Pagi itu, saya dikejutkan oleh berita akan adanya rekaman video amatiran seputar kejadian gempa di Tasikmalaya beberapa waktu lalu. Teman-teman ramai membicarakan dan facebook pun kebanjiran kunjungan. Kabarnya seseorang telah merekam pertanda akan terjadinya gempa di sana. Direkam secara tak sengaja dan konon bukan video rekayasa. Tapi saya masih waspada, tak percaya seperti biasa.

Sepasang mata tampak di angkasa. Susunan awan berbaris rapi membentuk citra mata yang miripnya luar biasa. Cerita yang menyertainya menyatakan bahwa adegan ini terekam persis sehari sebelum gempa Tasik terjadi. Suara-suara orang di sekitarnya pun seakan meneguhkan cerita ini. Bikin merinding. Nih videonya bisa dilihat di sini.

Video pun beredar dari satu facebook ke facebook lain. Di-retweet di sana dan di sini. Dikomentari dan di-share ke sana ke mari. Sampai Rakyat  Merdeka pun ikut memberitakan video ini. Tampaknya video ini menjadi topik hangat selama beberapa hari.

Tapi kemudian Mbak Feby menemukan hal menarik. Ternyata video ini memiliki kemiripan dengan video yang sudah lama beredar. Adegan dan durasinya sama. Hanya berbeda di suara latar dan kisah yang menyertainya. Bulan Mei lalu, dikabarkan sepasang mata tampak di langit Besakih bertepatan dengan Karya Panca Wali Krama 2009. Dalam artikel ini, tim Balikami menemukan fakta bahwa video yang sama telah direkam pada Oktober 2007, kabarnya sih di Ukraina. Tasikmalaya, Besakih, kemudian Ukraina? :mrgreen:

Bali Ukraina

Ini bukan kali pertama sebuah video beredar dan memancing kontroversi. Biasanya, sebuah fenomena alam menjadi pembicaraan hangat bila telah dikaitkan dengan kebesaran Tuhan dan kebenaran akan agama tertentu. Tak lupa bahwa semua orang punya hak untuk mengklaim fenomena alam adalah bukti kebenaran Tuhannya. Bila hal ini terjadi, tak heran bila ada perdebatan seru yang kemudian mengikuti.

Sayangnya, banyak dari kita yang tidak terbiasa untuk mengecek kebenaran suatu info sebelum kemudian menyebarkannya. Gambar/video heboh atau permintaan golongan darah AB kita broadcast kemana-mana tanpa ada sedikit usaha untuk googling mengenainya. Kemudian kita merasa mendapat pahala, karena telah berpartisipasi dalam dakwah atau telah menolong orang yang sedang susah. Padahal belum tentu kabar tersebut benar adanya.

Apa salahnya menyebarkan video yang menunjukkan keagungan agama yang kita yakini? Bukankah amal baik sudah tercatat bahkan ketika niat baru terucap dalam hati?

Mungkin tidak salah.

Tapi sulitkah bagi kita untuk sedikit bertanya, pada Google atau teman yang cendekia? Mestinya kita jadi lebih tenang ketika informasi yang kita teruskan sudah terbukti kebenarannya, atau setidaknya ada usaha ke sana. Bukan maksud kita harus menunda penyebaran fakta, namun ini ajakan untuk membuat logika kita lebih berdaya. :)

Baca juga:
Fenomena Alam Gambar Dua Mata di Langit Besakih