Kartu Nama Gratis Nonadita
Don’t judge a book by it’s cover.
Kalimat ini biasa terucap sebagai pengingat untuk tidak menilai seseorang berdasarkan tampilan luarnya. Alias keindahan fisik atau barang-barangnya semata. Seringkali kalimat ini benar, namun ada kalanya tidak.
Nyatanya, acapkali kesan pertama mengenai seorang teman atau klien saya dapat dari penampilan kartu namanya. Cara menyampaikan kartu nama kepada klien atau desain kartu nama seakan berbicara mengenai nama dan perusahaan yang tertera padanya, Tak dipungkiri memang, kartu nama masih menjadi media promosi yang berguna, bahkan di era digital seperti ini.
Sejak SMP, beberapa kali saya membuat kartu nama dengan kepentingan yang berbeda. Udah eksis sejak dulu gitu. Beragam kartu nama ini ada yang berisi alamat rumah dan telepon (STD), sebagai pengurus ekskul pers mahasiswa, sebagai karyawan di kantor sekarang dan kini sebagai blogger.
Buat saya, kartu nama masih menjadi salah satu senjata penting dalam pergaulan. Walaupun sekarang kartu telah menjelma jadi VCard yang lebih praktis, namun ada beberapa hal yang tetap tak tergantikan. Pengalaman menyentuh helaiannya dan menikmati desain adalah dua diantaranya. Selain itu, masalah teknis saja. Terkadang bertukar VCard bisa merepotkan, karena ponsel teman tidak selalu support format tersebut. Ponsel Samsung saya adalah salah satunya.
Maka ketika Mas Agus Mulyono menawarkan untuk membuat kartu nama GRATIS untuk saya, saya setuju tanpa ragu.
Nggak cuma untuk saya, sebenarnya. Kartunama.net meluncurkan promo pembuatan kartu nama gratis untuk 50 blogger yang mendaftar di situsnya. Ada beragam desain gratis yang bisa dipilih di sana. Tertarik? Silakan cari info lebih lanjut di sana.
Kartu nama saya sederhana saja, berisi blog dan alamat kontak di internet. Berhias mug yang menjadi avatar saya selama ini. Silakan buat kartu namamu sendiri! Enak kan kalo kopdar bisa sekalian tukaran kartu nama, memudahkan untuk blogwalking setelahnya.
Moral postingan ini: Media berformat digital tidak selalu memunahkan media komunikasi konvensional yang berbasis kertas. Ada kalanya saling melengkapi, contohnya seperti kartunama untuk para blogger ini.
Terima kasih, Mas Agus! Semoga sukses promonya. ^^


wah kira2 kalau kita pesan kartu nama dapat berapa sih ?
pengen tau berapa harganya …terus jumlah kartu nama yang didapat berapa ?
mau mauuuu
Ugh !
aku pasti dah telat, lah tau rumahmu aja barusan.
hiks….(ceritanya nangis*
Yup !
wuuuuaaah. . Gratisan lagi nich… mau dong Nona Dita . . caranya gimana Non..?
gratis.. gratis… dah pasti diserbu… cape deh… *plak*
kira… buat saya masih ada yg gratisan gak yak *grin*
Gambar kartu namanya kurang Gde….
kyaa
minta dong kak
punakawan network mau dunk kartu namanya???
^_^
Saia mau kartu namanya nonadita ajah
tradisi kartu nama jaman doeloe memang wajib dilestarikan.
sy stuju abizz.
Gambar kartu namanya kurang,
Artikel yg interesting..izin di save doeloe iaa mbak..
hiks .. terlambat berbulan² ….
msh ada ta non dita??????
kartu namanya gak keliatan…..terlalu kecil,tapi ceritanya menarik…..nice story!!!
aku udah punya kartu nama, tapi sejak di cetak hingga berbulan-bulan masih utuh, cuma kepakai beberapa aja
Kartu namaku koleksi tempat kerjaku dulu.