Gratis! Keliling Indonesia & Belajar di LN karena Blog – Nonadita

Akhirnya nulis juga :D

Akhirnya nulis juga :D

Awal bulan Ramadhan lalu, saya mendapat mention dari @inibuku yang menyatakan ehm, buku saya sudah terbit. Ihiiyy… :mrgreen: Yap, beberapa waktu belakangan ini saya memang menyiapkan penerbitan buku pertama ini. Buku pertama dengan nama saya tertera sebagai penulisnya. Awal tahun 2010 tulisan saya memang pernah disertakan dalam buku kolaboratif Berbagi Cerita, Berbagi Cinta. Tapi kali ini beda, saya belajar menulis sendirian. Belajar untuk menulis sesuatu yang lebih panjang daripada posting blog, but yet it was more fun than writing my undergraduate thesis.

Buku ini berjudul Gratis! Keliling Indonesia & Belajar di Luar Negeri karena Blog. Aduh judulnya please hihih:mrgreen: Beberapa bulan lalu, penerbit Bentang Pustaka menyampaikan ajakannya untuk menerbitkan buku yang berisi pengalaman saya ngeblog dan gimana mendapatkan berbagai peluang darinya. Ada juga cerita dari pengalaman selama menjalani Microsoft Bloggership 2009. Bukunya sendiri ditujukan untuk pemula, bukan blogger level advance yang sudah mendapatkan pengalaman jauh lebih banyak  daripada saya :)

Nggak pernah sangka sebelumnya bahwa perkenalan dengan blog di tahun 2004 memberikan banyak kesempatan yang menyenangkan! Dapat banyak teman baru, menang lomba ini dan itu, jalan ke banyak tempat di Indonesia dan secara nggak langsung membukakan jalan saya ke Amerika. Maka penulisan buku ini juga diniatkan untuk berbagi cerita dan motivasi supaya pembaca mau terus ngeblog dan berbagi.

Read the rest of this entry »

Read Users' Comments (48)

Berbagi Cerita Berbagi Cinta – Ngerumpi

Coffee, anyone?

Coffee, anyone?

Hari terakhir di bulan penuh cinta Februari, saya mau berbagi review buku yang ditulis dengan penuh cinta. Buku ini berjudul Berbagi Cerita Berbagi Cinta. Bukan, ini bukan buku tentang poligami dan perselingkuhan (meskipun ada tulisan-tulisan yang membahas itu di dalamnya).  Ini adalah karya kolaborasi warga ngerumpi yang seneng berbagi cinta lewat tulisan-tulisannya.

Kata “ngerumpi” memang (di)identik(kan) dengan perempuan. Bahkan ada stereotipe perempuan-perempuan yang demen ngerumpi itu biasanya perempuan yang kurang kerjaan dan demennya ngomongin orang dan tidak direncanakan untuk jadi istri (oopss…). :mrgreen: Aslinya sih, awalnya saya mengira ngerumpi akan jadi wadah untuk aktivitas semacam itu. Diasuhnya oleh Silly dan Simbok Venus pula,dua emak-emak lenong rumpi ahahahha… *disundut rokok*

Saya tak pernah sangka, situs ngerumpi ini berkembang sedemikian sehingga punya sejumlah warga yang ehm, fanatik dan akrab? Saya tak tahulah istilahnya apa. Tapi bisa kebaca ada hubungan pertemanan yang harmonis di situ. Ditambah lagi, bukannya kumpulan tulisan remeh temeh cemen menye-menye yang ada di sana, tapi sejumlah tulisan inspiring yang terkadang membuat saya membatin, “ah ceritanya gw banget nih. Senangnya bisa mendapat sudut pandang lain”.

Akhir tahun lalu, Ngerumpi mendapat kesempatan untuk menerbitkan buku. Isinya kompilasi sejumlah tulisan terpilih dari lima topik utama di sana. Maka, jadilah “paket lengkap” tulisan inspiring mengenai kehidupan dari penulis-penulis yang sebagian besar perempuan. Read the rest of this entry »

Read Users' Comments (24)

Inspirasi.Net – Ollie

Inspirasi.Net - review nonaditaKeren dan sungguh informatif!

Well, what can i say? Ollie membuat saya jatuh cinta lagi untuk yang kesekian kalinya pada sebuah media bernama internet.

Dalam e-book ini, Ollie menjelaskan tahapan-tahapan yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan internet sebagai sumber riset kita dalam menulis buku. Tak hanya menunjukkan tahapan caranya, tapi Ollie juga memberi daftar sumber-sumber yang sungguh membantu pekerjaan riset tersebut.

Seperti halnya membuat tulisan ilmiah, tulisan fiksi juga membutuhkan riset yang bisa jadi sama melelahkannya. Bagaimana membuat agar cerita fiksi kita bisa terasa dekat dengan dunia nyata? Bagaimana memperkaya karakter tokoh cerita? Bagaimana cara mengetahui kehidupan orang Eropa tanpa kita harus ke sana? Yakinlah, e-book ini menuntun riset mengenai hal-hal tersebut jadi lebih mudah.

Banyak hal dalam riset melalui internet yang dijelaskan secara gamblang di buku ini. Read the rest of this entry »

Read Users' Comments (30)

Tak Tik Foto – Panduan Mengolah Foto Online

Tak Tik Foto

Data Buku
Judul   : Tak Tik Foto – Panduan Mengolah Foto Online
Penulis   : Angel
Penerbit : Bukune
Cetakan : I, Maret 2009
Tebal      : 95 halaman

Adakah hubungan antara mewabahnya situs jejaring sosial dengan peminat photo editing? Menurut saya sih, iya banget! Semakin banyak pengguna jejaring sosial (Mis.: Facebook, Friendster, dst.) yang ingin menampilkan foto terbaiknya di profil mereka supaya eksis. Termasuk saya. :mrgreen:

Padahal tidak semua pengguna komputer awam bisa melakukan pengolahan foto sebaik desainer grafis. Selain itu, aplikasi pengolah foto masih merupakan salah satu aplikasi yang terbilang mahal dan perlu instalasi untuk menggunakan sebagian besar di antaranya. :roll:

Lalu, kenapa tidak mencoba mengolah foto secara online? Ternyata di internet banyak situs yang menyediakan fasilitas pengolahan foto yang cocok bagi para pemula. Gratis. Simpel. Tidak perlu menginstal aplikasi apapun. Hanya dibutuhkan koneksi internet yang baik untuk menggunakannya.

Buku Tak Tik Foto karangan Angel ini menyediakan informasi seputar situs untuk online photo editing. Sebutlah situs picnik, lunapic, fotoflexer, loonapix, magmypic dan logo creator. Dalam buku ini juga tersedia tutorial untuk mengubah foto-foto yang biasa-biasa saja menjadi foto yang menarik sesuai contoh.

Read the rest of this entry »

Read Users' Comments (29)

The Ring – Danielle Steel

Data Buku
Judul : Cincin Warisan – The Ring
Penulis : Danielle Steel
Ukuran : 11 x 18 cm
Tebal : 560 halaman
Terbit : Januari 1999

The Ring adalah novel Danielle Steel yang pertama kali saya baca. Awalnya jiper juga soalnya lumayan tebel dan tampak seperti model cerita drama romantis2 gitu (halaah..). Ternyata jauh beda dengan novel Harlequin yang mengumbar kisah romantis semata (mulai dari cover) berikut adegan-adegan ranjangnya (you-know-what). Novel ini menyuguhkan alur cerita yang mantap, karakter yang kuat dan pastinya disertai dengan riset sejarah yang dalam.

Novel ini mengambil latar pada masa berkuasanya (hingga keruntuhan) NAZI di Jerman. Diawali dengan kisah perselingkuhan Kassandra von Gotthard (nyonya muda dari kalangan bangsawan) dengan seorang penulis Yahudi bernama Dolff Sterne. Mereka mati sebagai salah satu korban berkembangnya sentimen anti Yahudi di masa berkuasanya Hitler. Kassandra sendiri adalah orang Jerman asli, namun dia dianggap sebagai pengkhianat karena berhubungan dekat dengan orang Yahudi.

Ketika perang sudah di depan mata, suami Kassandra, (Walmar vo Gotthard) kemudian mengupayakan keselamatan anak-anaknya dengan membawa mereka keluar Jerman. Putranya selamat tiba di Swiss, namun putri sulungnya (Ariana) terperangkap di bawah kekuasaan Nazi. Seorang perwira Nazi yang juga telah kehilangan keluarganya akibat perang, bersimpati padanya dan kemudian menyelamatkan Ariana dari kekejaman tentara Nazi. Ariana terpaksa meninggalkan rumah mewahnya dan hidup sebagai istri perwira Nazi. Satu-satunya harta yang tersisa dari kehidupan masa lalunya adalah sepasang cincin mewah peninggalan ibunya, Kassandra.

Sebagian besar buku ini mengisahkan lika-liku perjuangan hidup Ariana sejak masih menjadi putri bankir terhormat di Berlin, menjadi tawanan di kamp Nazi, menjadi istri Nazi sampai upayanya melarikan diri dari Jerman. Berkat bantuan dari orang-orang yang bersimpati atas penderitaannya, Ariana berhasil tiba dan memulai hidup baru di New York, Amerika.

Read the rest of this entry »

Read Users' Comments (9)

Geisha, Antara Takdir Dan Pilihan Hidup

Memoar of A Geisha

Data Buku
Judul : Memoirs of A Geisha (Memoar Seorang Geisha)
Pengarang : Arthur Golden
Halaman : 496 halaman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Sayuri dalam memoarnya mengajak kita untuk menyelami kisah hidupnya yang (menurutnya) seperti air. Sayuri mengajak kita berpikir mengenai menerima takdir dan menjalani pilihan hidup. Sayuri juga mengajak kita untuk memaknai nilai sebuah perjuangan dan pentingnya memiliki kompas dalam hidup.

Novel Memoar Seorang Geisha menceritakan kisah hidup seorang geisha bernama Sayuri. Kisah dimulai dengan menceritakan masa kecil Sayuri (yang ketika itu bernama Chiyo) di perkampungan nelayan miskin Yoroido. Kondisi keluarganya yang miskin memaksa orangtua Sayuri untuk menjualnya dan kakaknya ke Gion, distrik pusat hiburan malam. Malam kedatangan Sayuri ke Gion mengawali cerita perjuangan Sayuri mengatasi kesulitan hidupnya dan mewujudkan cita-citanya menjadi seorang geisha.

Cerita dalam buku ini dibuka dengan tulisan berjudul ‘Catatan Penerjemah’. Tulisan ini merupakan trik yang sama dengan yang digunakan oleh Dan Brown pada Da Vinci Code-nya, menyajikan tulisan yang mengesankan fiksi tersebut adalah fakta. Mau tak mau, pada awalnya saya sempat percaya bahwa cerita tersebut diangkat dari kisah nyata. Tak dapat dipungkiri bahwa saya sangsi penulis mampu menggambarkan dunia geisha yang sangat unik mengingat penulis adalah orang Amerika, laki-laki dan hidup di jaman sekarang pula.

Riset mengenai sejarah Jepang yang dilakukan penulis menyajikan fakta-fakta menarik mengenai dunia geisha. Mungkin sebelumnya tidak banyak orang memerhatikan bahwa bentuk sanggul rambut dan gaya kimono yang digunakan geisha berbeda dengan wanita Jepang pada umumnya (non-geisha). Dalam buku ini, penulis menjelaskan perbedaan-perbedaan tersebut.

Read the rest of this entry »

Read Users' Comments (11)

Gadis Jeruk – Jostein Gaarder

Gadis Jeruk

Judul  : Gadis Jeruk
Judul asli : Orange Girl
Penulis : Jostein Gaarder
Penerbit : Mizan
Cetakan : I, tahun 2005

Sebuah buku baru karangan Jostein Gaarder. Kayanya saya jadi demen banget ama novel-novel karangan bapak satu ini. Setelah Dunia Sophie dan Misteri Soliter, maka buku ini menjadi buku ketiga (karangan Gaarder) dalam koleksi buku saya.

Entah ya. Saya mengalami ketertarikan tertentu pada bidang filsafat. (Namun, seandainya saya bertemu seseorang di jalan yang menanyakan, “filsafat itu apaan c”, maka kemungkinan besar jawaban saya adalah “filsafat itu….err…eehh…ya gitu deh”.) Unskill bgt.

Ada chemistry yang terasa pada setiap tulisan Gaarder, membuat saya kesulitan untuk menyimpannya sebelum mengetahui akhirnya. Meskipun, sesungguhnya maksud dan tujuan si pengarang baru dapat saya raba pada kali membaca yang ketiga.

untuk buku ini, sekali lagi saya terkesan atas kecerdikan dia menggunakan anak kecil sebagai tokoh utamanya. Dalam ketiga buku yang saya baca, anak kecil itu selalu diposisikan sebagai tokoh yang sedang mendapatkan pelajaran filsafat (dengan cara yang berbeda, tentu saja) dari orangtuanya. Dan sebagai anak kecil itu pula saya merasa pantas memposisikan diri saya.

Mereka (anak kecil; tokoh utama) belum berpikir apa arti keberadaannya di dunia ini, Belum menyadari seberapa besar pengaruh dirinya yang hanya 0,0000000000 persen dari eksistensi bumi ini. Dan terakhir, belum tentu kepikiran pertanyaan seperti,”apa sih yang terjadi seandainya saya tiada”. Itu anak kecil (yang digambarkan oleh Mr. Gaarder).

Namun sayangnya, sebagian dari kita (yang sudah hidup lebih lama dan beberapa mengecap dirinya sebagai ‘dewasa’) belum tentu telah memikirkan hal yang sama. Saya termasuk yang ini.

Read the rest of this entry »

Read Users' Comments (6)