Perda Rokok, Sejauh Apa?

Pelarangan merokok di tempat umum sudah dimulai di beberapa tempat di Jakarta. Sudah basi? Memang, karena peraturan ini mestinya sudah aktif sejak tiga tahun lalu. Seperti banyak peraturan lainnya di negeri ini, seringkali heboh di awal penetapan, lalu terlupa beberapa tahun kemudian. Peraturannya galak, tapi penerapannya tak bergigi.

Nonadita: bukannya pelarangan merokok di tempat umum udah sejak lama ya? Kok heboh lagi sekarang?
Teman: Lah gimana pemerintah mau razia? Susah juga kali cari petugas razia yang bukan perokok.
Nonadita: bener juga ya.. *membatin*

Begitulah, ancaman kurungan selama 6 bulan ATAU denda 50 juta rupiah diharapkan bisa mengurangi jumlah perokok yang senang hembus-hembuskan asapnya di tempat umum.

Ancaman penyakit karena rokok? Itu udah basi! Peringatan pemerintah yang berisi: Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin, sudah terlihat sebagai bagian dari desain bungkus rokok saja. Tak terasa mengancam apalagi menakutkan. Mungkin banyak perokok yang sudah impoten, jadi ya telanjur basah sekalian (tetap merokok).Β  :mrgreen:

Kabarnya, banyak perokok yang “lupa” sudah ada peringatan tersebut. Lah peringatannya ditulis di bagian belakang, padahal ketika mengambil rokok, yang terlihat adalah bungkus bagian depan. Mungkin sudah saatnya bungkus rokok di Indonesia didesain begini:

Nonadita Cover Cigarette

Seorang teman yang perokok mengatakan, dia bukannya tidak tahu bahaya merokok bagi kesehatan. Namun, nyatanya data statistik mengenai peningkatan jumlah penderita sakit jantung dan kanker paru tidak cukup menghentikannya. Suatu hari, dia MUNGKIN akan berhenti. Bila saja sudah melihat bukti nyata teman atau saudaranya yang sakit akibat rokok. Kenapa menunggu adanya korban orang dekat dulu untuk berhenti?

Smoking can kill you, walaupun saat ini belum terasa akibatnya. Tapi yang jelas (punishment of) smoking can kill you, bila saja sanksi denda dan kurungan ini jadi diterapkan. SEMOGA YA TUHAAANN!!

Gambar: dari berbagai sumber, dicampur oleh nonadita.

126 thoughts on “Perda Rokok, Sejauh Apa?

  1. Saya bukan perokok, jadi gak bermasalah dengan perda itu. La wong yang perokok saja juga “gak bermasalah”..

    Perda itu kan cuma dibikin untuk mendapatkan duit (bagi anggota DPRD) karena ikutan sidang. Selama sidang, apalagi yg enak kalo nggak sambil merokok?

    Heheh

  2. hati-hati menampilkan bungkus rokok, nanti dituntut loh, hihihi… (Kalo perokok walaupun ga ngeliat merknya, udah bisa mengenali rokoknya)

    Kalo di luar negeri sih (misal Singapore), bungkus2 rokok sudah didesain seperti gambar di atas, bahkan lebih mengerikan. Tapi buat pecandu, gambar tinggallah gambar…Kereta Api tut..tut…tut…maju terus… πŸ˜€

  3. @ zam: Pencemaran nama baik kali, hehehe…(meskipun tidak sebanding dengan pencemaran udaranya :D), soalnya bungkus rokok di Indonesia kan belum ada yg seperti itu, jadi menurut hemat saya, desain itu langsung diusulkan saja ke LSM peduli stopmerokok. πŸ˜€ Peace….

  4. @ Anggi: pencemaran nama baik? saya kira tidak relevan. ini soal desain kemasan produk. kalo mau menerapkan pasal ini, kenapa yang membuat “plesetan” produk itu juga ndak kena?

    duh, ini malah mbahas soal kemasan..

    aku pikir ide kemasan rokok seperti ini bagus. cuma tak pikir ndak akan efektif jugak. πŸ˜€

    kalo mau yg efektif, sekalian aja tutup itu pabrik rokok. namun permasalahan tidak semudah itu. ada faktor di belakangnya yang bakal mengikuti. menutup pabrik rokok berarti menutup sumber devisa negara, menambah pengangguran, dan hilangnya even-even yg disponsori perusahaan rokok.. πŸ˜€

  5. @ zam: Saya juga ga tau ada pasalnya ato ngga, tentang Perda sendiri saya tidak tahu isinya apa. hehehe
    Tapi yang jelas saya kan hanya mengingatkan untuk berhati-hati, kalau memang tidak ada masalah ya tidak apa, karena hal seperti ini kan pasti menimbulkan pro kontra.
    Kalo satu2nya cara menghentikan kegiatan merokok dengan menutup pabriknya saya setuju, karena sampe sekarang saya masih belum tau gimana caranya berenti merokok πŸ˜€

  6. masak sih zam gak ngerokok? *salaman
    sama dunk….heehhe

    bisa jadi dit, dengan desain seperti itu orang jadi takut dan berhenti untuk merokok. Desain itu entah hanya contoh atau emang sudah diaplikasikan tapi saya sih setuju2 aja diterapkan pada kemasannya.
    Kalau di sini soalnya yang saya temukan malah bergambar alat musik, yang keren2 dan sangar2. Jd mereka ya tambah tertarik untuk beli. Udah gitu kadang untuk nonton konser diwajibkan bayar sekian lalu dapat rokok. ah embuh, pelik ah…
    sing penting sy gak ngerokok. dan saya masih terganggu sama orang yang merokok

    *minum jus alpukat lagi…

  7. Memang banyak yang menganggap perokok menyebalkan
    Tapi dengan membeli rokok juga menghidupi banyak jiwa
    Bayangkan kalau rokok dilarang !
    Berapa banyak jumlah pengangguran yang akan tercipta

    aGoonG[bilang]ke @Pemerintah : Pengangguran = Kejahatan

    Semakin banyak pengangguran maka kejahatan akan semakin menjadi pula

  8. dita… kalo gambar efek buruk dari rokoknya seperti itu… kurang serem ach… ada yg lebih serem lagi… saya pernah dpt di email… asli bikin saya eneg n jijik… nah kabarnya temen saya juga sempet cerita waktu dia dpt tugas di thailand… dicafe yg terbuka pun disana gak boleh ngerokok, jadi kalo mau ngerokok kudu keluar cafe dulu… n design efek buruk dari rokok disana juga serem2 bo….

    so kapan nih indonesia bebas dari asap rokok… cape euy… jadi perokok pasif mulu, mending perokok aktifnya sadar diri ini mah kaga euy….

    *peace ach*

    regards
    anKa

  9. @ zam: karena situasi, kita terpaksa jadi perokok pasif. Jadi mestinya perokok pasif juga peduli dengan pelaksanaan perda tersebut
    @ anggi: peringatan dan gambar memang dianggap angin lalu, itu karena rokok menjadi candu. Candu kok dipertahankan..
    @ iman26: siga nu loba duit wae yeuh, ngadurukan duit!
    @ gungde: hiya, mudah-mudahan aja ada perokok yang menangkap pesannya
    @ bangsari: iya saya tau dilema yang dihadapi pemerintah, Mas. Makanya nggak bisa tegas mengambil sikap. Karena pemasukan ekonomi yang besar dari sektor rokok juga sudah menjadi candu tersendiri bagi pemerintah
    @ antown: betul, mas. Pencitraan rokok sedemikian hebatnya sehingga konsumen merasa dirinya gaul, padahal nyatanya sedang meracuni diri sendiri
    @ ndebakulsempak: bisa jadi. Karena itu peraturan tinggal peraturan
    @ fahmi!: saya juga suka rokok. Tapi yang mentah, dan tidak dibakar :mrgreen:
    @ aGoonG: pelarangan rokok memang sulit (sekarang ini), yang lebih candu dari rokok saja masih ada kok. Tapi kan usaha boleh jalan terus dong?
    @ anKa: hehehe kurang serem ya? Boleh dong minta kalo ada gambar yang lebih seram πŸ˜€

  10. hm… kalo perda itu bener2 diterapin… bisa2 jakarta sepi tuh… pada masuk bui semua… hihihi

    lagian namanya juga harapan… terpenuhi bagus… ga terpenuhi ya mungkin blom waktunya…. hihihi

  11. Merokok sih masih boleh, yg gak boleh itu merokok ditempat sembarangan,
    Klo merokok tidak boleh, atau rokok tidak boleh dijual, artinya saya akan kaya raya kerena saya punya koleksi rokok 800 bungkus yng nantinya akan langka hehehehe

  12. paling beberapa bulan lagi hilang ditelan bumi.. kan kaya gitu di indonesia.. musiman.. termasuk peraturan2 yang dibuat.. ah luweh.. yang penting aku ndak ngrokokk bukan karena perda.. tapi karena aku ndak suka merokok dan rokok..

  13. @ dony alfan: awas kesundut rokok!
    @ mantan kyai: iya, polusi udara udah parah. masih ditambah polusi dari asap rokok
    @ ngodod: ngodod, sebaiknya tidak ngudud!
    @ didut: betul, makan kan jadi daging. ngerokok jadi kanker
    @ alit: iya bener. Penghuni terminal, pasar, halte, dll. bakal pindah ke bui dah
    @ djoko: dikoleksi saja ya, Pak. Jangan dibakar! Eman koleksi rokoknya
    @ mbakdos: mungkin para penggiatnya sudah lupa bahwa perda itu pernah ada
    @ nothing: tapi pelaksanaannya tidak bagus
    @ raffaell: saya juga sakit gara2 asap2 ini πŸ™
    @ tooooooooooopics: saya juga bersuudzon gitu, Mas. Kemungkinan rame2nya Perda itu nggak bakalan lama. Kelibas sama isu lain yang lebih aktual

  14. selama konser-konser musik masih disponsori perusahaan rokok
    selama acara-acara olahraga masih disponsori oleh perusahaan rokok
    selama iklan di tv masih didominasi oleh iklan rokok
    selama pendapatan dari cukai rokok masih jadi penerimaan yang lumayan besar buat pemerintah

    aturan apapun seputar rokok akan terasa seperti asal ada dan sifatnya hanya pajangan saja πŸ˜€

  15. Hmmmmmmmmmmm gk masalah bagi saya……………….
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;
    ;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

  16. Saya termasuk perokok, yang menyebabkan susahnya berhenti merokok adalah kesempatan dan keisengan. Jujur aja merokok itu karena iseng, mo dibilang kenyang, ga ngenyangin, mo dibilang obat stress nggak bener juga, coz klo doit dah kempes gara2 beli rokok, malah tambah stress.

    Jadi merokok itu hanya sekedar iseng saja.

  17. bbrp jawaban temen gw waktu gw suruh brenti:
    junjun: rokok itu kan barang kapitalis, jd wajib kita bakar!
    aci: ahh, saya mah mendingan gak makan drpd gak ngerokok
    hendra: wiiih, jangan salah, gara2 orang kyk saya devisa negara besar..

    edan!

  18. ehm … nona, berapa banyak ‘orang suci’ telah mengancam manusia dengan neraka di akhirat yang sangat menakutkan dan begitu menyiksakan, tapi berapa banyak yang jadi baik dan takut untuk berbuat kejahatan?

    hahahaaa … kalo kata anak kriminologi, kejahatan -tindak melawan aturan- adalah realitas yang abadi.

    tapi kita harus tetap bergerak ‘menyentuh’ titik kesadaran kawan-kawan di sekitar kita, demi atmosfer kehidupan yang labih baik … tanpa asap rokok dan tanpa menambah kemiskinan buruh pabrik rokok!

    karena kita adalah manusia … itu saja.

  19. DILEMA..itulah yang terjadi disatu sisi demi kepentingan orang banyak yaitu kesehatan..tapi efek sosial ekonomi bakal terjadi yaitu para karyawan yang notabene kaum ibu seandainya ROkok jadi diharamkan……kalo saya mah emang diharamkan pastinya berhentilah……

    permasalahan lainnya cukai rokok adalaha salah satu penyumbang masukan negara terbesar..nah lho…ada solusi terbaik

  20. peraturan emang tinggal peraturan n beberapa waktu pasti akan tedup..tinggal kita aza yang bantu untuk mengkampanyekannya ato setidaknya membuat para perokok aktif itu tidak nyaman. Dirumah, andai ada yang mo merokok, walo itu malam..saya akan suruh keluar. Kalo dikereta andai ada yang merokok, saya akan kipas2 kenceng ato bahkan mengipasi yang merokok….heheh saya bisa langsung sesek kalo nyium bau rokok. tapi kalo merokok di t4 yg semuanya perokok that’s fine tapi kalo ngerokok bareng ma yang g ngerokok itu namane “pembunuhan”..saran saya yang dah nyandu…silahkan ngerokok bareng perokok.

  21. yg ngga merokokpun jika dekat dgn perokok bs disebut perokok pasif dan menanggung akibat lebih parah,gimana k-lo peraturannya diubah jd “siapa saja yg bs menghentikan kebiasan merokok dan dinyatakan benar2 bebas dr rokok maka akan mendapat reward sejumlah rupiah”hehe..V(^_^)

  22. @ cecep: konser dan kegiatan amal/CSR seringkali berperan sebagai iklanterselubung para produsen rokok. Pemasukan dari rokok? Ah, terdengar seperti pembenaran saja
    @ Mr. Tipz: masalah bagi sebagian masyarakat, sayangnya..
    @ adel: saya berharap perokok-sekadar-iseng itu bisa mensubtitusi keisengannya dengan hal lain yang sehat
    @ iqbal: bener, Bal. Edan!!
    @ saca firmansyah: walaupun terdengar seperti utopia, tapi saya rasa suatu tujuan yang baik masih layak diperjuangkan, gimanapun sulitnya
    @ omiyan: iya, memang persoalan rokok ini suatu dilema bagi pemerintah. Tapi melepaskan diri dari ketergantungan terhadap pabrik rokok, bisa dilakukan secara perlahan kok
    @ kianaza: mesti tegas ya, Kian. Well done, gal!
    @ guspitik: bener. Semoga pelarangan ini berlangsung terus dan konsisten
    @ herdianto: iya, nggak ngaruh sih kayaknya. Tapi masa mau tunggu sakit beneran?
    @ nina: rewardnya adalah kesehatannya sendiri dan orang lain. Itu sangat berharga menurut saya

  23. aku yakin para perokok itu sudah mengerti dan sadar betul akibatnya. tapi tetep saja ada yang bilang, ‘belum ada sejarahnya orang mati karena rokok’. ya memang belum ada orang yang tersedak rokok sampai mati. tapi efek berkelanjutannya itu lho…

    ok deh, silakan yang suka merokok untuk merokok. tapi mbok ya jangan ngajak-ngajak kita yang ngga ngrokok untuk ikut ngisep asepnya… aku paling ngga suka orang yang merokok di ruangan berAC dan di kendaraan umum. bener- bener tidak berperikemanusiaan…

  24. Ndlepus iku kabeh, di sekolahku aja masih ada guru yang ngrokok. Padahal sekolah itu masuk salah satu daerah dilarang merokok…. Lha kalo gurunya aja ngroko’ piye tho muridnya?

  25. pemerintah gag melarang untuk merokok kok, tapi melarang untuk merokok di tempat umum, ya ga dit?
    jadi bagi temen2 yang mau merokok, silakan saja (it’s your choice), tapi mohon liat sekeliling, jangan sampe membuat orang lain tidak nyaman. hehehe

    hai dit..ayo jengjeng ke nusakambangan…

  26. I choose a left one,,hahahahaha…boleh juga tuh klo bungkus rokoknya kayak gitu.. Tapi emang sih perokok,khususnya di Jakarta ga tau tempat. Mungkin matanya udah tertutup sama asap rokok,jadi mereka ga liat sekelilingnya.

    Salam Kenal..

    -nanto-

  27. sejauh mata memandang.. masih banyak puntung rokok di sembarang tempat…

    sejauh hidung ini mengembara.. asap rokok masih tajam tercium..

    sejauh mana perda rokok diterapkan??

  28. @ nino: err.. saya malah berharap fatwa pengharaman rokok bisa segera keluar
    @ latree: betul! Kalo bosan hidup sehat, jangan ngajak2 orang lain ya
    @ mastongki: ingatkan saja gurunya. Saya yakin gurumu paham apa “manfaat” rokok untuk tubuhnya
    @ maruria: betul, Mbak. Perda itu soal pelarangan meroko di tempat umum, kok. Nusakambangan? Serem, Mbak! Horor!
    @ rian xavier: Susah tapi boleh kan terus diusahakan
    @ adinata: sebagian besar bisa jadi menganggur, atau berusaha bekerja di sektor lain
    @ nanto: mungkin kita perlu desain bungkus rokok yang lebih informatif mengenai efek rokok ke kesehatan
    @ lupek: sayangnya banyak juga perokok yang nyaman2 saja merokok di tempat umum
    @ istantina: dan ke mana pun kaki melangkah, rokok dengan mudah disa didapatkan dalam harga murah
    @ boyin: saya juga berharap Perda itu bisa bawa perubahan yang lebih baik

  29. Dan meskipun MUI ngasih statement kalo rokok ntu kharam, aku masih enjoy aja ma rokok… nikmat ga harus di cari alasan kenapa melakukannya sich, se enggaknya aku nyoba ga nggangu manusia laen yg ga ngerokok…

    dan non, mati bisa kapan aja dengan cara apa aja… ngyahaa..

  30. Hahaha… Jadi inget, gara2 para perokok aktif kumpret itu, Saya diopname di rumah sakit kena pnuma thorax. Sampai sekarang juga masih ada sisa-sisanya…

    Intinya, klo merokok jgn ditempat umum. Di ujung dunia sana! (ada yg ujung dunia?)
    Masalah ekonomi? Itu juga alasan klise. Biasa, paradox manusia… Mempertahankan yg buruk, membuang yg baik.

    Kok jadi curhat? Gak curhat, cuma berbagi dendam…

  31. @ emyou
    Saya juga berharap Perda ini bisa segera ditetapkan. Malah kalau b isa lingkupnya diperluas, tidak sekedar peraturan daerah
    @ r1d0aja: Mati memang bisa kapan saja dan dengan cara apa saja. Tapi setidaknya ketika hidup, lakukan yang terbaik untuk diri dengan tidak merokok
    @ utchanovsky: SELAMAT! Semoga istiqomah di jalan yang benar!
    @ yogie: Betul. Mari kita dukung supaya peraturan serta punishmentnya bisa lebih tegas lagi
    @ iwan/igor: Nggak usah nunggu sampe bolong beneran kan?
    @ fauzan: Bisa berhenti! Alihkan saja perhatian ke kegiatan lain, misalnya makan buah.
    @ iman: bener banget. Emang perokok mau tanggung kalo orang jadi kanker gara2 kelakuan mereka?
    @ nirleka: iya, merasa sesak karena asap rokok orang lain kan ga enak. KESALnya itu lho..
    @ gobet: lebih rugi kalo semakin banyak warganya yang menderita penyakit pernafasan dan akibatnya tidak bisa produktif
    @ kishandono: dan semoga pilihan kita masing2 sudah dipertimbangkan baik dan buruknya, serta siap dengan resikonya

  32. pabrik rokok di indonesia banyak, klo rokok dilarang beneran pengangguran banyak dah… orang di luar negeri mah ga peduli, wong mereka ga kerja di perkebunan tembakau ataupun pabrik rokok πŸ˜€

  33. the fact is… kalo orang kena kanker, dan dia perokok.. maka bakal dibilang “Tuh kan!!! lo kanker gara2 rokok sih!!!”.. kalo non-smoker kena kanker, bakal dibilang “pasti dia perokok pasif dan sering berada di sekitar perokok”… intinya rokok itu berbahaya, karena udah tercipta stigma bahwa rokok berbahaya… hidup perokok!!! hihi

  34. klo maleb,,slm yg perokok itu keluarga,atau dia ada di deket2 kita dan ngerokok,dijamin bkl maleb semprot..

    tapi klo org lain..yah,,yg mati dia ini (seleksi alam aja)
    tar klo perokok pd matikn,,bumi jadi lebih bersih,,hehehe….

    *usul : kadar nikotinnya ditambah aja sm perusahaan rokok,,biar matinya lebih cepet,,ups… πŸ˜›

  35. oya,,pabrik rokok nimbulin penggangguran??ktnya sih tenaga buruh pabrik rokok cuma ada 2%,,dan klo ngomongin kesejahteraan upahnya “katanya” juga di bwh UMR..

    drpd ngabis2in duit pemerintah buat kampanya anti rokok, mending duitnya buat pengalihan tenaga kerja phk-an pabrik rokok yg ditutup deh..gk kaya juga Indonesia punya pabrik rokok…bullshit aja tu alesann…

  36. aku mau ngomong diluar pelarangan merokok ditempat umum ya. hanya masalah merokok.
    buktinya simbah2ku dan sodara2nya mencapai usia 70-80 keatas, walaupun perokok berat. bahkan mbah buyut usia 100 lebih. biar fair, kayaknya perlu bikin statistik yg mencakup keduanya deh.
    lagian, ribuan orang yg terserap dan keluarganya yg hidup dari sektor itu akan dikasih makan apa, bila tiba2 banyak orang menghentikan rokok ? apa sudah ada yg memikirkan itu ?
    yuk kita bareng2, jangan cuma mikir menghentikan rokok, tapi nasib orang dibalik itu. oke ? peace !

  37. Perdanya kurang ampuh, sangsinya kebangeten sih.
    Coba kalo dendanya cuman 35.000 diambil paksa langsung dari dompet
    ato push-up 17 kali pake satu tangan
    ato berdiri kaki satu setengah jam sambil tangannya pegang kuping
    ato disuruh nulis “aku tidak akan merokok di tempat umum” tujuh halaman folio bolak-balik
    ato nyapu trotoar 500 meter
    ato digundulin separo

    mungkin orang-orang akan kapok
    (apa tidak mungkin?)

  38. @ wongbagoes: contohlah Malaysia. Konon pemerintahnya bisa mengalihkan pekerja pabrik rokok ke perkebunan tanaman lain
    @ kenji: betul. Mereka cuma modalin doang. Rokok dilarang, bisa investasi di bidang lain
    @ ichanx: yeh, hese dibere nyaho yeuh!
    @ maghleb: ah, hanya nikotin yang ditambah? Pajaknya juga dong
    @ aLe: Alhamdulillah, jangan merokok lagi ya, Le!
    @ lala: tuh baca kata Lala! :mrgreen:
    @ goenoeng: ya, tapi setiap manusia berkesempatan dan berhak untuk menjalani hidup dengan sebaik2nya, salah satunya adalah dengan tidak menjaga kualitas kesehatan. Mengenai pekerja pabrik rokok, apakah mereka benar-benar disejahterakan dengan bekerja di sektor tersebut? Di sinilah dibutuhkan komitmen bersama, misalnya menyediakan lapangan kerja di bidang lain, yang minin mudharatnya
    @ arip: atau disuruh ngepel pelataran Monas mungkin? πŸ˜€
    @ hafiz: apakah itu “mati pucuk”?
    @ mpokb: memang aneh, seperti menempatkan kaki di dua perahu

  39. Duh, saya perokok berat
    Jadi ingat, katanya rokok itu “Tuhan Sembilan Centi” itu kata Taufik Ismail

    Dan mungkin kata sebagian perokok itu, hehehehe…
    makanya rokok tetep disembah bagi sebagian perokok dan sekalian dibakar dan hisap
    bagi sebagian pemimpin negeri ini, nggak jauh beda, pajaknya juga disembah-sembah hehehehe πŸ˜€

    duh.. kenapa komen saya seserius ini ya?, padahal tadinya cuman mau bilang kalo saya ini perokok, itu aja, titik!.

  40. hmmm, numpang ngobrol
    merokok sudah jelas membahayakan kita semua..
    ingatlah, untuk para suami… membunuh para istrinya dan anak2nya pelan2 akibat rokok yang mereka hisap
    inget ya, ga cuma kanker paru aja lho, perokok pasif bisa merupakan tersangka kanker2 laen

    sudah sangat banyak kasusnya..

    thx u..salam kenal buat semua

  41. o iya..gue juga postingan tetntang rokok…check my blog yah
    saya bersimpati pada perokok2 yg telah bersusah payah menghentikan bad habitnya, tapi tetep gak bisa..
    ora popo mas.
    semangat wae, niat wis diitung siji

  42. Pemerintah membuat aturan tentang merokok. Pemerintah juga membuat aturan tentang produksi rokok. Pemerintah juga harus membuat aturan tentang produksi tembakau. Pemerintah juga semestinya membuat aturan perlindungan terhadap petani tembakau. Pemerintah juga selayaknya membuat aturan tentang perlidungan bagi konsumen rokok.

  43. Kalau bicara perokok dan bukan perokok, pasti jumlah perokok jauh lebih sedikit dibandingkan yang ‘bukan perokok’. Dikaitkan dengan hak azasi manusia maka sudah sepatutnya, diberlakukan larangan merokok di tempat-tempat umum, namun di tempat-tempat umum tersebut harus disediakan tempat khusus merokok, seperti misalnya kalau kita ke mal-mal ada tempat khusus tempat menunggu untuk sopir. Sama juga mestinya disediakan tempat khusus untuk menyusui.

    Pemerintah sudah seharusnya, menjadikan penyediaan fasum seperti itu sama halnya dengan tempat sembahyang, dll sebagai syarat dalam mengeluarkan IMB. Jadi desain suatu mal harus menyediakan tempat sembahyang, tempat menyusui, tempat merokok, toilet.

    Pertanyaannya …. Bisa nggak ? Bisa (khan bersama kita bisa). Mau nggak ? Nah ini yang susah ngejawabnya.

  44. Susah di indonesia siapa sie yang ngak merokok,
    Coba lah pajak untuk rokok tuh dinaikan barang 900% bakal berkurang sendiri tuh perokok,

    Dijepang sana merokok bukan pada tempat nya dan merokok d bawak umur bisa masuk penjara loh

  45. @ jedag-jedug: Tuhan Sembilan Centi? Wah menduakan TUhan itu namanya.. :mrgreen:
    @ preventordoctor: iya nih, kami perokok pasif tak mau ikutan kena kanker paru-paru!
    @ arief: sayangnya peraturan sudah banyak, tapi yaa penerapannya tidak tegas
    @ gilijk: nah, saya mau. Semoga lebih banyak orang yang mau berkomitmen untuk mengatasi candu rokok ini. KITA BISA KALAU MAU!
    @ angga labyrinth: Pajaknya dimahalin? Betul itu, bagus!
    @ ikhsan: rokok… i hate it..
    @ garasi komputer: iya, kalau merokok jangan deket-deket apalagi ngajak orang ya πŸ˜€
    @ ariawan: penerapannya memang belum maksimal. Semoga selekasnya bisa nyampe stasiun-stasiun
    @ maleb: lebih bagus lagi di padang pasir, supaya nggak ngeganggu orang
    @ fajar ramadhitya: memang masih jauh banget, mari kita sukseskan!

  46. Pingin Ngepel Jalan SUDIRMAN deh kalau ngomongin Perda yang ada di Jakarta. Gubernurnya saja sableng dan gemblung.

    ee..tuh gambar paru-paru bagus ya kalau dicantumkan di setiap kotak rokok, kasihan si Pitoe tuh.

  47. Alhamdullilah saya tidak pernah merokok saya batang rokok pun, karena:
    1. Tidak punya alasan kenapa harus merokok.
    Analisis sebab2 sekitar saya merokok: Gaul, Persahabatan, Gengsi, kan Laki-laki, Ndak Pede, Mulut Kecut, Ketagihan (Kalo ndak, ada yang kurang). Bisa terlewati klo ada niat.
    2. Saya mengibaratkan orang merokok di depan umum, seperti orang kentut di depan umum tapi ndak malu. Orang klo kentut kan sebentar, dan malu mengganggu karena bau, padahal efeknya hanya 1 menit. Bayangkan Anda merokok yang jelas tidak hanya baunya yang menyakitkan bagi yang tidak suka rokok, tapi juga mematikan Anda sendiri, waktu yang Anda habiskan tuk merokok lebih dari 5 menit, dan Anda tidak malu…bayangkan…keras kepalanya Anda.
    3. Masih percaya orang pintar (Dokter). Kalo Anda sakit gigi, sakit kulit, melahirkan, patah tulang, komplikasi kemana Anda pergi? ke Dokter khan…ketika para Dokter menyatakan dengan bulat bahwa rokok berbahaya….Anda bilang ahh masa bodoh…Bayangkan jika Anda sakit seperti yang sudah disebutkan kemudian ke dokter…kemudian Dokternya bilang buat apa lu kesini…bagaimana perasaan Anda…sakit banget khan…nah itulah perasaaan saya sebagai bukan perokok, jika melihat Anda merokok di sebelah saya….kalo tidak ingat pasal penganiayaan, saya tonjok2 langsung…..

  48. Yah, gw sendiri jg pnh liat polisi yg ngerokok.. So, gmn peraturan sendiri diterapkan???
    Gw pengen bgt bisa nyiram org yg ngrokok…hohoho Atau gak rokoknya diambil trus tempel ke bibir yg ngrokok…
    hohoho

  49. SETUJU!!!!!!!!!

    Jangan lagi ada asap rokok…

    kematian mengincar siapa saja yang merokok.. apalagi yang perokok pasif.. huft. kasian ya yg perokok pasif tapi harus terbiasa makan asap gak guna itu.

  50. Ulama Harus Ikut Pikirkan Dampak Fatwa Haram Rokok

    Meski masih dalam tahap wacana, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikabarkan akan mengeluarkan fatwa haram merokok bagi umat Islam. Isu ini dapat menjadi kontroversi baru karena bisa membuat punahnya sebuah ekosistem dan komunitas yang sudah mapan.

    Persoalannya, tentu adalah bagaimana mengatasi krisis yang terjadi pasca fatwa haram oleh MUI. Siapakah yang bertanggungjawab atas dampak negatif dari dikeluarkannya fatwa ini ? Apakah MUI juga sudah memikirkan dampak-dampaknya ?

    Memang, seharusnya MUI ikut memikirkan dan turut bertanggungjawab atas dampak negatif yang ditimbulkan oleh fatwa ini. Sayangnya, pengalaman saat pelarangan Ahmadiyah yang memicu kekerasan antar kelompok beragama (yang menimbulkan kerusakan aneka fasilitas), peran MUI pasca pelarangan itu, secara sosial maupun ekonomis terkesan sangat kecil.

    Padahal, jika fatwa rokok haram diluncurkan pun pasti dampak sosial ekonomisnya juga akan luar biasa besar. Rokok merupakan salah satu penyumbang devisa bagi negara, dan juga penyumbang berbagai kegiatan (sponsorship) bahkan dalam event resmi pemerintahan dan keagamaan.

    Bukan itu saja, berapa juta orang yag akan mendapat kesengsaraan akibat masalah ini. Pengusaha dan karyawan pabrik rokok, meskipun banyak barangkali masih bisa dihitung. Tetapi, berapa jumlah tetangga kita yang menjadi tukang rokok di sepanjang jalan, tentu jumlahnya akan menjadi sangat banyak.

    Dalam konteks ini, kita mengharapkan agar para ulama juga turut membantu memikirkan nasib dan masa depan jutaan komunitas manusia yang menggantungkan hidupnya kepada industri rokok. Terima kasih.

    Hans Suta Widhya

  51. berbagai macam tanggapan orang mengenai sigaret yang membuat kanbol (kantong blolong) memang, sulit untuk di hentikan. tapi saya peduli terhadap orang yang ga meroko. kasihan mereka, perokok pasif adalah imbas dari para perokok yang ga mau pedili orang disamping mereka. Perda nya bagus. tapi aplikasinya mengecewakan.

  52. ya ya baru kemaren tuh saya tumben2an naik angkot yang 3 penghuni didalamnya merokok!!! Padahal ini di jkt yang biasanya paling cuma supirnya aja yg ngerokok…

    padahal kemaren2 klo ke bandung saya pasti bakal nyinyir klo naek angkot “huh, bandung payah, masih banyak yg suka nerokok di angkot!”

    apa ini tandanya saya musti beli mubil ya hehehe…

  53. Sulit menjalankan PERDA pelarangan merokok di tempat umum atau semacamnya karena pemerintah butuh hasil cukai rokok yang bejibun dan pekerja di bidang rokok sangat banyak…
    Sulit juga buat ulama bikin fatwa haram tentang rokok…. Karena kyai-nya kebanyakan juga perokok :))
    Rusak… rusak…

  54. Sebetulnya bagus perda ini, tapi sayangnya penerapanya tidak konsisten. Saya sendiri sech gk ngrokok, jd santai2 aja,,,, cuamn kadang klo pas d tempat umum ngrasa keganggu klo sebelah kita ada yg ngrokok d sembarang tempat…ufffff

  55. sebagian besar orang kaya indonesia berbisnis rokok….berbeda dengan orang kaya LN yang biasanya berbisnis IT atau telekomunikasi….

    inilah indonesia……tanah airku…

  56. Begitulah Indonesia Non,,,hukumnya galak diatas kertas,..tapi prakteknya sangat feminin dan banyak toleransi,,, .Di Malaysia hukum dan pelku hukum sangat disegani..

    ..oh ya ana lupa..di Indonesia devisa dari rokok sangat besar lho..so qt g’ bisa terlalu berharap rupanya..

  57. petugas: (pede karena perda rokok) mas mas…jangan ngerokok ditempat umum dan ramai begini, asapnya bisa kena orang.
    R021:wewww…. bapak petugas ini gimana to, tadi saya ngebul disini gak ada orang. lagian mereka kesini kan ngantri mau ngebul…….
    Petugas:(sambil nengok ke samping) ooo “area bebas merokok”.

  58. kawand,,insyaAllah organisasi mahasiswa kesehatan indonesia bakal mewujudkan Indonesia bebas rokok, mohon dukungannya y..
    ni kita dalam tahap perjuangin area bebas rokok bukan hanya di kota besar, tp jg d sluruh wil d ind.
    ^_^

  59. Merokok itu merugikan diri sendiri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita.
    Pertama nguras isi kantong, uang buat makan keluarga and bayar sekolah anak malah buat beli rokok.
    Kedua nyakitin badan sendiri, juga nyakitin badan orang lain, soalnya kalo ngerokok gak ngeliat tempat. Asal kepingin langung tancap gas, bul bul bul …
    Sayangnya banyak orang yang sadar tapi gak mau ninggalin kebiasaannya, heran seribu heran???

  60. perokok adalah orang yang paling bodoh. Sudah jelas dibungkus rokok tertulis ‘Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi , dll…’ masih ajah ngrokok. Guwe paling sebel kalo ada orang ngroko di depan guwe tanpa seijin guwe.

  61. Di Indonesia ini memang sudah kaya akan aturan dan bahkan setiap tahun atau setiap pergantian masa pemerinthan selalu ada perubahan aturan, cuma yaitu dalam pelaksanaan selalu tidak seideal aturannya πŸ™

  62. Setuju banget klo dibuat packaging nya dgn gambar spt itu..tapi sayangnya pemerintah msh setengah hati utk melarang total..secara incoome yg besar dari cukai tembakau & petugasnya juga gak bisa menghentikan kebiasaan merokok..

  63. pelarangannya merokok di tempat umum sepeertinya juga tidak bisa di terapkan punishmentnya.
    atau punishmentnya yg terlalu tinggi. yang jelas perlu di kaji ulang

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top
%d bloggers like this: