Short Message Service alias SMS alias sandek adalah sebuah layanan yang dilaksanakan dengan sebuah telepon genggam untuk mengirim atau menerima pesan-pesan pendek

Saya menyambut iklan terbaru Esia dengan salah satu cengiran terlebar saya. Hahaha saya senang karena akhirnya ada operator yang berani membuat terobosan memasang tarif SMS per karakter. Rp.1,-/karakter, saya cuma bisa berseru: WAAAW! Dengan tarif terbaru ini, bolehlah bila kemudian Esia mengklaim diri sebagai operator yang memasang tarif SMS paling adil. Besok-besok, (mungkin) saya tak perlu bikin SMS yang sangat panjang-panjang nian karena nggak mau rugi lebih dari seperlunya.

[Hah?! Nggak mau rugi? Emang sepanjang apa SMS-SMSmu, Non?]

Seperti apa bentuk SMS dari saya, mungkin bisa dipahami dari sajak singkat Paman Tyo pada kali pertama saya berkiriman SMS dengannya:

Nonadita percaya hemat pangkal kaya.
Jika biaya sama kenapa SMS cuma beberapa kata.

Begitulah, sajaknya kena banget deh di saya. Hehehe *tersipu-sipu malu*

Tentang Layanan yang Digunakan Nonadita

Namun dengan tarif-adil-ala-Esia ini, mungkin saja terjadi perubahan perilaku ber-SMS para pengguna Esia. Pengiriman SMS bisa dilakukan ringkas-ringkas seperlunya saja dan nggak perlu manjang-manjangin karena menghindari “perasaaan nggak mau rugi itu”. Mungkin saya pastinya bakalan berperilaku begitu juga.

SMS memang layanan yang paling sering saya gunakan, karena itu saya senang bila operator yang layanannya saya gunakan (Indosat dan Bakrie Telecom) bisa menyediakan layanan SMS yang baik. Terkait dengan tarif SMS murah ini, waktu saya masih kuliah sudah merasakan IM3 sebagai penyedia tarif termurah untuk SMS-an. Yayaya, dan kartu IM3 ini masih saya gunakan hingga sekarang. Tapi memang sulit ya mengubah image di benak orang-orang bahwa IM3 itu kartunya mahasiswa banget, nggak profesional dan mengesankan ABG. Saya masih ingat komentar dari seorang adik-kelas-saya-di-IPB-nan-tajir-lagi-berada-anak-pejabat-Kutai Kartanegara:

Ih, IM3 kan kartunya orang miskin.

Tengil banget nggak seehhh komentarnya?? *sebal*

Perilaku Pengguna SMS
Beberapa tahun yang lalu, para operator seluler belum menaruh perhatian lebih pada servis SMS ini sehingga berlakulah tarif SMS flat ke semua operator yaitu Rp.350,-/SMS. Kala itu, saya menangkap perilaku yang umum digunakan oleh pengirim SMS, yaitu:

  1. Menulis SMS dengan bahasa biasa saja dan seperlunya. Kalau perlunya pendek ya SMS pendek saja. Ini dilakukan oleh orang yang efisien, orang kaya (yang nggak merasa rugi berkirim SMS pendek) dan mereka yang tidak suka berepot-repot menulis SMS.
  2. Menulis SMS dengan kata-kata yang disingkat-singkat dan sudah digunakan secara umum. Ini dilakukan oleh orang yang efisien dan mereka yang mau irit, tapi tidak sampai mengorbankan kejelasan makna (halaahh…!!). Bahasa singkatan yang umum digunakan misalnya: sy (saya), plng (pulang), dl (dulu), syg (sayang), sbb (sebab), pgn (pengen), BAB (buang air besar pup)
  3. Menulis SMS dengan cara menempelkan kata-kata tanpa menggunakan spasi sebagai pemisah. Contoh: Cha,LoAdaDiMana?GwDariTadiNungguinLoDiTanggutFaperta.AmpunDehAnakBarunyBnykBngtGwSampeGrogiSndirianDsini. Hal yang menyebalkan adalah apabila teknik ini dikombinasikan dengan gaya menyingkat, misalnya: UdhlhCha,CoKykGtNgapJgSihLoTngguin!UdhTwDySlngkhDrLo,MsLoNgtotMuTtpSmDy.KlDySlngkhLgGmn?KanLoJgYgSkt. –> Ini adalah sengirit-ngiritnya orang irit (alias pelit). Ada lho teman saya yang konsisten menggunakan gaya SMS ini.

SMS-annya Para ABG
Mengenai perilaku menyingkat kata-kata pada SMS, apakah hal ini akan berlaku pada kalangan ABG? Woow ABG ini, mereka mempunyai bahasa sendiri, yang umumnya berbeda dengan bahasa penyingkatan SMS yang digunakan pada pada poin 2 di atas. Bukannya menyingkat, bahasa-SMS-ABG ini justru cenderung menambahkan karakter yang tidak perlu dan menghapus karakter yang sebenarnya justru memperjelas makna kata. Contohnya adalah yang digunakan berikut ini oleh adik saya:

D Tesx hre kmiz kog..

Apakah itu artinya Saudara-saudara? Tidak lain dan tidak bukan artinya adalah:
Di tesnya hari Kamis kok..

Bahasa-SMS-ABG ini ternyata digunakan secara umum, misalnya saja pembaca harian Warta Kota berikut ini:

SMS ABG di Warta Kota

Contoh kata-kata khas SMS-ABG:

Iia (iya)
App (apa)
Gx (nggak)
Tmand2 (teman-teman)
Zkul (school; sekolah)

Wah, kalau menerima SMS model begini, Sayah Mbacanya Susah (SMS)TM. *mengelap keringat yang bercucuran* Heran deh, mbacanya aja susah, tapi masih ada yang mau susah-susah ngetiknya. Apalagi kalau model bahasanya adalah substitusi huruf dengan angka (contoh: bunga –> bun94). Ngetiknya lebih lama tho? Lebih susah tho? Hehehe.. biarkanlah asal mereka berbahagia melakukannya.. ๐Ÿ˜€

Moral postingan ini: Ngirit sih OK-OK aja yaa, tapi pertimbangkan juga penggunaan kata-kata yang mudah dimengerti dan kadar intelegensi penerima SMS.