Di kantor saya yang mungil itu, ada beberapa karyawan teladan telatan seperti saya. Biasanya kami saling bahu membahu bila yang satu sedang dalam kesulitan pekerjaan atau sedang sibuk chatting. Bos saya nan galak yang sering bepergian itu seringkali menelepon kami untuk menanyakan kemajuan pekerjaan. Tapi kami seringkali (juga) menghindar untuk menerima telepon (berikut rincian pekerjaan tambahan) dari si Bos. Ada saja alasan yang dipakai, yang paling sering adalah: ke kamar mandi.

D*dang : Halo dengan *cicitcuit* (nama kantor saya). Selamat siang!
Bos : Halo, Dang. Dita mana?
D*dang : Eh, Dita… di kamar kecil, Pak!
Bos : OK. Kalo gitu, tolong panggil Im*n!
D*dang : Im*n juga di kamar kecil, Pak. Kamar kecil bawah!
Bos : Si Ek*?
Dadang : Di kamar kecil juga… eh!

Senyap. (FYI: kantor saya cuma punya dua kamar kecil)

Bos : Hah, ada apa ini?! Sedang mencret semua kah?!

Moral postingan ini: Karyawan harus kreatif cari alasan lain yang lebih meyakinkan!