Online Communities

Wajah Baru Pengurus Blogor 2014 – 2016

Pengurus Blogor 2014 – 2016 kok

Enam tahun berlalu begitu cepat. Rasanya belum lama kami berkumpul di Gedung Telkom Bogor, sebagian besar baru bertemu pertama kalinya, untuk pendirian Komunitas Blogger Bogor (Blogor). Dari sejumlah blogger yang bertemu di hari itu, beberapa masih berada di antara kami, beberapa yang lain memilih untuk pergi.

Namun komunitas Blogor masih tetap ada dan anggotanya tetap berkarya (walaupun terpisah di banyak komunitas). Meskipun sudah lama tidak ada kegiatan bersama, tapi  kami masih merasa sebagai bagian dari badan yang sama. Tetap aktif di mailing list menjaga komunikasi seraya mencari-cari alasan untuk reuni dan bikin acara lagi.

Selama enam tahun usianya, Blogor telah dipimpin oleh tiga orang Pupuhu berbeda. Pupuhu pertama sekaligus co-founder, Hanggadamai, kini memilih menjadi pengusaha. Pupuhu kedua, Matahari Timoer, membawa Blogor menyukseskan banyak kegiatan online dan offlind. Lalu Pupuhu Ketiga, Harris Maulana, ah siapa sih yang nggak kenal namanya?

Hingga tibalah saatnya pergantian masa kepengurusan sekaligus memberi nafas  baru di komunitas. Continue reading…

I’m Coming to Blogfest Asia 2012 in Cambodia

 

This week, Cambodian bloggers host the Blogfest Asia 2012 in Siem Reap. They are expecting hundreds of bloggers and technologists from accross the continent to come and take part at the event. This is the third BlogFest Asia, previous events  were held in Hongkong (2009) then in Penang, Malaysia (2010).

I’m so lucky to be selected as one of international bloggers invited by the organizing committee. This will be a super fun reunion with my fellow Southeast Asian Bloggers I met at ASEAN Bloggers Conference in Bali last year and BlogXChange, ON OFF in Jakarta. Some of them are going to this event as well!

The surprise is that as an international participant, I’ll receive travel subsidiary and accommodation from the committee. Gosh it feels like winning a free holiday trip to one of my dreaming destinations: Siem Reap, Cambodia. And to answer the question that might pops in your head: YES, we’re going to have a tour to Angkor Wat!

On the second day (2 November 2012), I’ll co-host a breakout session titled “Self Publishing” along with a popular Khmer blogger: Rainnamail. Rainna (Rachna Im) and I will host this discussion on Self Publishing topic, share our experiences and encourage young Cambodians to start optimizing their blog to publish their stories, opinion and also their work. Rainna has been blogging since 2007 and proves that blogging can lead to many opportunities. Full program of the BlogFest Asia 2012 can be found here.

Also there will be other Indonesian speaking at the event about Internet Freedom & Responsibilities. His name is Handoko Suwono, CEO of Datacom Informatika from Surabaya.

So, I think it’s enough for tonight. I’m planning to share more stories from this trip on this blog and my travel blog. I hope that I’ll have time and enough resources to execute this ambitious plan -blogging everyday-, but I’m working on it. Cause it’s gonna be an awesome event and I can’t help but to share this experience with all of you.

Are you coming to the event? Let’s meet up. Tweet me @nonadita.

Bangga Memakai Batik

Sebagai anak pegawai negeri dan besar dengan bersekolah di sekolah negeri, rasanya saya cukup familiar dengan batik. Dengan latar belakang inilah, sampai beberapa tahun lalu, saya masih mengidentikkan batik dengan seragam. Batik muncul secara rutin di rumah kami pada hari-hari tertentu. Saat orangtua saya upacara tiap tanggal 17 atau hari Jumat, dan setiap hari Kamis (selama 6 tahun) di mana saya diwajibkan memakai seragam sekolah bermotif batik.

Sampai kemudian batik mulai muncul di acara-acara non-formal. Saya ingat, beberapa tahun lalu ada sebuah episode Gebyar BCA di TV di mana semua pengisi acara dan penonton memakai batik dengan model dan motif yang menarik. Saya nggak pernah membayangkan bahwa batik bisa juga jadi dress yang manis, blus pendek yang santai atau atasan yang terlihat chic dipadukan dengan jeans. Itulah awal ketertarikan saya pada baju batik dengan model yang lebih modern.

My friend loves batik!

Di kantor saya yang lama, saya pernah punya klien orang Amerika Serikat. Sebagai peneliti kontrak yang ditugaskan di lembaga Indonesia, Edie mengikuti tradisi memakai batik tiap Jumat. Ternyata Edie tidak merasa terpaksa, tapi memang dia suka motifnya. Suatu hari, dia cerita habis memborong baju-baju batik di Yogya sebelum dia kembali ke Amerika.

Tahun lalu saat mengikuti program IVLP di AS, saya janjian untuk bertemu dengan Edie di San Francisco. Betapa kagetnya saya ketika melihatnya memakai blus batik berwarna bir muda. Ternyata dia sengaja memakai salah satu koleksinya dalam rangka ketemu saya, si orang Indonesia! Betapa terharunya saya saat itu..  istimewanya batik ternyata diakui tidak hanya oleh orang Indonesia, namun juga orang dari bangsa yang berbeda. 😀

Continue reading…

#Obsat: Tentang Konservasi Air

Beberapa waktu yang lalu, saya berkesempatan jadi moderator di Obrolan Langsat dengan topik yang menarik: tentang konservasi air. Rasanya kebetulan banget karena belum lama berselang sebelumnya, saya ngobrol dengan beberapa teman di Twitter seputar sanitasi, pemanfaatan air oleh korporasi dan pengelolaan air tanah di kota-kota besar. Jadi topik Obrolan Langsat kali itu PAS!

Ini kesempatan yang baik untuk belajar soal air langsung dari ahlinya. Ternyata pertanyaan-pertanyaan di benak saya saat itu, sebagian besar sama dengan pertanyaan yang ada di benak para pengunjung. Bagaimana kondisi persediaan air di dunia saat ini? Benarkan bahwa air bersih semakin langka? Apa yang bisa dilakukan masing-masing individu, rumah tangga dan institusi untuk menjaga kelestarian air bersih?

Obrolan dibuka dengan penyajian fakta-fakta seputar air oleh narasumber kali itu Dr. Heru Hendrayana dari Universitas Gadjah Mada. Katanya, dari seluruh air yang ada di muka bumi, air tawar hanya sejumlah 4 persennya. Dari 4 persen tersebut, sekitar ¾-nya dalam bentuk beku atau tidak bisa dimanfaatkan. Sehingga air tawar yang bisa dimanfaatkan hanyalah 1 persen dari air yang tersedia di muka bumi. Maka pengertian sederhana ketahanan air adalah mempertahankan air selama mungkin di darat, karena kalau sudah sampai ke laut menjadi waste.

Kelak, air yang kini menjadi barang ekonomis akan menjadi barang strategis. Hal ini akibat menipisnya air bersih yang tersedia akibat berbagai aktivitas manusia. Konon di Berau (Kalimantan), sejumlah penduduk memanfaatkan air hujan karena air tanahnya asam, demikian cerita Basuki (LSM Kehati). Continue reading…

Donor Darah di 125 Tahun Coca-Cola Indonesia

Beberapa waktu lalu, saya diundang untuk hadir di acara Donor Darah di Perayaan 125 Tahun Coca-Cola. Penasaran dan sekaligus merasa lucu juga sih, ulangtahun Coca-Cola kok acara utamanya malah donor darah? Apa karena logonya sama-sama merah? #krik. Belakangan saya tahu bahwa ultah CC ini dirayakan bersamaan dengan Hari Palang Merah Sedunia ke-148.

Kegiatan ini memang dibuka untuk umum dan undangan disampaikan via milis komunitas-komunitas online. Siapa saja boleh datang dan menyumbangkan darahnya. Untuk setiap penyumbang darah, Coca-Cola menyediakan goodie bag menarik yang berisi paket kue, kaos dan buku tentang sejarah Coca-Cola di dunia. Teman-teman mengantri untuk berdonor, walaupun sebagian terpaksa menunda keinginannya karena berbagai keadaan misalnya: punya tekanan darah rendah, Hb rendah atau sedang menstruasi. Meski gagal berdonor, tapi niat dan semangatnya patut dipuji. :mrgreen:

@lisadepe berdonor

Ini @beradadisini

_

Ada @nsadjarwo

_

..dan @defickry

Continue reading…

Stay Tuned on Radio Teflon, Tuips!

Sebagian Radio Teflon Crew

Selamat malam, tefloners!

Ketemu lagi sm DJ nonadita yang akan temani kalian dalam Bising alias Bincang Iseng! Kali ini kita akan ngobrolin tentang radio online tercinta ini dan tentu saja tefloners semua bisa kirim DUDU.

Jingle Radio Teflon
Agnes Monica &  Eza Yayang – Yess!

Sabtu malam ini, kita merayakan seminggunya Radio Teflon mengudara, eh naik. On air atau on line ya tepatnya? Idenya spontan saja, jelata CahAndong pingin nyoba siaran memakai resource yang ada. Oprek-oprek selama beberapa jam di Sabtu tengah malam dan ada beberapa siaran percobaan. Saya beruntung bisa jajal siaran keesokan paginya bermodal notebook, plugin Shoutcast WinAmp dan headset pink yang biasa saya pakai untuk Skype.

Rupanya radio online ini langsung mengeluarkan keliaran yang terpendam. Mana tahu sebelumnya bahwa DJ Momon ternyata pandai membuat jingle yang unyu-unyu? Bahwa ternyata suara Chika bagus di depan mic atau ternyata banyak lagu langka yang tersimpan di hard drive para jelata. Continue reading…