Pernahkah menjadi saksi atas terjadinya peristiwa KDRT?

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap pihak terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga (Pasal 1 ayat 1 UU KDRT).

Salah satu bentuk dari KDRT adalah kekerasan seksual, yaitu:

Setiap perbuatan yang berupa pemaksaan hubungan seksual, pemaksaan hubungan seksual dengan cara tidak wajar dan/atau tidak disukai, pemaksaan hubungan seksual dengan orang lain untuk tujuan komersial dan/atau tujuan tertentu.

Bila pernah apa yang kemudian anda lakukan? Melerai? Berteriak untuk menarik perhatian? Menelepon 14045 kantor polisi? Atau cukup menyiram air saja? Saya bingung, bingung sekali. Karena ini pengalaman pertama saya menyaksikan peristiwa KDRT, versi dunia fauna tentu saja.

Bubut
Cuni (Pelaku) Bubut (Korban)


Tentang Pelaku
Cuni adalah kucing jantan dewasa berumur dua tahun. Cuni ini tipikal kucing yang kemayu, manja, tidak suka berkonflik, dan tidak terlalu aktif bergerak. Dia jarang main di luar, terutama sejak peristiwa dihajarnya Cuni oleh si Preman (Mama yang ngasih nama), kucing garong paling berpengaruh di lingkungan rumah saya. Ketika itu si Cuni dihajar sampai terkencing-kencing. Iya, ini tidak berlebihan kok, memang begitu adanya. Sejak itu, Cuni semakin tidak mau keluar rumah. Pup pun dilakukan di kamar mandi. Area paling jauh area yang dia tempuh adalah pagar rumah, tempat dia berjemur setiap pagi, sebentar saja sambil tetap waspada.

Tentang Korban
Korban bernama Bubut. Kucing buta (sejak lahir) yang masih dalam masa pertumbuhan. Dia lahir bulan Oktober 2007 dari induk kucing jablay bernama Bumbum yang tidak lain adalah kakaknya Cuni. Jadi Bubut ini adalah keponakannya Cuni. Walaupun buta, dia aktif sekali, rupaya kebutaan tidak menghalangi dia untuk berlari-lari di rumah dan mengganggu waktu makan saya. Dia senang tinggal di dalam rumah, mewaspadai banyaknya bahaya di luar rumah, salah satunya adalah kucing-kucing garong yang selalu mengintimidasi itu.

Tentang Peristiwa KDRT itu
Sebagai kucing jantan yang kemayu di luar, tapi kukira straight di dalam, Cuni pastinya pengen make love juga dong. Tentulah Cuni merasa tersiksa manakala dia tetap tinggal di rumah. Banyak kucing betina berseliweran di luar, namun pergi ke luar rumah sama saja menantang bahaya. Hingga saat ini, si Preman masih mencari celah untuk kembali menyerang Cuni.

Hari-hari berlalu, lama-lama Cuni tidak bisa menahan nafsu alamiahnya itu. Beberapa malam, Bubut terpaksa menjadi korban kebejatan Cuni. Peristiwa ini terjadi beberapa kali. Saya tahu karena kerap kali mendengar erangan meongan tersiksa Bubut di waktu malam. Namun setiap kali ada penghuni rumah yang terbangun dan memergoki aksi itu, serta merta Cuni ngumpet ke kolong meja. Merasa bersalah kamu, haa??! Itulah sebabnya postingan ini tidak/belum dilengkapi skrinsyut peristiwa tersebut. Namun, percayalah ini bukan hoax! Setiap peristiwa itu selesai, Bubut pasti langsung sembunyi di kamar, menghindar dari pamannya itu.

Bayangkanlah, seorang paman yang tega melampiaskan nafsunya pada keponakannya yang masih kecil, buta lagi. Tega ih!

Oh ya, apakah sudah saya beritahu bahwa si Bubut itu adalah kucing JANTAN? Bubut jantan lho, maka kucing saya si Cuni ini adalah kucing BISEKSUAL. D’oh!!!

Moral postingan ini: Lindungilah anggota keluarga (dan binatang-binatang peliharaan) kita dari kejahatan seksual. Bahaya mengintai di mana-mana. Waspadalah.. waspadalah..