Data Buku
Judul : Cincin Warisan – The Ring
Penulis : Danielle Steel
Ukuran : 11 x 18 cm
Tebal : 560 halaman
Terbit : Januari 1999

The Ring adalah novel Danielle Steel yang pertama kali saya baca. Awalnya jiper juga soalnya lumayan tebel dan tampak seperti model cerita drama romantis2 gitu (halaah..). Ternyata jauh beda dengan novel Harlequin yang mengumbar kisah romantis semata (mulai dari cover) berikut adegan-adegan ranjangnya (you-know-what). Novel ini menyuguhkan alur cerita yang mantap, karakter yang kuat dan pastinya disertai dengan riset sejarah yang dalam.

Novel ini mengambil latar pada masa berkuasanya (hingga keruntuhan) NAZI di Jerman. Diawali dengan kisah perselingkuhan Kassandra von Gotthard (nyonya muda dari kalangan bangsawan) dengan seorang penulis Yahudi bernama Dolff Sterne. Mereka mati sebagai salah satu korban berkembangnya sentimen anti Yahudi di masa berkuasanya Hitler. Kassandra sendiri adalah orang Jerman asli, namun dia dianggap sebagai pengkhianat karena berhubungan dekat dengan orang Yahudi.

Ketika perang sudah di depan mata, suami Kassandra, (Walmar vo Gotthard) kemudian mengupayakan keselamatan anak-anaknya dengan membawa mereka keluar Jerman. Putranya selamat tiba di Swiss, namun putri sulungnya (Ariana) terperangkap di bawah kekuasaan Nazi. Seorang perwira Nazi yang juga telah kehilangan keluarganya akibat perang, bersimpati padanya dan kemudian menyelamatkan Ariana dari kekejaman tentara Nazi. Ariana terpaksa meninggalkan rumah mewahnya dan hidup sebagai istri perwira Nazi. Satu-satunya harta yang tersisa dari kehidupan masa lalunya adalah sepasang cincin mewah peninggalan ibunya, Kassandra.

Sebagian besar buku ini mengisahkan lika-liku perjuangan hidup Ariana sejak masih menjadi putri bankir terhormat di Berlin, menjadi tawanan di kamp Nazi, menjadi istri Nazi sampai upayanya melarikan diri dari Jerman. Berkat bantuan dari orang-orang yang bersimpati atas penderitaannya, Ariana berhasil tiba dan memulai hidup baru di New York, Amerika.

Namun, ternyata kehidupan Ariana di Amerika masih dibayangi kegetiran perang Jerman. Ariana sempat mengingkari statusnya sebagai orang Jerman asli ketika sebuah keluarga Yahudi di Amerika bersedia mengangkatnya sebagai anggota keluarga mereka. Penyamaran ini terkuak ketika Ariana ketahuan mengandung anak Manfred von Tripp, perwira Nazi yang gugur pada saat keruntuhan Nazi.

Bersama teman ayahnya (Max Thomas) yang sama-sama pelarian dari Jerman dan putranya, Noel von Tripp, Ariana hidup dengan mencoba melupakan kepedihan akibat perang. Waktu kemudian membawa Ariana berkompromi dengan pengalaman pahitnya. Hanyalah cincin-cincin peninggalan ibunya, foto-foto bersama suaminya, dan ingatan akan keluarganya menjadi keping kenangan akan masa lalu Ariana. Kelak, cincin-cincin itu melengkapi hidup Ariana dengan mempertemukannya dengan seseorang yang sangat berarti di hidupnya.