Suatu sore,

Nonadita: Eh adik lo ngebet kawin katanya?
Sepupu: Tau tuh, terserah aja kalo dia udah siap sih.
Nonadita: Lo minta pelangkah?
Sepupu: Minta Honda Jazz aja hahaha
Nonadita: Sarap. Trus adik lo gajadi kawin gitu karena keburu kere?

Teman perempuan saya akan menikah tahun ini. Kebetulan dia mendahului dua orang kakak perempuannya yang belum menikah. Mama berkomentar, “wah kasihan banget kakaknya. Kalau kayak gitu (dilangkahin adik perempuan), kakaknya bisa cepet banget atau lama banget (nyusul nikahnya)”. Woohh bisa begitu yah? Terus apa hubungannya sama pelangkah?

Pelangkah, yang saya tahu adalah suatu pemberian dari seseorang yang akan menikah kepada kakaknya yang belum menikah. Barang ini diberikan entah sebagai “sogokan” untuk minta restu kakaknya ataukah untuk “penolak” hal-hal buruk yang bisa terjadi di masa depan. Kebiasaan ini masih saya temui di keluarga Jawa dan Sunda.

Bila yang terjadi adalah adik laki-laki mendahului abangnya menikah, maka si adik wajib memberikan pelangkah. Utamanya barang-barang yang merupakan/mengandung sesuatu yang tajam. Kenapa wajib? Mungkin karena laki-laki biasanya menikah pada usia yang lebih tua, jadi bila abang didahului adiknya yang laki-laki, perlu diberikan pelangkah. Kenapa barang tajam? Mungkin sekedar simbol supaya si abang jadi lebih PD dan macho.

Bila yang terjadi adalah adik perempuan mendahului tetehnya menikah, maka si adik sebaiknya memberikan pelangkah. Utamanya barang-barang yang mengandung keindahan, misalnya perhiasan. Mungkin sifatnya sugestif saja supaya si teteh merasa lebih cantik dan PD untuk mencari pendampingnya.

Saya ngga tahu bagaimana bila kasusnya adik dan kakak berbeda jenis kelamin. Seperti saya juga tidak paham kenapa harus ada pelangkah. Apakah untuk menghibur hati yang gundah karena dilangkah? Kok jadi seperti salah si adik karena mendapatkan jodohnya terlebih dahulu. Bila memang pelangkah itu adalah ungkapan rasa sayang si adik pada kakaknya, lalu kenapa harus diwajibkan? Kenapa harus jadi bagian dari tradisi dan diutamakan memenuhi apa yang diinginkan oleh kakaknya? Heheu bisa jadi kesempatan buat si kakak buat sekalian memalak adiknya (seperti kasus pada percakapan di atas).

Humm.. ada nggak yaa yang minta calon suami/istri sebagai pelangkah? Sepertinya bisa menjadi pemecahan untuk dua masalah sekaligus.

Moral postingan ini: Jangan minta pelangkah yang susah-susah, kasihan juga sama calon mempelai yang udah ribet.