Obama ngajak salaman! Tp saya kalah rebutan (-_-“)

Tanpa basa-basi, MC tiba-tiba saja berkata, “Ladies and gentlemen, President of The United States, Barack Obama!”. Sontak Balairung Universitas Indonesia bergemuruh pagi itu, mengiringi dia yang melambai dan melangkah pasti menuju mimbar. Senyumnya cerah, seperti yang hampir selalu dia tampilkan setiap kali akan naik panggung. Well, guys, Barack Obama is here and I’m so lucky having chance to see him in flesh and blood. Yeah! 😀

Kalimat pembuka pidato dalam Bahasa Indonesia segera saja memicu tepuk tangan dan perasaan hangat menyadari dia berbicara bahasa kita. Sejenak kemudian kata-kata “Pulang kampung, nih!” menjalar di social media dan terucap di mana-mana. Kalimat biasa dan nggak istimewa. Tapi efeknya seperti memantik chemistry di hati banyak orang Indonesia yang merasa punya keterikatan dengannya. Bila terasa berlebihan, kalimat itu setidaknya membuktikan orator ulung ini memang pandai menarik perhatian. 😉 A witty and simple sentence that gain people’s sympathy.

Lalu apa yang baru? Nggak banyak. Beberapa kalimatnya sudah disampaikan pada jamuan kenegaraan di malam sebelumnya, beberapa pesan lainnya pun sempat terucap pada pidatonya tentang dunia Islam di Kairo, Mesir.  Maka, tak heran beberapa orang mengingatkan jangan berharap berlebihan terhadap kedatangannya. Ya kita bisa sama-sama bernostalgia, mengenang masa lalu Jakarta yang pernah jadi rumahnya. Kita bisa makan sate dan bakso dengan senang karena tahu ini pernah jadi favorit Obama. Tapi kenangan tak akan membawa kita ke mana-mana. Nostalgia tak serta merta menaikkan derajat Indonesia di mata dunia.

Maka ambillah secukupnya saja pesan positif, pelajaran dan peluang yang muncul dari kedatangannya. Lihat bagaimana caranya mengambil simpati kita dengan mendekatkan diri ke kultur Indonesia. Perhatikan bagaimana gaya bicaranya, bahasa tubuh dan pemilihan kata-katanya bisa menginspirasi. Ingatlah bahwa pada Hari Pahlawan, kita belajar lagi memaknai Bhinneka Tunggal Ika dari orang asing yang mengecap Indonesia selama 4 tahun saja. Lihatlah caranya dalam memandang secara positif keberagaman dan mengingatkan kita bahwa Indonesia masih punya potensi. Ingatlah janjinya untuk membuka lebih banyak peluang bagi pelajar Indonesia untuk belajar di Amerika. Bila sudah waktunya, kejar dan tagihlah janji itu. Mungkin ada di antara anda yang pingin belajar di Amerika? Saya ngarep juga balik lagi ke sana.  :mrgreen:

Di baris kelima dari depan, saya mensyukuri kesempatan ini. Bisa berkenalan dengan sesama State Alumni dan melihat serta mendengar langsung Obama berorasi. Lalu mengutip kata Goenawan Mohammad, “Pidato Obama disambut hangat bukan karena kekaguman kita kepada Amerika, tapi karena ada sebuah negeri yg tak terlupakan, bernama Indonesia”.