Online Movement

Mengawal Perhitungan Suara Pilpres 2014

Pemilu 2014 kali ini memang berbeda. Atensi dan partisipasi warga lebih tinggi dibanding pemilu-pemilu yang pernah dilakukan sebelumnya. Pada Pemilu 2014 kali ini pula, kita menyaksikan lahirnya banyak kreativitas dari mulai cara kampanye, hingga beragam inisiatif untuk mengawal keseluruhan proses.

Sejumlah teman pun memulai inisiatif dan berbagi kesadaran untuk mengawal proses perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU. Hal ini dilakukan karena website KPU yang sekarang ada tidak menyediakan data yang lebih mudah dibaca oleh publik. Karena itulah, sejumlah netizen berinisiatif untuk melakukan rekap data Form C1 yang lebih mudah dibaca (karena dalam bentuk tabel). Pada akhir perhitungan suara secara resmi -andai tim relawan rekap bisa menyamai kecepatan KPU-, maka kita bisa melihat ada/tidaknya diskrepansi atau pergeseran hasil rekap perhitungan suara.

Contoh kejanggalan C1 di Website KPU.

Inisiatif ini dimulai hari Jumat, 11 Juli 2014 siang oleh @suprie dan kawan-kawan. Setelah inisiatif ini dilempar ke Twitter siang harinya, mulai banyak email yang datang untuk menawarkan bantuan. Bahkan sudah ada juga sejumlah relawan lain yang memiliki ide yang sama dan telah melakukannya lebih dulu. Mereka kemudian setuju untuk berkolaborasi.

Hasil rekap form C1 yang sudah disubmit oleh relawan bisa diakses via Google Drive di Hasil Rekap C1 Pilpres.

Anda juga bisa berpartisipasi!

Caranya:

  1. Buka website KPU halaman C1 Pilpres 2014 dan ikut pantau, minimal dari area tempat Anda tinggal.
  2. Kirim email ke [email protected] Suprie akan menginfokan mana provinsi atau kabupaten yang belum tercover
  3. Download format rekap berikut ini (klik kanan, Save As) dan mulai rekap hasilnya berdasarkan data di website KPU halaman C1 di atas.
  4. Kirim segera hasil entri data yang anda lakukan ke [email protected] untuk digabungkan dengan data dari relawan lain
  5. Jika menemukan hasil perhitungan Form C1 yang aneh, silakan infokan ke

Pls note: karena datanya direkap oleh umum, ada kemungkinan kesalahan entri. Karena itu, tetap diperlukan adanya cross-check ke website KPU. Siapa yang melakukan? Kita, Anda juga.

Semakin banyak relawan yang berpartisipasi dalam inisiatif ini, semakin baik dan semakin transparan proses perhitungan suara yang sedang dilakukan. Mari berpartisipasi dan kawal terus pelaksanaan demokrasi di Indonesia!

UPDATE 14 Juli 2014
Tim relawan lain yang menamakan dirinya Crowd Sourced Count membuat aplikasi rekap suara dari form C1 dan penghitungan database berbasis crowdsourcing. Mekanismenya adalah pengelola menyediakan halaman yang akan menampilkan hasil scan C1 dari TPS serta form data entry secara acak. User (crowd) bisa berpartisipasi dengan mengisikan data ke form, memverifikasi jumlah/adanya tandatangan dan kesesuaian TPS serta memberi catatan bila hasil scannya salah.

Untuk berpartisipasi, langsung saja klik halaman aplikasi Kawal Suara.

Aplikasi Kawal Suara

Malming Bersama #GenChangeID #vpeace

Malam Minggu kemarin seru sekali! Saya mendapat undangan untuk berbagi cerita di training Generation Change yang diselenggarakan oleh US Embassy Jakarta. Selain bertemu dengan teman-teman lama yang seru, saya juga mendapat sejumlah kenalan baru.

Training Generation Change ini diikuti oleh 28 peserta terpilih yang berasal dari kampus-kampus di Indonesia, dari Aceh sampai Papua. Siapa saja mereka? Mereka diundang karena prestasi dan aktivitasnya di daerah masing-masing, baik organisasi kampus maupun kegiatan komunitas. Continue reading…

We’re the Happy Faces, yay!

 

Be happy. It’s one way of being wise Sidonie Gabrielle

Saat makan siang bersama, Hanny dan Mbak Dian berkali-kali menyebut-nyebut tentang kebahagiaan yang bisa menular dan bahwa satu kebahagiaan menuntun menuju kebahagiaan berikutnya. Ketika itu saya menyimak seraya mengiyakan dalam hati. Teringat juga seringkali saya ikutan senyum hanya dengan melihat orang yang di dekat saya tersenyum. Eh ini mah centil aja kali.. :mrgreen:

Lebih mudah mana buat anda: menulis daftar hal-hal yang membuat bahagia atau daftar hal-hal yang bikin kecewa? Semakin banyak & semakin remeh hal yang membuat bahagia, berarti semakin awet muda banyak kebahagiaan tertular ke lingkungan kita. 😉

Sekarang, percayakah anda pada pendapat satu kebahagiaan bisa menularkan kebahagiaan berikutnya?

Continue reading…

Nggak Cuma Latah di Dunia Maya

Seperti hari-hari sebelumnya, Bogor mendung sore itu. Dingin rasanya semakin menjadi padahal dia hadir setiap hari. Sesekali kilat menyambar di kejauhan, disusul geluduk yang terdengar kemudian. Di bawah sore yang murung itulah saya kembali bertemu dengannya, seorang teman lama.

Kami sedang mengantri di restoran fast food yang sama. Tiada teman lain akhirnya kami memutuskan untuk duduk satu meja. Gayanya tak banyak berubah. Setelan kerja sederhana dipadu perhiasan emas seadanya. “Baru tunangan kemarin”, sahutnya menunjukkan jari manis kirinya.

Akhirnya kami bercakap berdua, tentang masa kuliah yang telah lalu hingga beberapa isu terbaru. Dari gosip tentang mantan pacarnya, sampai kasus “cicak vs buaya”. Padahal sebenarnya saya sudah mulai kehilangan minat untuk mengikuti perkembangan kasus ini, tapi ada pendapat darinya yang baik untuk dibagi.

Teman saya ini peduli pada hal-hal terkait anti korupsi. Nggak suka juga dengan perkembangan perang-reptil yang semakin berlarut-larut ini. Istilahnya lucu juga, perang reptil :mrgreen: Tapi dia punya cara sendiri. Bukan latah ikutan Cause di Facebook atau pakai baju hitam seperti kebanyakan dari kita.

Continue reading…

Let’s Vote Nothing Wasted!

Sepekan ini, ranah social media diwarnai dengan ratusan twit soal ajakan untuk mendukung gerakan “Nothing Wasted” yang menjadi salah satu finalis BBC World Challenge 2009. Ajakannya sederhana saja, berikan vote pada situs BBC dan sebarkan beritanya kepada teman-teman untuk melakukan hal yang sama.

Nothing Wasted adalah program CSR yang dipelopori oleh Yayasan Danamon Peduli dan bekerjasama dengan 31 pemerintah daerah di Indonesia. Singkatnya, program ini berjalan dengan melakukan pengolahan sampah organik di pasar-pasar tradisional lalu mengolahnya menjadi pupuk kompos. Pupuk kompos ini kemudian digunakan untuk mendukung pertanian organik. Dengan demikian, ada dua hal tercapai: lingkungan pasar tradisional yang lebih bersih dan peningkatan taraf hidup para petani organik.

Beberapa tahun yang lalu, saya terlibat dalam penelitian program semacam ini. Sebuah perusahaan ternama di Jakarta memilih komposting sebagai program CSR untuk membantu mengurangi pengangguran di sekelilingnya. Awalnya berlangsung lancar sampai kemudian muncul hambatan. Sampah organik tidak selalu mudah ditemukan di pasar tradisional. Continue reading…

BogorWatch, tentang Bogor Tercinta

Awalnya adalah kesempatan menulis bersama pada harian Media Indonesia. Saya, Iqbal dan Rae menjadi perwakilan dari pers mahasiswa dari kampus kami untuk mengisi satu halaman Rostrum yang terbit mingguan. Satu halaman saja memang, selesai dalam beberapa minggu. Tapi interaksi selama beberapa minggu tersebut cukup untuk menemukan chemistry untuk berkarya bersama, dalam bidang yang sama-sama kami suka.

Adalah BogorWatch, sebuah blog yang kami kelola bertiga. Niatnya sederhana saja, mendokumentasikan opini, perasaan dan momen yang kami alami di kota Bogor yang kami tinggali. Ada kritik soal fasilitas umum, kebiasaan jelek di masyarakat hingga suasana Bogor hari ini. Sesekali kami memperkaya tulisan dengan foto yang kami jepret sendiri.

Setahun lebih berselang, BogorWatch makin menemukan gayanya sendiri. Ada sekian pembaca yang setia mampir untuk membaca lagi, ada yang senang karena bisa membaca Bogor dari cerita kami. Walau banyak kritik di sana, namun percayalah bahwa tujuannya untuk Bogor yang lebih nyaman ditinggali. Mungkin anda pernah mampir sesekali?

Dalam Award Pesta Blogger 2009, BogorWatch menjadi salah satu finalis untuk kategori Blog Sosial dan Politik Terbaik. Bila berkenan, mohon berikan dukungan. Kalau suka, silakan sumbangkan suara.

Vote BogorWatch untuk kategori Blog Sosial & Politik

Continue reading…