Sebagai penyuka film dengan efek visual yang dahsyat, saya sudah merencanakan untuk menonton film ini sejak jauh hari. Cuplikan-cuplikan dalam trailernya memang menarik mata, membuat tak sabar ingin menonton kehancuran bumi dalam imajinasi sang sutradara. Soal cerita? Ah spoilernya sudah beredar sejak lama kok, jadi cukuplah niatnya memanjakan mata saja. 😀 Gambarannya sudah terbayang, pesta efek visual yang bombastis dan memesona.

Awalnya saya tak menyangka, bahwa sampai muncul seruan penolakan menonton film ini. Ya yang sempet heboh beberapa hari lalu itu, MUI Malang mengharamkan bila memercayai hal kiamat seperti yang disampaikan dalam film. Itu kan kalau percaya.. kalau cuma pingin liat kecanggihan teknologi film boleh doms ah.. 😈 Lucunya, menurut saya larangan ini justru semakin mempopulerkan film ini. Media massa dan blog-blog personal rame-rame mengulas di sana sini.

Entah ada hubungannya dengan (promosi) film ini atau tidak, sampai-sampai infotainment di TV pun membahas isu kiamat dan pendapat (plus persiapan) para artis. Beberapa topiknya terdengar maksa (mungkin kebagian kue promosi :mrgreen: ) dan seakan nggak ada topik lain. Gimana nggak, lah ada artis yang “dituduh” buru-buru nikah karena takut keburu kiamat. :roll: Paranormal pun jadi naik pentas dan kiamat menjadi topik “menarik” untuk diulas. Walaupun topiknya nggak bagus-bagus banget, lumayanlah bisa melihat cuplikan filmnya. Komentar para artis dan paranormal nggak jadi perhatian saya.

Padahal filmnya pun bukan soal kiamat (baca: hari akhir). Well at least it’s not kiamat as mentioned in our holy Qur’an.. Nggak ada matahari yang mendekat sampai berjarak satu kaki. Kejadiannya pun tidak serentak di seluruh permukaan bumi. Ini cerita tentang bencana besar. Seperti kisah Nabi Nuh di jaman modern, plus bahtera yang padat dengan teknologi canggih. Mungkin sutradara berimajinasi, di masa depan ilmuwan akan setara dengan nabi.

Dari film ini, setidaknya dua hal saya dapat. Satu, saya puas dengan efek visual dalam film karya Roland Emmerich ini. :mrgreen: Dua (ini yang serius), betapapun canggihnya teknologi yang diciptakan oleh manusia terpintar, bila bencana besar datang kita seakan hanya menjadi setitik debu beterbangan di semesta. Ya gambaran kiamat memang membuat gentar, tapi seharusnya membuat semangat beribadah kita jadi berkobar. Jalani aksi untuk jadi orang yang lebih baik lagi dari hari ini.

Pertanyaan postingan ini: Pemirsaaa ……..bila ilmuwan (di dunia nyata) menunjukkan akan datangnya bencana besar pada 3 tahun lagi, apa yang anda akan lakukan hari ini? Adakaaaahhh …… aksi yang anda lakukan untuk menjadikan hidup ini lebih baik? *gaya horor presenter SILET*

Suarakan aksimu, jangan ragu.