Beberapa hari yang lalu, saya berpartisipasi dalam Freedom of Sharing (FreSh), sebuah pertemuan bulanan para IT enabler (ini istilahnya bener nggak sih? :mrgreen: ). Topik FreSh kali itu adalah “Social Enterpreneurship and Online Movement for Social Change”. Berlokasi di The Only One Club, FX Plaza, ratusan orang datang untuk berbagi bersama.

Grace Sai, pendiri Books for Hope mengawali presentasi dengan penjelasan mengenai social entrepreneurship, praktek melakukan perubahan sosial melalui penerapan prinsip-prinsip entrepreneurship. Melalui social entrepreneurship, maka tidak hanya profit/keuntungan yang dicapai, tapi adanya peningkatan kesejahteraan massal yang bisa digapai. Namun,tentu saja konsep baru ini tidak terlepas dari pro dan kontra. Ada saja kalangan yang menganggap bahwa social enterpreneurship dapat dikatakan sebagai: menolong orang susah kemudian membisniskannya. Grace menjelaskan bahwa konsep ini tujuan utamanya bukan maximizing profit, tapi bertujuan untuk sebuah perubahan sosial.

Books for Hope sendiri adalah gerakan sosial yang bertujuan untuk memberikan akses informasi terhadap kalangan yang minim fasilitas di daerah-daerah. Bentuknya adalah pendirian perpustakaan bilingual di daerah-daerah. Saat ini sudah tersedia ribuan buku yang disumbang oleh beberapa perusahaan yang bersimpati pada gerakan ini. Sekilas, gerakan ini mirip dengan beberapa kegiatan sosial yang sudah ada, menyumbang buku dan mendirikan perpustakaan. Hal yang membedakan adalah adanya Weekend Enrichment Workshops (WEW) berupa pendampingan untuk kegiatan belajar dan game untuk anak-anak serta pelatihan metode mengajar untuk guru.

Books for Hope akan menjangkau daerah-daerah remote di Asia Tenggara, diawali di Indonesia. Indonesia, negara besar yang menjadi target pelaksanaan banyak program sosial. Tanya kenapa? :roll:

Pada acara tersebut, saya juga berbagi cerita mengenai Unlimited Potential, yaitu kegiatan citizenship Microsoft dan bagaimana saya terlibat di dalamnya. Melalui program Bloggership yang saya sedang jalani, saya mengunjungi dan mendapat tambahan wawasan mengenai kegiatan sosial yang bersifat lebih sustain dan memberdayakan. Ada dukungan fasilitas belajar untuk sekolah yang minim sarana pendidikan, pembinaan usaha kecil hingga pelatihan komputer dan internet untuk keluarga petani dan buruh migran. Semua bernafaskan hal yang sama: akses teknologi dan informasi untuk peningkatan taraf hidup.

Microsoft Unlimited Potential sendiri adalah sebuah payung besar yang menaungi berbagai kegiatan citizenship Microsoft. Program Microsoft MultiPoint dan Community Technology Center yang pernah saya ceritakan hanyalah dua dari sekian banyak program citizenship yang dijalankan. Melalui Unlimited Potential, Microsoft bertujuan mengurangi kesenjangan akses informasi yang dialami oleh 5 milyar penduduk dunia, yaitu mereka yang berada di bagian tengah ke bawah dalam piramida ekonomi dunia. 😀 Programnya jelas, membantu dalam usaha penyediaan teknologi yang dapat sesuai dengan kebutuhan, mudah diakses dan menghasilkan secara ekonomi. Dengan tahu lebih banyak, diharapkan kita bisa berbuat lebih banyak untuk lingkungan.

Berikutnya saya akan menceritakan beberapa keterlibatan saya pada beberapa kegiatan citizenship yang lain. Ada dukungan teknologi dan pelatihan untuk petani hingga kalangan perguruan tinggi. Nantikan saja ceritanya di sini ya. :mrgreen:

Pada FreSh ini pula, saya mengetahui keberadaan gerakan sosial untuk membantu anak-anak penderita kanker. Kegiatan yang dimotori oleh Pandji Pragiwaksono (presenter dan penyanyi rap) ini juga memakai media online sebagai sarana menggalang dukungan. Terdapat situs jejaring sosial c3friends yang sarat informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk membantu anak-anak penderita kanker. Melalui ajakan simpel (click, connect, care), Pandji mengajak kita untuk sama-sama membantu dengan cara paling sederhana: login ke situs tersebut. As simple as that!

Pandji benar, menolong orang tidak harus dilakukan dengan cara yang menyulitkan kita sendiri. Kita selalu bisa menolong dengan cara termudah yang bisa dilakukan. Bila kita adalah pengguna internet yang sibuk, kita bisa membantu sedikitnya dengan login ke situs tersebut. Lebih luas lagi, sebagai blogger kita bisa membantu menyuarakan semangat positif yang ditularkan oleh mereka yang bergiatan dalam berbagai kegiatan sosial. :) We have the power to change the world, right? Every word’s count.

Download: Materi Presentasi Narrowing Digital Divide, Realising Potential and Growing the Economy.