Acara Akhirnya Datang Juga yang ditayangkan di Trans TV setiap Minggu malam adalah salah satu acara TV yang masih saya tonton sesekali. Menurut saya, ide acara tersebut menarik. Bagaimana tidak? Bintang tamu yang biasanya manggung berbekal latihan dan hafalan skenario, tiba-tiba dicemplungkan ke dalam situasi di mana dia harus berimprovisasi. Kalau ngga’ siap, habislah dia cuma sebagai patung atau bulan-bulanan pemain lainnya. Improvisasi, ah ya, betapa seksi kata ini!

Dalam dunia tulis menulis, kiranya tepat bila muncul pertanyaan bagaimana jadinya bila suatu buku (atau cerita) dikerjakan oleh dua orang atau lebih. Mungkin jadinya chaotic, mungkin juga lebih menarik. Tapi kemudian saya menjadi saksi lahirnya novel bersambung yang disusun bersama oleh Simbok Venus dan Tukang Kopi. Mereka berkolaborasi membuat novel roman. Satu orang menulis satu bab, kemudian dilanjutkan penulis satunya. Sampai saat ini, kita masih bisa menyaksikan perkembangan kisah Bre dan Alrisha. Menarik. Indah.

Namun bagaimana jadinya bila yang ditulis adalah sebuah cerpen, dikerjakan oleh banyak orang yang kewarasannya kadang dipertanyakan, tanpa ada panduan tokoh dan alur cerita sama sekali? Hasilnya adalah Cerpenista. Bikin gila dan terus-terusan tertawa.

Adalah Mas Momon, bloger serius yang berinisiatif membuat aplikasi yang jadi mainan banyak orang ini. Cerpenista ini diawali dengan munculnya thread (tret) kalimat bersambung di milis CahAndong sekitar 4 minggu lalu. Tret tersebut ternyata mendapat sambutan hangat dari anggota milis. “Tapi karena memakai milis, setiap orang bisa reply serentak, walhasil kalimat-kalimatnya jadi nggak nyambung sama sekali”, begitu kata Mas Momon. Lalu muncullah ide untuk membuat aplikasi seru ini, dan Mas Momon menyediakan sebentuk paviliun di rumahnya untuk tempat bermain anak-anak CA.

Cerpenista kemudian menjadi kolam bermain banyak bloger yang sebagian besar adalah anggota komunitas CA. Banyak cerita di sana yang terinspirasi dari kisah nyata para anggotanya. Ditambah dengan bumbu lucu dan terkadang cabul, jadinya adalah kisah sejati yang berlari-lari. Dengan ikut menulis di sana, tentu saja anggota Cerpenista jadi makin pandai berimprovisasi. Satu kalimat baru yang muncul bisa mengubah alur cerita yang sudah terpikirkan sebelumnya. Pilihannya bisa dua, mendukung si kalimat baru atau membelokkan cerita. Satu kalimat yang sudah telanjur masuk, tidak bisa dihapus atau diedit.

Inilah keunggulan dari Cerpenista. Ladang improvisasi ini akan memaksa anggotanya untuk terus berpikir kreatif, untuk selalu terupdate akan cerita terbaru dan bisa mengeluarkan sisi-sisi imajinasi liar mereka. Bukan hal yang tidak mungkin bila ada seorang “bloger serius” mendadak menemukan dunianya di grup Orgasmia, grup pecinta selangkangan dan cerita saru tersebut. Atau blogger pecinta cerita 20+, bisa jadi kemudian menjadi pegiat cerita rohani. Hey, apapun bisa terjadi di dunia ini, Bung!

Aplikasi ini sungguh seru. Saya membayangkan andai masing-masing komunitas memiliki aplikasi serupa. Alangkah banyak cerita seru yang bisa muncul, ide-ide gila yang meloncat keluar dari kepala dan keakraban yang semakin tinggi. Setiap komunitas bloger tentu memiliki kekhasan masing-masing, maka nantinya akan muncul beragam kisah yang sesuai dengan minat khusus dan konteks lokalnya.

“Salut!”, lagi-lagi saya sampaikan kepada komunitas CahAndong, dan Mas Momon yang berulangtahun besok. Cerpenista ini menambah panjang daftar prestasi anak-anak CA yang kreatif-kreatif ini, setelah portal CahAndong dan turunan-turunannya (Wiki CA, klitikhan, dll.).

Sebagai salah satu “korban” keseruan Cerpenista ini, saya, Mbilung, Zam dan Gage juga pesan kavling untuk memfasilitasi kecintaan kami pada kalimat dengan bunyi berima. Salah satu cerpennya, Goda-goda Jiwa Muda sudah ditamatkan untuk mencegah Cerpenista bertransformasi menjadi Novelista. Saat ini kami sedang bercuap-cuap di cerpen baru yaitu Balada Panggung Playboy Cap Gayung. Enjoy!

Moral postingan ini: Punya ide gila? Jangan ragu keluarkan! Cuma dua akibat yang mungkin muncul: anda menjadi semakin kreatif atau anda menjadi trendsetter berikutnya. Pilih mana?