blog

Reuni, Butuh Lebih dari Percaya Diri

Belakangan ini, ada saja ajakan untuk reunian baik dengan teman sekolah ataupun teman kuliah. Mendengar kata “reuni”, mendadak saya merasa tua. Kala mendengarnya, yang terbayang adalah acara kumpul-kumpulnya teman-teman sekolah, yang sudah matang, menikah dan membawa anak-anak. :mrgreen:

Mendadak bermacam perasaan lantas teraduk menjadi satu. Senang, bergairah hingga cemas pun kini berpadu. Senang bisa bertemu kembali kawan lama, ingin tahu bagaimana kabarnya. Namun tak dipungkiri ada cemas yang terasa, adakah kali ini saya lebih baik dibanding saya di masa lalu?

Kenangan pun berkelana ke sepuluh tahun lalu, ketika sama-sama menjelang seragam abu-abu. Beragam kata perpisahan terucap seraya berharap reuni segera terlaksana. Ada rasa tak rela berpisah dengan sahabat dan lingkungan sekolah yang sudah terasa nikmat. “Kapan kita akan bertemu lagi ya? Semoga bisa cepat-cepat reuni”, begitulah kira-kira waktu itu.

Tapi bisa jadi ketika waktu itu tiba mendadak muncul rasa ragu. Bisa jadi merasa nggak PD dengan statusnya kini, pendidikan tinggi yang belum selesai juga atau bentuk fisik yang tak lagi sexy. Kerinduan sejenak terlupakan, berganti rasa minder dan malu. Akhirnya reuni tak lagi menjadi hal yang ditunggu.

Muncullah dialog semacam ini,

Nonadita:  Dateng reuni lo?
Teman: Aduduuh…minder gw masih gini-gini aja!
Nonadita: ….
Teman: Lagian gw bingung pake baju apa ke sananya..
Nonadita: Yuk beli baju dulu buat reuni. (adezig!)

Atau begini, Continue reading…

Kartu Nama Gratis Nonadita

Don’t judge a book by it’s cover.

Kalimat ini biasa terucap sebagai pengingat untuk tidak menilai seseorang berdasarkan tampilan luarnya. Alias keindahan fisik atau barang-barangnya semata. Seringkali kalimat ini benar, namun ada kalanya tidak.

Nyatanya, acapkali kesan pertama mengenai seorang teman atau klien saya dapat dari penampilan kartu namanya. Cara menyampaikan kartu nama kepada klien atau desain kartu nama seakan berbicara mengenai nama dan perusahaan yang tertera padanya, Tak dipungkiri memang, kartu nama masih menjadi media promosi yang berguna, bahkan di era digital seperti ini.

Kartu Nama Gratis Nonadita

Sejak SMP, beberapa kali saya membuat kartu nama dengan kepentingan yang berbeda. Udah eksis sejak dulu gitu. Beragam kartu nama ini ada yang berisi alamat rumah dan telepon (STD), sebagai pengurus ekskul pers mahasiswa, sebagai karyawan di kantor sekarang dan kini sebagai blogger. 😀

Buat saya, kartu nama masih menjadi salah satu senjata penting dalam pergaulan. Walaupun sekarang kartu telah menjelma jadi VCard yang lebih praktis, namun ada beberapa hal yang tetap tak tergantikan. Pengalaman menyentuh helaiannya dan menikmati desain adalah dua diantaranya. Selain itu, masalah teknis saja. Terkadang bertukar VCard bisa merepotkan, karena ponsel teman tidak selalu support format tersebut. Ponsel Samsung saya adalah salah satunya. 🙄

Maka ketika Mas Agus Mulyono menawarkan untuk membuat kartu nama GRATIS untuk saya, saya setuju tanpa ragu. :mrgreen: Nggak cuma untuk saya, sebenarnya. Kartunama.net meluncurkan promo pembuatan kartu nama gratis untuk 50 blogger yang mendaftar Continue reading…

Batubara yang Meletup-Letup

Ultah Gage Batubara

Bila ada yang mempertanyakan bagaimana mungkin pertemanan dari ruang daring bisa berlanjut ke dunia nyata, maka inilah salah satu kisahnya.

Dulu seorang temannya menggunakan akun YM nya untuk berkenalan dengan perempuan yang sama-sama berasal dari Bogor. “Sial”nya, sayalah yang kemudian diajak chatting oleh “oknum” tersebut. Belakangan, saya kemudian berkenalan dengan si pemilik YM: sevenov***. Dia ngotot, bukan dia yang meng-add YM saya. Tak sangka itu menjadi awal pertemanan kami. Perkenalan ini terjadi pada tahun 2005, kala itu saya masih imut-imut dan sedang lucu-lucunya mahasiswa dan bersiap menjelang Kuliah Kerja Profesi.

Tak sangka, ternyata kami satu almamater di Institut Pertanian Bogor. Ah, what a small world! Selama lebih dari 2,5 tahun, beberapa kali kami mengobrol dan saling mengunjungi blog masing-masing. Kala itu, bertemu blogger yang punya kesamaan latar belakang rasanya menyenangkan untuk saya. Sama-sama dari IPB dan sama-sama pengguna blogspot. :mrgreen: Continue reading…

Kemapanan dan Chemistry Itu

Dia adalah salah seorang kawan dekat saya. Senang berbagi cerita juga ungkapkan cita-citanya. Mendapat suami kaya adalah salah satunya. Cita-cita yang seringkali terucap di tengah canda, terkadang di tengah sesi curhat bebas. “Ya, gw pengen dapet laki kaya. Biar gw nggak cape kerja”, begitu katanya. Kadang saya bertanya-tanya, seriuskah dia dengan ucapannya?

Sampai suatu ketika dia pulang, ternyata jalan menuju cita-citanya tersebut jadi lumayan terang. Dia dijodohkan. Bukan dengan sembarang pemuda, tapi dengan anak pejabat di daerahnya. Kaya, berkarir bagus dan sudah lulus pascasarjana pula. Ah, betapa nasib baik berpihak untuknya bukan?

Tapi sambil tertawa-tawa dia bercerita, “gw kabur, Dit. Gw nggak pulang ke rumah. Ogah gw dijodohin”. Lho lho lho.. ketika kesempatan baik sudah sedemikian dekat padanya, kenapa dia berpaling muka?

Sungguh, bahkan hingga hari ini saya pun belum menemukan jawabannya.

Kasusnya ini mengingatkan saya pada salah satu pernyataan dalam buku Female Brain karya Louann Brizendine. Katanya, dalam setiap kebudayaan, perempuan tidak begitu mempersoalkan daya tarik visual seorang calon suami dan lebih tertarik pada kekayaan materi serta status sosialnya. Continue reading…

Keresahan Seorang Pekerja

Sebuah email berjudul “Sudahkah anda berada di tempat yang tepat?” membangunkan suatu perasaan di hati saya. Memunculkan (lagi) pertanyaan di benak saya, yang (lagi-lagi) dibayang-bayangi ketidakpuasan seputar pekerjaan yang kini dijalani.

***

Ketika kuliah, pernahkah anda membayangkan akan bekerja sebagai apa? Akankah bekerja di bidang yang dipelajari selama kuliah? Lalu ketika sudah bekerja, masih adakah idealisme yang dulu tumbuh semasa kuliah?

Seorang teman menjawab, “saya kan oportunis!” ketika kami mendiskusikan soal ini. “Ada peluang untuk hidup lebih baik, ya ambil saja”, begitulah kira-kira katanya. Seakan mengamini pilihan teman-teman kami yang membelokkan kemudi hidupnya, berbeda dengan bidang yang selama ini digelutinya. Termasuk mereka yang bekerja di tempat yang dulu sempat “dimusuhinya”.

Ada mantan mahasiswa anti rokok yang kini menjadi karyawan di perusahaan rokok, mantan calon dosen yang kini meniti karir menjadi bankir, juga mantan aktivis BEM yang malah bekerja di perusahaan yang dulu ditentangnya habis-habisan.

Tak perlulah muncul pertanyaan, “ke mana idealisme yang dulu dibangun bersama?”, karena jawabannya sudah jelas meski kadang terdengar sebagai pembenaran. Continue reading…

Selamat Idul Fitri 1429 H

Selamat Idul Fitri 1429 H

Ramadhan berlalu dengan cepatnya
Dosa belum luluh semua
Ibadahku masih jauh dari sempurna
Masihkah bisa bertemu Ramadhan berikutnya?

Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum
Semoga Allah menerima (amal) dari kami dan (amal) dari kalian (dan juga menerima) puasa kami dan puasa kalian

Ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal fa’izin
Semoga Allah menjadikan kami dan juga kalian (termasuk) dari (golongan orang-orang) yang kembali (kepada fitrah) dan yang menang (melawan hawa nafsu)

Selamat merayakan Idul Fitri 1429 H
Mohon maaf lahir dan batin 😀

UPDATE: terimakasih buat Fahmi yang ngasihtau arti ucapan selamat Lebaran ini :mrgreen: