<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.1" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>nonadita</title>
	<link>http://nonadita.com</link>
	<description>enjoy this life</description>
	<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 09:33:42 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ajakan yang FreSh untuk Berbagi</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/06/30/ajakan-yang-fresh-untuk-berbagi/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/06/30/ajakan-yang-fresh-untuk-berbagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 04:31:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[microsoft bloggership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/06/30/ajakan-yang-fresh-untuk-berbagi/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari yang lalu, saya berpartisipasi dalam Freedom of Sharing (FreSh), sebuah pertemuan bulanan para IT enabler (ini istilahnya bener nggak sih?  ). Topik FreSh kali itu adalah &#8220;Social Enterpreneurship and Online Movement for Social Change&#8221;. Berlokasi di The Only One Club, FX Plaza, ratusan orang datang untuk berbagi bersama.
Grace Sai, pendiri Books for [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa hari yang lalu, saya berpartisipasi dalam <strong><a href="http://freshyourmind.com/">Freedom of Sharing</a></strong> (FreSh), sebuah pertemuan bulanan para IT enabler (ini istilahnya bener nggak sih? <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ). Topik FreSh kali itu adalah &#8220;Social Enterpreneurship and Online Movement for Social Change&#8221;. Berlokasi di The Only One Club, FX Plaza, ratusan orang datang untuk berbagi bersama.</p>
<p><strong>Grace Sai,</strong> pendiri <a href="http://www.booksforhopeworld.org/about-us/" title="Books for Hope" target="_blank">Books for Hope</a> mengawali presentasi dengan penjelasan mengenai <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_entrepreneurshiphttp://en.wikipedia.org/wiki/Social_entrepreneurship" title="social entrepreneurship" target="_blank"><em>social entrepreneurship</em></a>, praktek melakukan perubahan sosial melalui penerapan prinsip-prinsip <em>entrepreneurship</em>. Melalui <em>social entrepreneurship</em>, maka tidak hanya profit/keuntungan yang dicapai, tapi adanya peningkatan kesejahteraan massal yang bisa digapai. Namun,tentu saja konsep baru ini tidak terlepas dari pro dan kontra. Ada saja kalangan yang menganggap bahwa <em>social enterpreneurship</em> dapat dikatakan sebagai: menolong orang susah kemudian membisniskannya. Grace menjelaskan bahwa konsep ini tujuan utamanya bukan <em>maximizing profit</em>, tapi bertujuan untuk sebuah perubahan sosial.</p>
<p>Books for Hope sendiri adalah gerakan sosial yang bertujuan untuk memberikan akses informasi terhadap kalangan yang minim fasilitas di daerah-daerah. Bentuknya adalah pendirian perpustakaan bilingual di daerah-daerah. Saat ini sudah tersedia ribuan buku yang disumbang oleh beberapa perusahaan yang bersimpati pada gerakan ini. Sekilas, gerakan ini mirip dengan beberapa kegiatan sosial yang sudah ada, menyumbang buku dan mendirikan perpustakaan. Hal yang membedakan adalah adanya Weekend Enrichment Workshops (WEW) berupa pendampingan untuk kegiatan belajar dan game untuk anak-anak serta pelatihan metode mengajar untuk guru.</p>
<p>Books for Hope akan menjangkau daerah-daerah remote di Asia Tenggara, diawali di Indonesia. Indonesia, negara besar yang menjadi target pelaksanaan banyak program sosial. Tanya kenapa? <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
<p> <a href="http://nonadita.com/2009/06/30/ajakan-yang-fresh-untuk-berbagi/#more-240" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/06/30/ajakan-yang-fresh-untuk-berbagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Majalah Annida Kini di Dunia Maya</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/06/09/majalah-annida-kini-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/06/09/majalah-annida-kini-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 06:49:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/06/09/majalah-annida-kini-di-dunia-maya/</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya adalah sebuah dari email dari Mas Elzam, salah satu reporter di Majalah Annida. Saya dimintanya untuk memberikan pendapat soal perkembangan dunia literasi di dunia maya. Jadilah kami janjian bertemu pada sebuah sore di salah satu Starbuck di Jakarta.
Rupanya wawancara kali itu akan dimuat pada majalah Annida edisi cetak yang terakhir yang mengangkat tema utama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/06/annida-nonadita-2.jpg" alt="Nonadita di Majalah Annida" width="204" align="right" height="207" />Awalnya adalah sebuah dari email dari <a href="http://elzam.wordpress.com/">Mas Elzam</a>, salah satu reporter di Majalah Annida. Saya dimintanya untuk memberikan pendapat soal perkembangan dunia literasi di dunia maya. Jadilah kami janjian bertemu pada sebuah sore di salah satu Starbuck di Jakarta.</p>
<p>Rupanya wawancara kali itu akan dimuat pada majalah Annida edisi cetak yang terakhir yang mengangkat tema utama Surfing Literasi di Samudera Dunia Maya. Ya, mulai bulan Juli 2009 Annida berubah bentuk menjadi format online yang bisa diakses oleh siapa pun melalui <a href="http://annida-online.com/">http://annida-online.com</a>. Annida kini sudah berubah banyak tampaknya. Dari majalah remaja yang umumnya dikonsumsi oleh mbak-mbak aktivis masjid hingga media online yang jadi konsumsi para calon penulis muda. Ah, rupanya saya telanjur terjebak stereotipe terhadap majalah ini. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Edisi cetak terakhir Annida Cocok sebagai pengantar menuju bentuk baru Annida yang nantinya eksis di dunia maya. Pada rubrik Aksara, terdapat wawancara dengan <a href="http://jonru.net/">Jonru</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Onno_W._Purbo">Onno W Purbo</a>, <a href="http://ramaditya.com/">Eko Ramaditya</a>, <a href="http://terabas.blogspot.com/">Sarip Hidayat</a> dan <a href="http://www.herususetyo.com/">Heru Susetyo</a>. Maka saya pun menyumbang pendapat di sana, pada edisi No. 10/XVIII, bulan Juni 2009. Ada di halaman 15 bersebelahan dengan <a href="http://salsabeela.com/">Mbak Ollie</a>, salah satu blogger yang saya kagumi.</p>
<p>Tidak banyak yang bisa saya bagi di sana, hanya optimisme bahwa dunia literasi menemukan tempat yang baik untuk bertumbuh di dunia maya. Apalagi bila semakin banyak pengguna internet di Indonesia yang meningkatkan perannya, tidak hanya sebagai <em>penerima</em> namun juga <em>pemberi</em>.  <a href="http://nonadita.com/2009/06/09/majalah-annida-kini-di-dunia-maya/#more-238" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/06/09/majalah-annida-kini-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Keluhan Berbuah Ruang Tahanan, Free Prita Mulyasari!</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/06/02/keluhan-berbuah-ruang-tahanan-free-prita/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/06/02/keluhan-berbuah-ruang-tahanan-free-prita/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 09:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[demam berdarah]]></category>

		<category><![CDATA[malpraktek]]></category>

		<category><![CDATA[pemeriksaan trombosit]]></category>

		<category><![CDATA[prita]]></category>

		<category><![CDATA[prita mulyasari]]></category>

		<category><![CDATA[RS Omni International]]></category>

		<category><![CDATA[UU Perlindungan Konsumen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/06/02/keluhan-berbuah-ruang-tahanan-free-prita/</guid>
		<description><![CDATA[UPDATE: Ikutilah Kampanye Email ke RS Omni International
Prita ditahan karena dianggap bersalah menulis email di Internet tentang dirinya saat tak puas atas layanan kesehatan Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Ia dituduh mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut. Ancaman hukumanya maksimal 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Dasar ancaman adalah Undang-Undang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>UPDATE</strong>: Ikutilah <a href="http://tinyurl.com/emailtorsomni" title="Kirim email ke RS Omni International, sekarang!" target="_blank">Kampanye Email ke RS Omni International</a></p>
<blockquote><p><em>Prita ditahan karena dianggap bersalah menulis email di Internet tentang dirinya saat tak puas atas layanan kesehatan Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra, Serpong, Tangerang Selatan. Ia dituduh mencemarkan nama baik rumah sakit tersebut. Ancaman hukumanya maksimal 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Dasar ancaman adalah Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.</em><em><strong> - <a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2009/06/02/brk,20090602-179384,id.html" title="Kejiwaan Anak Prita Mulyasari Mulai Terganggu" target="_blank">Berita Tempo Interaktif</a></strong></em></p></blockquote>
<p><a href="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/06/prita.jpg" title="Prita Mulyasari"><img src="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/06/prita.jpg" alt="Prita Mulyasari" align="right" /></a><a href="http://ibuprita.suatuhari.com/tentang-kasus-prita-mulyasari/" title="Tentang Kasus Prita Mulyasari" target="_blank">Prita Mulyasari</a> (32) pastinya tidak menyangka bahwa <a href="http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/30/111736/997265/283/rs-omni-dapatkan-pasien-dari-hasil-lab-fiktif" title="Surat Pembaca di detik.com" target="_blank">surat keluhan terhadap pelayanan rumah sakit</a> yang mengecewakan kemudian berujung penjara. Ruang tahanan sebagai ganjaran untuk sebuah perilaku komplain yang dianggap masih pantas oleh sebagian konsumen, termasuk saya. Apa yang dia lakukan awalnya, mungkin sama dengan apa yang akan kita lakukan bila mengalami kasus serupa (baca: mendapat diagnosa penyakit yang salah oleh rumah sakit). Kesalahan hasil pemeriksaan laboratorium, nyawa taruhannya. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal sekarang ini keluhan telah biasa disampaikan oleh konsumen yang kecewa melalui bermacam media, surat pembaca (media cetak maupun elektronik), <em>mailing list</em>, blog pribadi, status di microblog, atau yang paling sederhana: curhat ke teman-teman. Namun, apakah keluhan yang disampaikan melalui media massa layak dihukum dengan sebuah gugatan dan ruang tahanan? Saya pikir ini menjadi berlebihan. FYI, hak konsumen untuk didengar keluhannya dijamin oleh <a href="http://www.pirac.web.id/download/uu_8-99_perlindungan_konsumen.pdf" title="Silakan download UU Perlindungan Konsumen di sini" target="_blank">UU Perlindungan Konsumen</a>.</p>
<p>Pelaku usaha, dalam kasus ini <a href="http://omni-hospitals.com/" title="RS Omni International Tangerang" target="_blank"><strong>RS Omni International</strong></a> Alam Sutera Tangerang kabarnya sudah melakukan hak jawab yang ditayangkan di koran Kompas. Bantahan tersebut juga dapat dibaca <a href="http://www.opensubscriber.com/message/bumi-serpong@yahoogroups.com/10112059.html" title="bantahan dari RS Omni Internasional" target="_blank">di sini</a>. Cukup memuaskan untuk Anda? Menurut saya tidak dan malah terkesan angkuh. Manajemen <em>public relation</em> RS Omni International tentu tidak menyangka bahwa langkah yang diterapkan untuk &#8220;menyelamatkan nama baik&#8221; malah menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Seruan boikot terdengar di mana-mana, ranah <em>blogosphere</em> pun penuh sesak oleh umpatan kepada RS Omni International.</p>
<p>Saya yakin bukan itu yang RS Omni harapkan. Toh, saya berharap ada kemajuan dalam langkah-langkah yang diayunkan oleh RS Omni. Bila kemudian seruan boikot ini benar-benar terjadi, bayangkan saja bila pegawai lain di sana harus mendapat getah dari kesalahan segelintir pihak pengambil keputusan. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> <a href="http://nonadita.com/2009/06/02/keluhan-berbuah-ruang-tahanan-free-prita/#more-236" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/06/02/keluhan-berbuah-ruang-tahanan-free-prita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>CTC Seruni, dari &#038; untuk Buruh Migran</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/28/ctc-seruni-dari-untuk-buruh-migran/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/05/28/ctc-seruni-dari-untuk-buruh-migran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 15:52:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[isu gender &amp; perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[microsoft bloggership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/28/ctc-seruni-karya-dari-eks-tki/</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita mengenai salah satu CTC Mahnettik yang diperuntukkan buruh migran dan keluarganya. Tidak seperti CTC lain pada umumnya yang dikelola oleh LSM lokal, CTC ini diselenggarakan oleh para perempuan eks-TKI. CTC yang bertempat di Purwokerto ini berada di bawah Paguyuban Seruni.
Lokasinya agak jauh dari pusat kota Purwokerto. Seperti sebagian besar CTC Mahnettik lainnya, CTC [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/05/ctc-seruni-banyumas2.jpg" alt="CTC Seruni di Banyumas" width="317" align="right" height="239" />Ini cerita mengenai salah satu CTC Mahnettik yang diperuntukkan buruh migran dan keluarganya. Tidak seperti CTC lain pada umumnya yang dikelola oleh LSM lokal, CTC ini diselenggarakan oleh para perempuan eks-TKI. CTC yang bertempat di Purwokerto ini berada di bawah <strong>Paguyuban Seruni</strong>.</p>
<p>Lokasinya agak jauh dari pusat kota Purwokerto. Seperti sebagian besar CTC Mahnettik lainnya, CTC ini berlokasi dekat dengan tempat tinggal sasaran pelatihan yaitu buruh migran dan keluarganya. Pada rumah bercat hijau berhias spanduk ceria itulah pelatihan komputer dan internet murah diadakan. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Awalnya adalah cerita pilu ketika bekerja sebagai buruh migran di luar negeri. Dipulangkan ke Indonesia tanpa dokumen dan pemotongan gaji yang kelewat besar menjadi pengalaman buruk para pendirinya yang mereka tak ingin bila sampai dialami oleh rekannya sesama buruh migran. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> Bekal kursus komputer yang didapat sepulang dari Hongkong menjadi pemicu tambahan dari <strong>Lili</strong> dan <strong>Narsidah</strong> untuk berbagi ilmu soal teknologi komputer.</p>
<p>Di sana saya berkenalan dengan beberapa peserta pelatihan yang semuanya adalah perempuan, hanya <strong><a href="http://sekrehijau.blogwae.com/">Ode</a></strong> -mahasiswa Unsoed yang membantu mengajar- satu-satunya lelaki yang saya temui di sana. Ada calon buruh migran, mantan buruh migran dan ada juga anggota keluarga buruh migran. Mereka bisa belajar paket pelatihan Microsoft Word, Microsoft Excel dan internet sampai bisa dengan biaya hanya Rp.25.000,- /orang sampai bisa. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> <em>Hardware</em> serta <em>software</em> yang digunakan oleh CTC ini tersedia atas bantuan dari <strong><a href="http://microsoft.com/indonesia/">Microsoft Indonesia</a> </strong>dan<strong> <a href="http://tifafoundation.org/">Tifa Foundation</a></strong>.</p>
<p>Tapi sebenarnya CTC Paguyuban Seruni tidak hanya berkutat pada pelatihan komputer saja. Misi utamanya adalah membantu meningkatkan kapasitas calon buruh migran sehingga siap bekerja. Karena itu, tak heran di sana tersedia berbagai macam brosur dan gambar panduan prosedur melamar kerja sebagai buruh migran, serta informasi soal hak dan kondisi kerjanya.</p>
<p>Apakah pendidikan komputer dan internet yang diberikan sudah cukup tepat guna? <strong>Lili</strong> yang menjadi pengelola di sana bercerita bahwa suatu kali terjadi sebuah kasus yang menimpa rekannya di luar negeri.  <a href="http://nonadita.com/2009/05/28/ctc-seruni-dari-untuk-buruh-migran/#more-228" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/05/28/ctc-seruni-dari-untuk-buruh-migran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mahnettik: Rumah Internet untuk Pekerja Migran</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/22/mahnettik-rumah-internet-untuk-pekerja-migran/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/05/22/mahnettik-rumah-internet-untuk-pekerja-migran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 11:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[microsoft bloggership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/22/mahnettik-rumah-internet-untuk-pekerja-migran/</guid>
		<description><![CDATA[Miris. Begitulah kesan dari banyak cerita mengenai nasib buruh migran dari Indonesia. Penipuan, majikan kasar dan pemotongan gaji untuk alasan yang tidak jelas adalah sebagian di antara cerita itu. Sayangnya sebagian dari peristiwa menyedihkan tersebut malah melibatkan sesama orang Indonesia.
Padahal tak selamanya cerita mengenai kehidupan para TKI membuat kita merasa perlu mengurut dada. Kisah menyenangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/05/prosedur-tki.jpg" title="Prosedur Pendaftaran TKI"><img src="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/05/prosedur-tki.jpg" alt="Prosedur Pendaftaran TKI" width="238" align="right" height="235" /></a>Miris. Begitulah kesan dari banyak cerita mengenai nasib buruh migran dari Indonesia. Penipuan, majikan kasar dan pemotongan gaji untuk alasan yang tidak jelas adalah sebagian di antara cerita itu. Sayangnya sebagian dari peristiwa menyedihkan tersebut malah melibatkan sesama orang Indonesia.</p>
<p>Padahal tak selamanya cerita mengenai kehidupan para TKI membuat kita merasa perlu mengurut dada. Kisah menyenangkan dan menenangkan pun ada. Bahwa TKI tidak selalu bernasib suram, bahwa TKI pun punya kesempatan menjadi lebih berkembang dari sekarang. Ah, terpikirkah bila komputer dan internet bisa membantu mewujudkan itu semua?</p>
<p>Kemudian saya berkunjung ke <strong>Mahnettik</strong>, alias rumah internet untuk TKI. Namanya <em>catchy</em> dan menarik hati. Aslinya Mahnettik adalah sejenis <strong>Community Technology Center (CTC)</strong> yang diperuntukkan untuk buruh migran dan keluarganya. Ada pelajaran komputer dan internet di sana. Lho, memang nantinya buat apa?</p>
<p> <a href="http://nonadita.com/2009/05/22/mahnettik-rumah-internet-untuk-pekerja-migran/#more-225" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/05/22/mahnettik-rumah-internet-untuk-pekerja-migran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Tik Foto - Panduan Mengolah Foto Online</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/14/tak-tik-foto-panduan-mengolah-foto-online/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/05/14/tak-tik-foto-panduan-mengolah-foto-online/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 05:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Book Review]]></category>

		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/14/tak-tik-foto-panduan-mengolah-foto-online/</guid>
		<description><![CDATA[
Data Buku
Judul   : Tak Tik Foto - Panduan Mengolah Foto Online
Penulis   : Angel
Penerbit : Bukune
Cetakan  : I, Maret 2009
Tebal      : 95 halaman
Adakah hubungan antara mewabahnya situs jejaring sosial dengan peminat photo editing? Menurut saya sih, iya banget! Semakin banyak pengguna jejaring sosial (Mis.: Facebook, Friendster, dst.) yang ingin menampilkan foto terbaiknya di profil mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/05/new-2.png" alt="Tak Tik Foto" width="178" align="right" height="243" /></p>
<p><strong>Data Buku</strong><br />
Judul   : Tak Tik Foto - Panduan Mengolah Foto Online<br />
Penulis   : Angel<br />
Penerbit : Bukune<br />
Cetakan  : I, Maret 2009<br />
Tebal      : 95 halaman</p>
<p>Adakah hubungan antara mewabahnya situs jejaring sosial dengan peminat <em>photo editing</em>? Menurut saya sih, iya banget! Semakin banyak pengguna jejaring sosial (Mis.: Facebook, Friendster, dst.) yang ingin menampilkan foto terbaiknya di profil mereka <s>supaya eksis. Termasuk saya</s>. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Padahal tidak semua pengguna komputer awam bisa melakukan pengolahan foto sebaik desainer grafis. Selain itu, aplikasi pengolah foto masih merupakan salah satu aplikasi yang terbilang mahal dan perlu instalasi untuk menggunakan sebagian besar di antaranya. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Lalu, kenapa tidak mencoba mengolah foto secara <span style="font-style: italic">online</span>? Ternyata di internet banyak situs yang menyediakan fasilitas pengolahan foto yang cocok bagi para pemula. Gratis. Simpel. Tidak perlu menginstal aplikasi apapun. Hanya dibutuhkan koneksi internet yang baik untuk menggunakannya.</p>
<p>Buku <strong>Tak Tik Foto</strong> karangan <strong><a href="http://blog.kutukutubuku.com/" target="_blank">Angel</a></strong> ini menyediakan informasi seputar situs untuk <em>online photo editing</em>. Sebutlah situs <a href="http://picnik.com/" target="_blank">picnik</a>, <a href="http://lunapic.com/" target="_blank">lunapic</a>, <a href="http://fotoflexer.com/" target="_blank">fotoflexer</a>, <a href="http://loonapix.com/" target="_blank">loonapix</a>, <a href="http://magmypic.com/" target="_blank">magmypic</a> dan <a href="http://creatr.cc/creatr" target="_blank">logo creator</a>. Dalam buku ini juga tersedia tutorial untuk mengubah foto-foto yang biasa-biasa saja menjadi foto yang menarik sesuai contoh.</p>
<p> <a href="http://nonadita.com/2009/05/14/tak-tik-foto-panduan-mengolah-foto-online/#more-221" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/05/14/tak-tik-foto-panduan-mengolah-foto-online/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sepenggal Cerita Buruh Migran Cilacap</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/12/sepenggal-cerita-buruh-migran-cilacap/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/05/12/sepenggal-cerita-buruh-migran-cilacap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 09:11:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[isu gender &amp; perempuan]]></category>

		<category><![CDATA[microsoft bloggership]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/12/sepenggal-cerita-buruh-migran-cilacap/</guid>
		<description><![CDATA[Perlu waktu sekitar 5 jam perjalanan mobil dari Yogyakarta untuk menuju lokasi tujuan kami. Innova yang kami tumpangi kala itu melintasi kota, kampung, hutan dan hutan karet lagi sampai akhirnya kami tiba di Sidareja, salah satu kecamatan kantung buruh migran dari Cilacap. Lokasinya memang terpencil, sekitar 1,5 jam dari Cilacap dan 1 jam dari Pantai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perlu waktu sekitar 5 jam perjalanan mobil dari Yogyakarta untuk menuju lokasi tujuan kami. Innova yang kami tumpangi kala itu melintasi kota, kampung, hutan dan hutan karet lagi sampai akhirnya kami tiba di Sidareja, salah satu kecamatan kantung buruh migran dari Cilacap. Lokasinya memang terpencil, sekitar 1,5 jam dari Cilacap dan 1 jam dari Pantai Pangandaran.</p>
<p>Tujuan saya, <strong><a href="http://sekarduside.com/">Nico Wijaya</a></strong> dan teman-teman dari <strong><a href="http://tifafoundation.org/">Tifa Foundation</a></strong> adalah menghadiri Diskusi Kampung yang diselenggarakan di pendopo Kantor Kecamatan Sidareja. Diskusi bertema &#8220;Pemberdayaan Buruh Migran Melalui Penguasaan TI&#8221; ini dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, pengelola dan peserta Community Technology Center (CTC) serta beberapa buruh migran dari sana.</p>
<p>Tersebutlah Rofiqoh, seorang wanita muda yang pernah mengenyam pengalaman bekerja di Negeri Singa sebagai pembantu rumah tangga. Dia berangkat pada usia 19 tahun, muda sekali ya? <em>Gosh</em>..umur segitu saya masih sibuk dengan kuliah dan minta uang jajan. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> Malang menimpa, dia mendapat majikan kasar yang suka menampar. Dia pun pulang setelah kontrak kerja satu tahunnya habis. Musibah selanjutnya datang, gajinya selama setahun tak kunjung dikirim hingga sekarang. <img src='http://nonadita.com/wp-includes/images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> <a href="http://nonadita.com/2009/05/12/sepenggal-cerita-buruh-migran-cilacap/#more-219" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/05/12/sepenggal-cerita-buruh-migran-cilacap/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Film Pertaruhan: Menyoal Otonomi Perempuan</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 09:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<category><![CDATA[isu gender &amp; perempuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/</guid>
		<description><![CDATA[ Siapa yang menentukan nilai atau perlakuan terhadap perempuan (dan tubuhnya)? Setidaknya ada tiga: agama, stereotipe masyarakat dan norma yang mengikatnya.
Adalah Pertaruhan (At Stake), sebuah film dokumenter keroyokan karya lima sutradara. Film yang dibuat oleh Kalyana Shira Foundation bertutur mengenai kisah beberapa perempuan yang bisa kita temui dalam hidup kita sehari-hari. Pertaruhan merupakan film dokumenter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> <img src="http://fahmina.or.id/id/images/stories/pertaruhan.jpg" width="196" align="right" height="277" /><em>Siapa yang menentukan nilai atau perlakuan terhadap perempuan (dan tubuhnya)? Setidaknya ada tiga: agama, stereotipe masyarakat dan norma yang mengikatnya.</em></p>
<p>Adalah <strong>Pertaruhan</strong> (At Stake), sebuah film dokumenter keroyokan karya lima sutradara. Film yang dibuat oleh <strong>Kalyana Shira Foundation</strong> bertutur mengenai kisah beberapa perempuan yang bisa kita temui dalam hidup kita sehari-hari. Pertaruhan merupakan film dokumenter yang terdiri atas empat cerita dengan kisah yang berdiri sendiri, namun ada benang merah yang menghubungkan keempat film tersebut.</p>
<p>Benang merahnya adalah isu-isu seputar perempuan khususnya otonomi perempuan terhadap tubuhnya sendiri. Keempat kisah berbeda dalam film Pertaruhan dengan nadanya sendiri menyuarakan pertanyaan yang sama seperti yang tertulis pada awal postingan ini.</p>
<p>Salah satu kisah bertutur mengenai sunat perempuan yang lazim ditemukan di Indonesia dan beberapa masyarakat lain di dunia. Padahal beberapa kalangan menilai sunat (khitan) perempuan belum jelas dasarnya hingga sekarang. Dari segi agama, masih menjadi perdebatan akibat dianggap tidak adanya dalil yang kuat.  <a href="http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/#more-218" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/05/01/film-pertaruhan-menyoal-otonomi-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Seru Bersama MultiPoint</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/04/13/belajar-seru-bersama-multipoint/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/04/13/belajar-seru-bersama-multipoint/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 11:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[microsoft bloggership]]></category>

		<category><![CDATA[anandita]]></category>

		<category><![CDATA[anandita puspitasari]]></category>

		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>

		<category><![CDATA[bloggership]]></category>

		<category><![CDATA[microsoft indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[mighty mice]]></category>

		<category><![CDATA[mouse mischief]]></category>

		<category><![CDATA[multipoint]]></category>

		<category><![CDATA[nonadita]]></category>

		<category><![CDATA[sd muhammadiyah]]></category>

		<category><![CDATA[sd ungaran 2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/04/13/belajar-seru-bersama-multipoint/</guid>
		<description><![CDATA[Pada kunjungan ke Yogya beberapa waktu lalu, saya berkesempatan melihat penerapan teknologi MultiPoint di beberapa sekolah dasar di sana. Exciting, of course. Sebelum kunjungan ke Yogya, saya sudah mendengar gambaran mengenai teknologi ini dan bagaimana pemanfaatannya dalam kegiatan belajar di sekolah.
Saat ini, MultiPoint telah diterapkan pada empat sekolah di Yogyakarta yaitu: SD Ungaran 2, SD [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left"><img src="http://nonadita.com/wp-content/uploads/2009/04/ungaran-2.jpg" alt="ungaran-2.jpg" width="335" align="right" height="244" />Pada kunjungan ke Yogya beberapa waktu lalu, saya berkesempatan melihat penerapan teknologi <strong>MultiPoint</strong> di beberapa sekolah dasar di sana. <em>Exciti</em><em>ng, of course</em>. Sebelum kunjungan ke Yogya, saya sudah mendengar gambaran mengenai teknologi ini dan bagaimana pemanfaatannya dalam kegiatan belajar di sekolah.</p>
<p>Saat ini, MultiPoint telah diterapkan pada empat sekolah di Yogyakarta yaitu: <a href="http://sdnungaran2yogya.com/" target="_blank" title="SD Ungaran 2">SD Ungaran 2</a>, <a href="http://www.sdmuhsapen-yog.sch.id/" target="_blank" title="SD Muhammadiyah Sapen">SD Muhammadiyah Sapen</a>, <a href="http://www3.jogjabelajar.org/sdmuhconcat/" target="_blank" title="SD Muhammadiyah Condong Catur">SD Muhammadiyah Condong Catur</a> dan SD Serayu. Keempat sekolah ini menjadi lokasi penerapan yang pertama di Indonesia.</p>
<p>Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa bentuknya. MultiPoint  adalah teknologi yang bertujuan memperkecil rasio antara siswa dan komputer plus membuat suasana belajar lebih menyenangkan. Dengan demikian, satu kelas hanya membutuhkan satu set komputer yang terhubung dengan (maksimal) 40 tetikus dan proyektor untuk menampilkan materi pelajaran ke layar/dinding.</p>
<p>Setiap siswa bisa menggunakan tetikusnyanya masing-masing sehingga pengajaran bisa berlangsung secara interaktif. Masing-masing tetikus ini mempunyai pointer sendiri berbentuk icon-icon yang lucu dan nama masing-masing siswa. Tidak perlu antre untuk mengklik pilihan jawaban, karena setiap klik masuk ke &#8220;account&#8221;-nya sendiri.</p>
<p>Teknologi ini memungkinkan guru menciptakan bahan pengajaran yang menarik. Semacam <em>slide power point</em>, tapi lebih interaktif berkat aplikasi <strong><a href="http://mousemischief.org/drupal/" target="_blank" title="Mouse Mishief">Mouse Mischief</a></strong> (dulunya Mighty Mice). Mouse Mischief ini dilengkapi dengan <em>template</em> yang memudahkan guru membuat materi pengajaran. Keluarannya apa? Bayangkan guru menampilkan materi pengajaran (bisa berupa teks, gambar dan video) menggunakan slide yang diproyeksikan ke layar, lalu para siswa bisa &#8220;menyentuh&#8221; dan menjawab pertanyaan dengan tetikusnya masing-masing.</p>
<p>Prakteknya, MultiPoint memungkinkan seluruh siswa ikut ambil bagian dalam proses belajar &amp; berinteraksi tanpa harus menunggu giliran. Tak usah berebut lagi, karena semua bisa kebagian. Guru bisa menayangkan soal ujian, siswa meng-klik jawaban lalu <em>score</em>-nya diketahui beberapa detik kemudian. Menyenangkan!</p>
<p>Apakah kemudian fungsi lab komputer jadi tergantikan?  <a href="http://nonadita.com/2009/04/13/belajar-seru-bersama-multipoint/#more-208" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/04/13/belajar-seru-bersama-multipoint/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>MultiPoint: Solusi Kesenjangan Akses Komputer</title>
		<link>http://nonadita.com/2009/04/09/multipoint-solusi-kesenjangan-akses-komputer/</link>
		<comments>http://nonadita.com/2009/04/09/multipoint-solusi-kesenjangan-akses-komputer/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Apr 2009 05:28:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[microsoft bloggership]]></category>

		<category><![CDATA[microsoft multipoint]]></category>

		<category><![CDATA[mouse mischief]]></category>

		<category><![CDATA[nonadita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nonadita.com/2009/04/09/multipoint-solusi-kesenjangan-akses-komputer/</guid>
		<description><![CDATA[Komputer bagi banyak sekolah di Indonesia masih belum menjadi fasilitas yang selalu tersedia. Komputer ada tapi tak selalu memberi guna. Terdiam manis di pojok ruangan tata usaha atau sekedar untuk pemanis meja. Padahal mestinya komputer bisa lebih berdaya terutama untuk membantu kegiatan belajar siswa.
We all know, saat ini teknologi komputer masih belum terjangkau oleh sebagian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Komputer bagi banyak sekolah di Indonesia masih belum menjadi fasilitas yang selalu tersedia. Komputer ada tapi tak selalu memberi guna. Terdiam manis di pojok ruangan tata usaha atau sekedar untuk pemanis meja. Padahal mestinya komputer bisa lebih berdaya terutama untuk membantu kegiatan belajar siswa.</p>
<p><em>We all know</em>, saat ini teknologi komputer masih belum terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini terutama dapat dilihat pada akses siswa Indonesia terhadap komputer yang mencapai rasio 1000:1. Maka upaya pemerintah dalam memperkecil rasio menjadi 20:1 menjadi berita yang menggembirakan.</p>
<p>Tapi menyediakan komputer untuk siswa di sekolah dalam jumlah lima puluh kali lipat dari yang ada sekarang tentu bukan hal yang mudah bagi siapapun, termasuk pemerintah kita. Sejumlah kerjasama kemudian dilaksanakan, termasuk dengan perusahaan swasta. Jejaring kerjasama yang menyumbang berbagai sumberdaya yang dimiliki tentu diharapkan bisa mewujudkan tujuan meningkatnya akses siswa terhadap komputer pada khususnya dan teknologi informasi pada umumnya.</p>
<p>Kemudian tersebutlah teknologi <strong>MultiPoint</strong>, sebuah terobosan untuk mendukung pendidikan di negara berkembang dan dunia pendidikan pada khususnya. Tujuannya tentu mengirit biaya yang harus dikeluarkan sekolah dalam menyediakan komputer bagi siswanya. Namun, ada tujuan lain yang tak kalah menarik: membuat proses belajar jadi lebih interaktif dan menjadikan guru lebih kreatif. Proses belajar yang menyenangkan dan guru yang inovatif, wow!</p>
<p>Seperti apa bentuknya? Satu hal untuk membuatnya sederhana: bayangkanlah satu komputer dalam kelas yang bisa diakses oleh guru dan seluruh siswa di sana. Ya, hanya satu. Tidak perlu antri untuk menggunakan, dan tak perlu ada sikut-sikutan demi mendapatkan giliran.</p>
<p>Bagaimana bisa?  <a href="http://nonadita.com/2009/04/09/multipoint-solusi-kesenjangan-akses-komputer/#more-207" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nonadita.com/2009/04/09/multipoint-solusi-kesenjangan-akses-komputer/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
