<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Film Pertaruhan: Menyoal Otonomi Perempuan</title>
	<atom:link href="http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/</link>
	<description>enjoy this life</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 16:39:42 -0800</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: fahmee</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-4877</link>
		<dc:creator>fahmee</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 07:16:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-4877</guid>
		<description>gak sempet nonton....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gak sempet nonton&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: reez</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-4835</link>
		<dc:creator>reez</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 12:29:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-4835</guid>
		<description>bagus juga neh film hehehe...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bagus juga neh film hehehe&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: momma enigma</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-4238</link>
		<dc:creator>momma enigma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 08:50:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-4238</guid>
		<description>menarik sekali perbincangan di sini. saya sudah nonton film pertaruhan itu di Metro TV. film ini menjadi salah satu film indonesia yang lolos untuk mengikuti Berlin International Film Festival. testimoni penonton di sana, kebayakan mengaku sedih dengan nasib perempuan-perempuan di indonesia, bahkan penonton perempuannya banyak yang menangis ketika menonton film ini.
satu hal yang terlintas dalam pikiran saya setelah menonton film ini, sebagai perempuan, adalah ketidakberdayaan. saya tidak mengatakan bahwa secara general perempuan indonesia atau di seluruh dunia, terperangkap dalam tubuhnya sendiri. namun kita tidak bisa menutup mata dengan kenyataan yang terjadi di sekitar kita. saya tidak mengerti mengapa banyak sekali perempuan tanpa sadar sudah tenggelam ke dalam stereotipe peran perempuan yang terlanjur terdefinisikan secara salah di masyarakat, seperti harus di rumah, nurut suami, menjaga anak dengan baik, dan peran-peran malaikat lainnya. seperti yang raffael bilang, seakan-akan perempuan yang leha-leha di rumah dan hidupnya ditanggung suami adalah solusi yang mengagungkan perempuan dan dimana seharusnya perempuan berterima kasih pada solusi itu (saya jd ingin tau, raffael sudah menikah ato belum ya? :)).

ga bisa dipungkiri kalau agama punya peran terhadap pembentukan stereotipe2 itu. tapi setelah saya kaji, bukan agama yang salah, tapi pemahaman orang-orang yang mengikutinya yang seringnya salah dan tidak mengembalikan pada hukum agama-agama manapun di dunia: rahmatan lil&#039; alamin. bila dasar hukum ini diterapkan tentu stereotipe yang beredar di masyarakt tidak akan memenjarakan peran perempuan. saya setuju perempuan di rumah mengurus rumah dan anak, tapi bukan semata-mata saya HARUS melakukannya karena agama menyuruh saya, saya mau melakukan itu karena saya sayang suami dan anak saya dan tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan itu lebih baik dari saya, dan apabila sewaktu-waktu saya INGIN bekerja, saya akan memulai karir demi kepuasan batin saya sendiri. saya pasti nurut sama suami semata-mata karena suami adalah pemikir hebat dalam menahkodai keluarga, bila saya punya ide lebih baik, sayapun punya kebebasan berpendapat. kalau saja esensi dari peraturan agama yang menyentuh isu gender tidak disalah artikan seakan-akan perempuan adalah masyarakat kedua, saya yakin, kerjasama pria dan perempuan akan melahirkan kesejahteraan bagi semua.

saya rasa kesetaraan gender tidak mungkin terjadi. namun saya optimis dengan ide kesetaraan peran, dimana kasih sayang (rahmatan lil alamin) menjadi pondasinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menarik sekali perbincangan di sini. saya sudah nonton film pertaruhan itu di Metro TV. film ini menjadi salah satu film indonesia yang lolos untuk mengikuti Berlin International Film Festival. testimoni penonton di sana, kebayakan mengaku sedih dengan nasib perempuan-perempuan di indonesia, bahkan penonton perempuannya banyak yang menangis ketika menonton film ini.<br />
satu hal yang terlintas dalam pikiran saya setelah menonton film ini, sebagai perempuan, adalah ketidakberdayaan. saya tidak mengatakan bahwa secara general perempuan indonesia atau di seluruh dunia, terperangkap dalam tubuhnya sendiri. namun kita tidak bisa menutup mata dengan kenyataan yang terjadi di sekitar kita. saya tidak mengerti mengapa banyak sekali perempuan tanpa sadar sudah tenggelam ke dalam stereotipe peran perempuan yang terlanjur terdefinisikan secara salah di masyarakat, seperti harus di rumah, nurut suami, menjaga anak dengan baik, dan peran-peran malaikat lainnya. seperti yang raffael bilang, seakan-akan perempuan yang leha-leha di rumah dan hidupnya ditanggung suami adalah solusi yang mengagungkan perempuan dan dimana seharusnya perempuan berterima kasih pada solusi itu (saya jd ingin tau, raffael sudah menikah ato belum ya? <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>ga bisa dipungkiri kalau agama punya peran terhadap pembentukan stereotipe2 itu. tapi setelah saya kaji, bukan agama yang salah, tapi pemahaman orang-orang yang mengikutinya yang seringnya salah dan tidak mengembalikan pada hukum agama-agama manapun di dunia: rahmatan lil&#8217; alamin. bila dasar hukum ini diterapkan tentu stereotipe yang beredar di masyarakt tidak akan memenjarakan peran perempuan. saya setuju perempuan di rumah mengurus rumah dan anak, tapi bukan semata-mata saya HARUS melakukannya karena agama menyuruh saya, saya mau melakukan itu karena saya sayang suami dan anak saya dan tidak ada yang bisa melakukan pekerjaan itu lebih baik dari saya, dan apabila sewaktu-waktu saya INGIN bekerja, saya akan memulai karir demi kepuasan batin saya sendiri. saya pasti nurut sama suami semata-mata karena suami adalah pemikir hebat dalam menahkodai keluarga, bila saya punya ide lebih baik, sayapun punya kebebasan berpendapat. kalau saja esensi dari peraturan agama yang menyentuh isu gender tidak disalah artikan seakan-akan perempuan adalah masyarakat kedua, saya yakin, kerjasama pria dan perempuan akan melahirkan kesejahteraan bagi semua.</p>
<p>saya rasa kesetaraan gender tidak mungkin terjadi. namun saya optimis dengan ide kesetaraan peran, dimana kasih sayang (rahmatan lil alamin) menjadi pondasinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kareeza blanko</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-4147</link>
		<dc:creator>kareeza blanko</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:21:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-4147</guid>
		<description>sunat menyunat pd perrmpuan di indonesia memang banyak ragamnya dan caranya. menurut yg pernah saya lihat sih, di ranah sunda, sunat pada bayi perempuan itu hanya sekedar “dicungkil” pake ujung gunting kecil, tanpa ada darah sama sekali dan bukannya digunting. yang dicungkil pun hanya seperti mengeluarkan lemak/kotoran yg ada pada ujung miss V si baby</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sunat menyunat pd perrmpuan di indonesia memang banyak ragamnya dan caranya. menurut yg pernah saya lihat sih, di ranah sunda, sunat pada bayi perempuan itu hanya sekedar “dicungkil” pake ujung gunting kecil, tanpa ada darah sama sekali dan bukannya digunting. yang dicungkil pun hanya seperti mengeluarkan lemak/kotoran yg ada pada ujung miss V si baby</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: el shinta</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-4117</link>
		<dc:creator>el shinta</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 12:43:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-4117</guid>
		<description>Makasih ya....
Dah srig bgt ksih komen&amp;merhatiin tulisan&quot;ku !
:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Makasih ya&#8230;.<br />
Dah srig bgt ksih komen&amp;merhatiin tulisan&#8221;ku !<br />
 <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kw</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-3982</link>
		<dc:creator>kw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 15:05:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-3982</guid>
		<description>wah blm sempat nonton nih filmnya ucu.. :(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah blm sempat nonton nih filmnya ucu.. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Joni</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-3942</link>
		<dc:creator>Joni</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 08:58:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-3942</guid>
		<description>Tika mo disunat yaaa ???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tika mo disunat yaaa ???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Luigi</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-3902</link>
		<dc:creator>Luigi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 15:58:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-3902</guid>
		<description>Neng,

Perihal perempuan, gender dan empowerment on women serta persamaan hak dan lain sebagainya.. juga banyak diatur oleh badan dunia macam PBB serta Specialized Body of the UN --&gt; UNIFEM, perlu juga diketahui bahwa apa yang terjadi dengan perempuan dan hak atas tubuhnya - pada daerah pasca-konflik seperti dibanyak negeri di afrika masihlah jauh tertinggal dari prjuangan kamu mereka di belahan bumi lainnya... semoga melalui film ini kita semua bisa sadar akan peranan dan kontribusi masing</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Neng,</p>
<p>Perihal perempuan, gender dan empowerment on women serta persamaan hak dan lain sebagainya.. juga banyak diatur oleh badan dunia macam PBB serta Specialized Body of the UN &#8211;&gt; UNIFEM, perlu juga diketahui bahwa apa yang terjadi dengan perempuan dan hak atas tubuhnya &#8211; pada daerah pasca-konflik seperti dibanyak negeri di afrika masihlah jauh tertinggal dari prjuangan kamu mereka di belahan bumi lainnya&#8230; semoga melalui film ini kita semua bisa sadar akan peranan dan kontribusi masing</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: smartnbeauty</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-3884</link>
		<dc:creator>smartnbeauty</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 18:07:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-3884</guid>
		<description>cerita tentang derita perempuan memang tidak pernah ada habisnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cerita tentang derita perempuan memang tidak pernah ada habisnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: bhoim</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/comment-page-1/#comment-3874</link>
		<dc:creator>bhoim</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 05:37:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comment-3874</guid>
		<description>yah sepengetahuan saya yang paling dasar, dan dibantu dengan pemberitahuan pada guru2 di sekitar saya, bahwa sunat bagi perempuan itu mengandung sedikit mencegah dari pada halnya penyakit, dan juga masuk dalam bab kesucian. sama halnya dengan laki&quot;, kalo gak disunat (khitan) di dalam kulit &quot;sana&quot; terdapat banyak kotoran yang tersisa sehabis membuang kotoran kecil. dan kotoran yang tersisa disana, adalah sebagai najis.

hehehehehehhe.... maap kalo ada ke-sotoy-an yang gak disengaja. karena itu pengetahuan dasar dari saya.... huhuhuhuhuh.......</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah sepengetahuan saya yang paling dasar, dan dibantu dengan pemberitahuan pada guru2 di sekitar saya, bahwa sunat bagi perempuan itu mengandung sedikit mencegah dari pada halnya penyakit, dan juga masuk dalam bab kesucian. sama halnya dengan laki&#8221;, kalo gak disunat (khitan) di dalam kulit &#8220;sana&#8221; terdapat banyak kotoran yang tersisa sehabis membuang kotoran kecil. dan kotoran yang tersisa disana, adalah sebagai najis.</p>
<p>hehehehehehhe&#8230;. maap kalo ada ke-sotoy-an yang gak disengaja. karena itu pengetahuan dasar dari saya&#8230;. huhuhuhuhuh&#8230;&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
