Bila Tak Bisa Datangkan Film Hollywood..

Bila Tak Bisa Datangkan Film Hollywood..

.. setidaknya tolong jangan jiplak poster filmnya, PLEASE!!

Saat membaca jadwal film 21 Cineplex di koran beberapa hari lalu, seketika saya prihatin pada adanya kemiripan yang luar biasa pada poster film dari dua negara di belahan dunia berbeda. Satu adalah film impor Drive Angry (DA), satunya lagi adalah produk lokal berjudul Dedemit Gunung Kidul (DGK). Sekilas saja, saya langsung menyimpulkan bahwa kali ini poster film DGK-lah yang mencontek poster film DA.

Kenapa langsung menuduh poster DGK yang jiplakan poster DA?

  1. Mirip banget. Kalaupun kebetulan, ah sungguh luar biasa! Somehow, poster DA sudah beredar lebih lama di internet dibanding DGK.
  2. Setir mobil di poster film DGK terletak di kiri, bukan hal yang lazim di Indonesia termasuk di Gunung Kidul. Kalau di Amerika, memang iya setir mobilnya di kiri.ย 
  3. Menurut teman yang sudah nonton, tidak banyak adegan di DGK yang melibatkan mobil. Artinya, mobil tidak menjadi elemen utama di film tersebut. Jadi kenapa cerita di posternya harus cewek berpaha seksi di dalam mobil? Lain dengan DA yang memang banyak adegan kejar-kejaran pake mobil.

Benarkah kreativitas pembuat poster DGK sedemikian parah sampai mencontek poster film asing? Lagi tayang barengan, pula. Atau mungkinkan ini bagian dari strategi agar film ini dibicarakan banyak orang? Bisa jadi. Orang mungkin akan ilfeel atau mencela-cela betapa cupunya poster DGK, tapi (poster) film ini telanjur menyebar via word of mouth mouse.

Saya ingin film yang berkualitas & digarap dengan sungguh-sungguh sampai ke poster filmnya. Bukan film murahan dengan poster jiplakan yang sekadar menonjolkan sensualitas. Bisakah saya dapat ini dari pembuat film Indonesia?

Baca juga: Poster-poster Film Indonesia Ternyata Nyontek

__________________________________
Mampir juga yuk ke Travel Blog Nonadita

83 thoughts on “Bila Tak Bisa Datangkan Film Hollywood..

  1. “Bisakah saya dapat ini dari pembuat film Indonesia?”

    Mungkin, yang membuat tidak bisa ialah, kesiapan/kesediaan kita menerima perbedaan. Dasar untuk penilaian berkualitas amat kerap disandingkan dengan mewahnya uang yang digelontorkan untuk mendapat efek visual dan nama besar pelakonnya.

    padahal, kunci utamanya ialah pesan moral yang menggandeng sisi hiburan.

    tapi, aku memang sepakat bahwa penjiplakan hanya mendegradasi citra perfilman kita lebih terpuruk.

  2. film cuman diproduksi satu bulan..saat peluncuran diprotes ma warga gunung kidul, DIY karena mendiskreditkan gunung kidul dengan menjual angker, mistis, takhyul selaen adegan panas dalam film, bila produksi cuman sebulan, mungkin pembuat posternya dikasih deadline 1-3 hari, cara gampangnya kalo gak ada ide ya jiplak..jadinya gitu, diperhatiin ada gunung bersalju di latar..apa itu gunung kidulnya..apa karena ada kata2 dari balik pegunungan beku, setirnya di kiri, supaya paha di kanan kelihatan (pesan menjual adegan panasnya), mobil dan artis di dalemnya kelihatan hasil penggabungan gambar yang tergesa2..perspektif, ukuran setir sama kepala artis yang megang stir dll agak aneh, sutradara, produser, artis, ph gak jelas..ya ginilah

  3. @ christin: harusnya bisa, cuma mungkin kurang PD.. atau mau gampang aja
    @ ananta: ya, memang film berkualitas dikaitkan dgn nama besar pemainnya. Tapi mungkin nggak sih melihat sisi lain dari hubungan ini? Maksudnya, mungkin para pemain yg sudah diakui kualitasnya itu, lebih punya daya tawar ketika memilih skenario. Film picisan macam ini kan hampir selalu dibintangi bintang baru yg belum punya nama & jual keseksian doang
    @ anggi: motif pemesan desain posternya kira2 apa ya?
    @ ekowanz: kamu #mempangsit :mrgreen:
    @ gerardio: serius cuma diproduksi satu bulan? wow anda membaca detail di poster itu lebih lengkap. Sejak kapan ya ada salju di Gunung Kidul? Can anyone tell me? ๐Ÿ˜†

  4. ini yg bikin males nonton film indonesia…. kebanyakan yg dtayangin dbioskop yg kayak gini…. posternya pake acara plagiat lagi….

    film indonesia yg berkualitas & original karya anak indonesia mungkin banyak kali ya, tp karena pasar tidak mendukung… jd nya ga dtayangin sama bioskop… takut ga laku tiketnya ๐Ÿ™

  5. Wow tambah 1 lagi.
    inilah yang membaut saya tidak berani serta merta menuduh bangsa lain sebagai plagiat
    lha wong yg ini dan sebelum2nya aja sudah jelas *waduh*.

  6. banyak banget poster2 film yang mirip. mungkin si pembuat posternya lagi males n ga ada ide. *hammer*

    Btw, jika tidak ada Layar Lebar, masih ada Layar 13″ kombinasi server lokal. *LOL*

  7. Busyeeeh Dit…. Tau aja yah, hahahaha, memang Sama sajalah dimana mana, Malaysia katanya nyontek Indonesia “u copy my style” lah Indonesia juga nyontek… Sesama tukang nyontek ga bole saling mendahului, whahaha

  8. emang poster itu nyontek seh..
    tapi kalo di sebut film ini murahan dan ga mutu ya jangan gitu ta..gak mudah lo bikin film ..
    kalo bisa silahkan rekan2 juga berkarya nyata di bidang nya masing2 jangan cm jadi penonton
    menghujat dan menjelekkan tidak akan mengubah wajah film dalam negeri
    tetapi karya nyata dan usaha dari sinias muda di masa depan akan memperbaikinya

    mari pemuda dan pemudi Indonesia angkat tangan mu di udara ….

  9. Hahaha…ngakak liat pic yg kedua.
    Tapi itu lah bentuk film indonesia skrng, yang klenik malah lebih banyak.
    kyk udah jadi pasion orang perfilm’an di negara kita ini.
    via SMS Gratis

  10. Hasil pengamatan di bioskop lokal setempat minggu lalu; film asing, ralat, film layak tonton: 0, film hantu dan seks terselubung gak jelas tanpa isi dan pesan moral sedikitpun: 4 studio.

    *keluh* *keluh* *keluh*

  11. Sebenernya orang indonesia kreatif,, tapi sayang semua itu jadi luntur karena UANG,,
    dari pada bayar seorang designer untuk mendesign poster filmnya mending jiplak sana jiplak sini

  12. setuju dgn pendapat mas momon

    btw menurutku itu ngambil poster drive angry lalu diedit sedemikian rupa *kesimpulan diambil dari letak setir dan bntuk mobil yg sama

    CMIIW

  13. ironis sekali yah

    dan ga cuma ga kreatif di segi poster
    tapi dr segi cerita, horor dan esek2 menjadi jualan utama felem2 indonesia saat ini
    (tanpa mengecilkan bbrp film yg memang bagus dan orisinil dengan tema berbeda)

  14. inikah ‘kreatifitas’ orang indonesia ??
    bukan kali ini saja saya menjumpai poster-poster mirip
    dan sangat terkesan nyontek. terutama film-film layar lebar.. ckckck

  15. bisa dong..
    tapi mungkin bukan sekarang, klopun sekarang ya mungkin masih sangat sedikit..

    komen gw soal dgk (dan fim sejenisnya): tolong deh aktor dan aktris nya tuh punya idealisme, jangan cuma bayaran aja yg dilihat.

  16. dari dulu film kita memang dah gitu, kalo dah karakter susah kyaknya dirubah, jiplak menjiblak sdh membudaya karena gak percaya diri utk berinovasi dan sukses dg karya sendiri

  17. Awalnya saya gak ngerti dengan kondisi konyol yang seperti ini. Tapi setelah saya telaah baik-baik kondisi yang ada, ternyata sudah makin bertumbuh dengan pesatnya orang-orang jahat yang muncul disegala bidang yang salah satunya yang meniru desain kreatifitas ini. Ya, mereka adalah orang jahat.

  18. gpp lah, namanya juga anak kecil yang masih blajar selalu pingin meniru apapun tingkah yang lebih dewasa…sedang yang dewasa pun seringkali mendapat inspirasi dari si kecil…

  19. emang ga kreatif…banyak banget poster film bule yg ditiru plek2 sama kita…padahal bisa loh kita membuat poster film tanpa ngejiplak,dalemin aja ceritanya…saya si sekarang kesengsem sama industri film Korea, meskipun ceritanya kadang lebay tapi mereka kreatif….dari sisi cerita,poster film, angle pemain,makeup yang gak menor, dst…

  20. Benar mbak, sepintas lalu memang mirip sama-sama cewek duduk di didalam mobil pada dasarnya konsepnya sama. Tapi menurut saya ini arahan produsernya sedang tukan graphic design nya hanya mengikuti aja.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top
%d bloggers like this: