Sebagai penyuka film dengan efek visual yang dahsyat, saya sudah merencanakan untuk menonton film ini sejak jauh hari. Cuplikan-cuplikan dalam trailernya memang menarik mata, membuat tak sabar ingin menonton kehancuran bumi dalam imajinasi sang sutradara. Soal cerita? Ah spoilernya sudah beredar sejak lama kok, jadi cukuplah niatnya memanjakan mata saja.
Gambarannya sudah terbayang, pesta efek visual yang bombastis dan memesona.
Awalnya saya tak menyangka, bahwa sampai muncul seruan penolakan menonton film ini. Ya yang sempet heboh beberapa hari lalu itu, MUI Malang mengharamkan bila memercayai hal kiamat seperti yang disampaikan dalam film. Itu kan kalau percaya.. kalau cuma pingin liat kecanggihan teknologi film boleh doms ah..
Lucunya, menurut saya larangan ini justru semakin mempopulerkan film ini. Media massa dan blog-blog personal rame-rame mengulas di sana sini.
Entah ada hubungannya dengan (promosi) film ini atau tidak, sampai-sampai infotainment di TV pun membahas isu kiamat dan pendapat (plus persiapan) para artis. Beberapa topiknya terdengar maksa (mungkin kebagian kue promosi
) dan seakan nggak ada topik lain. Gimana nggak, lah ada artis yang “dituduh” buru-buru nikah karena takut keburu kiamat.
Paranormal pun jadi naik pentas dan kiamat menjadi topik “menarik” untuk diulas. Walaupun topiknya nggak bagus-bagus banget, lumayanlah bisa melihat cuplikan filmnya. Komentar para artis dan paranormal nggak jadi perhatian saya.
Padahal filmnya pun bukan soal kiamat (baca: hari akhir). Well at least it’s not kiamat as mentioned in our holy Qur’an.. Nggak ada matahari yang mendekat sampai berjarak satu kaki. Kejadiannya pun tidak serentak di seluruh permukaan bumi. Ini cerita tentang bencana besar. Seperti kisah Nabi Nuh di jaman modern, plus bahtera yang padat dengan teknologi canggih. Mungkin sutradara berimajinasi, di masa depan ilmuwan akan setara dengan nabi.
Dari film ini, setidaknya dua hal saya dapat. Satu, saya puas dengan efek visual dalam film karya Roland Emmerich ini.
Dua (ini yang serius), betapapun canggihnya teknologi yang diciptakan oleh manusia terpintar, bila bencana besar datang kita seakan hanya menjadi setitik debu beterbangan di semesta. Ya gambaran kiamat memang membuat gentar, tapi seharusnya membuat semangat beribadah kita jadi berkobar. Jalani aksi untuk jadi orang yang lebih baik lagi dari hari ini.
Pertanyaan postingan ini: Pemirsaaa ……..bila ilmuwan (di dunia nyata) menunjukkan akan datangnya bencana besar pada 3 tahun lagi, apa yang anda akan lakukan hari ini? Adakaaaahhh …… aksi yang anda lakukan untuk menjadikan hidup ini lebih baik? *gaya horor presenter SILET*







63 comments
dj master says:
Nov 24, 2009
kiamat ngga terjadi klu cuma nonton tv. tapi kalau rusakkin lingkungan kiamat cepat terjadinya.
nonton tv kiamat ngga perlu dilarang.ntar sadar sendri
lindaleenk says:
Nov 24, 2009
film aneh :p
gunawanrudy says:
Nov 24, 2009
tetap armageddon yang bikin saya kesemsem. *halah*
Anggi says:
Nov 24, 2009
Emang ini film tuh bikin heboh bgt, sampe2 saya punya ekspektasi lebih terhadap sebelum nonton filmnya. Tapi setelah nonton ternyata tidak seperti euphorianya yang mengembar-gemborkan “hari kiamat”.
Kalo saya sih paling dapet pesannya ketika adegan Dalai Lama yg ngajarin muridnya dengan menuangkan minuman ke dalam cangkir hingga luber, sepertinya sih minuman tradisional (lebih mirip bajigur, hehehe). Pesan yang saya tangkap adalah bahwa manusia ini diberi anugrah oleh Allah untuk menerima berbagai macam ilmu pengetahuan, tapi seringkali ilmu2 tersebut luber begitu saja, sia-sia/tidak termanfaatkan layaknya air yang tumpah dari cangkirnya.
Menurut saya menuntut ilmu itu wajib dan baik, tapi mampu mengamalkan ilmu meskipun hanya sedikit, itu lebih baik dan lebih bermanfaat. Jadi manfaatkanlah ilmu yang kita punya walopun sedikit, tapi jangan pernah berhenti mencari dan menuntut ilmu
kawanlama95 says:
Nov 24, 2009
aku setuju itu film bukan tentang kiamat tapi bencana besar melanda beberapa negara. lha wong kiamat kok ada yang selamat .
ierone says:
Nov 24, 2009
itu cuma kiamat sugra (kiamat kecil)
semua bencana itu termasuk kiama kecil
Chic says:
Nov 24, 2009
ah 2012 kan the greatest hoax of the year.. hihihihi
cK says:
Nov 24, 2009
2012 itu khan film untuk promosi piala dunia di Afrika Selatan… *siul siul*
Twitted by nonadita says:
Nov 24, 2009
[...] This post was Twitted by nonadita [...]
Kebon jahe says:
Nov 24, 2009
beli bajakan di kereta ya, nan?
jarwadi says:
Nov 24, 2009
saya baru akan menonton film ini besuk!
ael says:
Nov 24, 2009
hwaa, baru liat juga mbak (highfive) XD
hooh, masih ada kehidupan lagi akhirnya, hahaha
afreeze says:
Nov 24, 2009
haha, kemarin mo nonton, trnyata 3 studionya penuh juga.. udah dapat kursi paling depan pula..
akhirnya nonton christmas carol.. keren!
DENDY says:
Nov 25, 2009
Yang jelas saya ga akan percaya jika ada ilmuwan yang mengatakan kiamat akan datang pada tahun 2012, dan aksi yang akan saya lakukan untuk menjadikan hidup ini lebih baik lagi ialah tidur lebih teratur biar siangnya ga ngantuk terus. haha.. ga nyambung ya?
Casio Databank says:
Nov 25, 2009
itu cuma kiamat sugra (kiamat kecil)
Sigit says:
Nov 25, 2009
salam kenal sebelumnya …
btul, itu bukan film kiamat dan cuma pameran visual effect, selebihnya gak ada … karena akting pemainnya di bawah rata2, pemain utamanya berjas dan berdasi dari awal sampai akhir film meski sudah ngebut, berlarian dsb.
2012, saya termasuk yang tidak percaya akan ramalan suku maya tersebut.
Just sharing …. ada prediksi letupan matahari pd saat itu (tahun 2012) lebih berbahaya dibanding siklus 11 tahunannya. PAda tahun 1989 di Quebec, Canada, listrik padam selama 9 jam akibat efek letupan matahari ini. Kalau cuma bencana listrik padam seperti ini, orang Indonesia sih sudah terlatih (thanks to PLN … no hard feeling).
Tahun 2012 nanti, diperkirakan efek letupan diataranya akan menyerang satelit, padahal komunikasi di bumi banyak menggunakan satelit (internet, HP, ATM). Akibat aktivitas sinar-X dan elektron di ionosfer, komunikasi akan terganggu. Selain itu pada area di ketinggian, akan terbentuk arus listrik yang disebut elektrojet. Elektrojet terbentuk pada ionosfer saat partikel-partikel ini memasuki atmosfer Bumi. Nah, dengan arus listrik, muncul juga medan magnet. Kelebihan muatan ini dapat berakibat seperti padamnya listrik di Quebec tadi.
Semoga berguna ….
yophi says:
Nov 25, 2009
mbak caranx bikin midifikasi blog gmna?
Abak says:
Nov 25, 2009
Sayang di sini gak ada bioskop…. jadi dilarang apa gak dilarang tetep gak bisa nonton…
bukan facebook says:
Nov 25, 2009
tapi menurut saya pribadi, ekspose besar-besar terhadap bencananya justru bikin film ini jadi terasa hambar.
Yudha ya Ginanjar says:
Nov 25, 2009
Katanya akan di buat sequelnya, 2013
dan beberapa produser akan membuat sinetron jawaban dari film itu, yaitu 2012 return
*halah ….
si Rusa Bawean says:
Nov 25, 2009
setuju banget non
saya pun menulis resensi film ini dengan judul: Bencana Besar, Bukan Kiamat
karena saya tahu film ini bukan film kiamat
judulnya aja bukan kiamat kan…….
Bodoh menurut saya yang bilang itu film Kiamat
so, tonton aja lahhh
mr ceps says:
Nov 25, 2009
film yg termasuk dlm kategori lebay…:D
Devid Haryalesmana says:
Nov 25, 2009
Bagaimanapun juga tetep enak buat ditonton daripada sinetron.
benazio says:
Nov 26, 2009
ya orang terakhirnya masih pada iduuuppp ya jelas ngga dong yaa yayaaa..
kalo diliat dari sciencenya .. ya badai matahari itu katanya emang bakalan terjadi .. dan mereka para ilmuwan sih bilangnya tahun 2012 gitu.. terus nanti kalo emang ada energi yang gede banget dari matahari .. ya efek terburuknya bisa kayak di film 2012 itu,, ntar kerak buminya bisa jadi ancur, terus ga seimbang terus jadi polar shift.. kutubnya tukeran >.
AriE Only says:
Nov 26, 2009
wah…klo buat ari yg paling mengesankan nonton film 2012 tu waktu nontonnya sama si ehm2…
klo certinya nya kagum sama efek2 yang sangat2 membuat mata ini rasanya rugi sekali untuk berkedip…sampe2 pun klo sesak buang air kecil level 10 terjadi saat nonton, dibela2in buat nahan agar g’ terlewat sedetik pun adegan keren di film ini.
bandit sp™ says:
Nov 26, 2009
hahaha…
*lum nonton..
tiyoe says:
Nov 27, 2009
film 2012 membekas ke saya mbak *tp bukan untuk percaya 2012 kiamat*
kalo film yang walau efeknya kian canggih aja bisa menggambarkan se ngeri itu.
saya yakin kiamat yang asli lebih maha ngeri.
Saya gak pingin berandai-andai ah.
tapi yang pasti pelan2 belajar tobat nih *kagak bisa seketika*.
jensen99 says:
Nov 27, 2009
Yang selamat masih terlalu banyak, empat cowok dan 20 cewek dah cukup.
Adakaaaahhh …… aksi yang anda lakukan untuk menjadikan hidup ini lebih baik?
Percuma ah, toh gak bakal ada yang inget kalo semua pada mati!
tukangpoto says:
Nov 27, 2009
Jalani aja hidup ini apa adanya, sebab kata orang Jawa bilang , “..hidup ini hanya mampir untuk minum..”
Afila says:
Nov 27, 2009
udah-udah jelas judulnya filem 2012.
kata siapa tuh filem kiamat???
reez says:
Nov 28, 2009
ya yg pnting persiapkan diri kita aja, kalau hari kiamat itu sudah benar-benar datang…
Blogger bekasi says:
Nov 28, 2009
Filmnya memang bagus dengan efek2nya, tapi juga bikin kita senyum2 sendiri…karena aneh…
Dan tetep…sebagai umat yang beragama, kita, dan saya pribadi gak boleh percaya dong, itu kang hanya sebuah hiburan.
Idenya boleh ditiru buat nyari duit banyak, dengan membuat sensasi
Bodrox says:
Nov 28, 2009
Namanya aja film nön, semuanya sebatas imaji manusia. Padahal yang tau gimana kiamat itu terjadi, ya yang mencipta semua ini
macangadungan says:
Nov 28, 2009
wah, kalo kiamat 3 tahun lagi… aku mendingan tobat aja deh. silahturahmi ama keluarga en temen2, minta maap, banyakin ibadah. dan mengucilkan diri bersama keluarga. soalnya klo udah mau kiamat, orangnya pasti pada chaos semua. puas2in bikin dosa dan abru tobat pas terakhir2.
aNGga Labyrinth™ says:
Nov 29, 2009
Jujur saya blom nanton, tapi enatah kenapa ngak pengen nonton
bagus sih buat pengingat, mungkin kapan2 harus nyempetin diri buat nonton nih
Maleb says:
Nov 29, 2009
heheee…
akhirnya dibahas juga kak Anan..
emg nih film, publikasi dan reaksi masyarakatnya lebay2 sih..
mendingan juga ngebahas film lokal yg waktu itu keluar bersamaan dengan film ini..masyarakat kita emang tuhannya Trend sih, gmn media membawa “publikasi”nya aja..
movie is just a movie, mau ttg kiamat, bencana besar dsb gak ada pengaruh signifikannya sama perubahan yang lebih baik
lekdjie,dab! says:
Nov 30, 2009
Maap OOT non..cahandong.org kok ga bisa dinikmati lewat hp to,bandwithnya kenapa tuh.Bisa ditanyaken ga?sampeyan kan termasuk anggotanya to?..bener2 mengerikan daripada 2012 ituh..
nh18 says:
Nov 30, 2009
Apakah yang akan saya lakukan ???
Life as ussual …
Karena kita harus siap setiap saat !
Setiap saat …
iqbal mabukbahasa says:
Dec 1, 2009
Dit, ini tentang Ramalan Maya. Banyak yg menghujat atas dasar Islam, karena di setiap ramalan ada campur tangan setan. Selain itu, argumen bahwa pengetahuan tentang Kiamat hanya diketahui Allah, juga dijadikan pegangan. Oh, betulkah mereka sudah tahu konteks “ramalan” Maya? Apakah kalau kita mengikuti ramalan cuaca dari BMG, itu juga berarti kita percaya takhayul?
Banyak yang asal emosi, tanpa tahu konteksnya. Suku Maya hanya mengeluarkan kalender,lalu para pemehati yang menafsir. Yg paling kenceng adalah Lawrence Joseph. Dan harus dicatat: dia tidak pernah menyebut KIAMAT. Kata “kiamat” dalam perbincangan tentang 2012 bukanlah hal yang sama dengan The End of The World, seperti dalam konsep agama Samawi. Lawrence hanya bicara soal mega-bencana. Bencana super besar, yang akan memusnahkan 90% populasi di muka bumi. Ulasannya dalam buku Apocalypse 2012 pun ulasan2 ilmiah, berdasar laporan tentang aktivitas mataharai, aktvitas vulkanik Yellowstone di Amerika, global warming, dsb.
Terlepas dari akurasi ulasan ilmiahnya (sekali lagi: terlepas dari akurasi ulasan ilmiahnya), tidak ada satu cul pun pernyataan Lawrence yg menyebut akan terjadi KIAMAT sebagaimana KIAMAT dalam konsep agama Samawi.
Maka, buat apa juga MUI mencak2, ngamuk sama obrolan tentang 2012 dsb…
Masalahnya, kita nggak punya istilah untuk membedakan antara kata “ramalan” sebagaimana pada “ramalan dukun”, dengan “ramalan” seperti halnya pada “ramalan cuaca”…. hehehehehe….
Kesimpulannya, memang sejak dari tafsir mula-mulanya, 2012 tidak diniatkan sebagai film Kiamat sebagaimana interpretasi agama2 Semit…
Kukira begitu.
Bungzhu Zyraith says:
Dec 2, 2009
aihh…….
inilah parnonya kita ini..
terlalu sering mengikuti apa kata mereka….
bukan sombong, sayapun bisa membuat efek2 seperti itu…
dan saya sudah pernah melakukannya…
sayang saya tidak bisa upload karena memang besar file sizenya……
tapi intinya….
kan udah jelas judulnya 2012.
bukan 2012 KIAMAT.
lagian, bagaimana bisa orang2 pada percaya pada 21-12-12..??
Lha wong Allah aja masih merahasiakan koq….
yoet says:
Dec 3, 2009
lhah.. film itu kan hanya sebuah hiburan.. kalo ada yg melihanya sbg hari kiamat ya aneh ajah kituh.. wahhh.. efeknya ruar biasa.. salut ama tukang bikin efeknya dah.. tapi bagiku jalan ceritanya banyak yg gak masuk akal. terlalu dipaksakan. begitu selesai yg ada hanya kata “lhah.. cuma gitu doang???” saya rasa yg udah nonton pasti setuju. tetapi… terlepas bagus dan enggaknya. acung 4 jempol sama hasil akhirnya.. pasti dapet duit banyak tuh… itu yg paling utama toch.. ibarat orang jualan kalo yg dijual biasa aja tapi laris manis artinya penjualnya berhasil.. kalo ada yg pro dan kontra itu malah menguntungkan. bikin orang jadi penasaran dan rela bayar buat nonton… hehehe
Bayu Pramono says:
Dec 6, 2009
Lom Nonton Filmnya Mbak…Hicks…
kira2 dah da y bajakan lom yaaaaa..??
heheheh..
salm kenal mbak..
MIO says:
Dec 6, 2009
menurut saya biasa ja nie film,
baru nntn semalam,keknya film nie jd laris manis gara2 terlalu diperdebatkan deh…
MIO says:
Dec 6, 2009
biasa2 ja filmnya,mungkin org jd penasaran karena terlalu diekspos dan di perdebatkan.
Sport Car Wallpaper
Ferarri says:
Dec 6, 2009
Bagus kok filmnya…kapannya Indonesia bisa buat film kyk gitu??abs boseen film indo hantu2222222 teruuus…..
Car Wallpapers
Puguh says:
Dec 7, 2009
Saya jg menulis dengan judul 2012 di blog saya, http://puguh-sosiologi.blogspot.com/2009/11/film.html
freezipe says:
Dec 8, 2009
ini cuma isu aja….bisa ningkatin penonton filmya biar laris..
aris says:
Dec 10, 2009
sayang aku belum pernah lihat jadi belum bisa kasih komentar banyak. Namun yang jelas setidaknya orang rame-rame ngomongin film tsb bisa jadi pengingat bahwa kiamat itu akan tiba entah kapan itu sehingga kita bisa meningkatkan diri utk berbuat baik
ulan says:
Dec 12, 2009
setuju mbak.. efek nya emang keren, cerita nya sih standard buanget..
edratna says:
Dec 14, 2009
Saya malah tak sempat nonton film ini, tapi kata anakku, lebih bagus “The Day after To Morrow”.
Ntar aja beli DVD nya kalau udah keluar