelitian yang bayarannya cuma cukup buat ongkos, pulsa HP dan ngeblog di warnet. Kerja total, sakit batasannya.
Sekarang setelah kerja beneran (ada jobdesc dan digaji pula), kok saya lupa rasanya workaholic ya? Malas rasanya mengerjakan sesuatu yang melampaui jobdesc saya. Padahal ide selalu muncul. Kerja sesuai jobdesc, gaji batasannya.
Moral postingan ini: Do the best, serve the best, (buat also) find the best *ngga ngerti kata-kata sendiri*







59 comments
venus says:
Mar 26, 2008
gyahahahaha……gageeeee…..
bener2 dah! keliatannya dirimu memang penganut mazhab “tebar pesona tiap saat , tebar benih tiap sempat”. betulllll??????
ckckckck…..capedeeeeeee…..
idiluam says:
Mar 26, 2008
ha ha ha, komen mbok venus langsung menusuk….
Anggi says:
Mar 26, 2008
Kerjaan tiap hari sama, gitu2 aja, siapa sih yang ga bosen dan pada akhirnya melalaikan tugasnya. Memang salut buat sopir taksi itu, berarti dia sudah menerapkan ilmu ikhlas, bertanggung jawab, dan yang paing penting selalu bersyukur atas apa yag udah kita miliki.
Mungkin kita emang jarang bersyukur, artinya rasa syukur kita suka ga sebanding dengan apa yang udah dikasi ama Tuhan.
Jadi intinya kita harus selalu bersyukur, karena dengan bersyukur akan membawa rasa ikhlas dan bertanggung jawab.
Ga susah kok untuk bersyukur, kadang-kadang kitanya aja yang suka mempersulit diri …
Silly stupid says:
Mar 27, 2008
habis dari blognya si mbok… sini mulai rame… gelar tiker ahhh… nonton yang lagi nebar
benihpesona sana-sini, hakhakahakhakahakhakndoro kakung says:
Mar 28, 2008
masih heran, kenapa tiba2 gage dalam satu bulan ini rajin komen di mana-mana, terutama di blog para perempuan, trus bikin blog meski dah ditutup. hmmm … apa yg kau cari ge?
ndoro kakung says:
Mar 28, 2008
oh iya, satu lagi. gage juga rajin kopdar. mau nyaingin simbok sbg ratu kopdar?
ipoengs says:
Apr 4, 2008
ini apaan c ribut2…?
stey says:
Apr 8, 2008
ihh rame kale..lagi pada ngerjain apa sih?
nadhika says:
Jan 16, 2009
sama dulu waktu sekolah walaupun ga di gaji, organisasi sampe malam sampe lupa besok ulangan enjoy aja.skrg udah kerja klu di luar jobdesc rasanya pengen lempar jumrah atasan …..hehehe