Hijau yang (Semoga) Meneduhkan

Upaya pelestarian lingkungan secara massal –termasuk kegiatan penghijauan- menjadi kabar baik yang belakangan ini menghangat lagi di pemberitaan. Adalah trembesi, pohon besar yang sedang naik daun berkat program pemerintah Tanam Satu Juta Trembesi yang diiringi dengan penanaman oleh berbagai pihak, baik swasta maupun individual. Trembesi (Ki Hujan/Samanea saman) kini menjadi pilihan utama untuk peneduh jalanan maupun mengurangi emisi karbon.

Beberapa waktu lalu, saya bersama beberapa blogger lain (Titiw, Mbelgedez, Nik.e, Didut & Raditya Dika) diundang untuk menghadiri kegiatan penanaman pohon trembesi di Demak, Jawa Tengah. Pengundangnya adalah PT Djarum, saudara-saudari. Selain kami, selebriti lainnya *uhuk* seperti Luna Maya dan Nidji juga dilibatkan dalam program ini. :mrgreen:

Apakah berarti nonadita sekarang pro sama rokok? (more…)

Read Users' Comments (72)

We’re the Happy Faces, yay!

Be happy. It’s one way of being wise Sidonie Gabrielle

Saat makan siang bersama, Hanny dan Mbak Dian berkali-kali menyebut-nyebut tentang kebahagiaan yang bisa menular dan bahwa satu kebahagiaan menuntun menuju kebahagiaan berikutnya. Ketika itu saya menyimak seraya mengiyakan dalam hati. Teringat juga seringkali saya ikutan senyum hanya dengan melihat orang yang di dekat saya tersenyum. Eh ini mah centil aja kali.. :mrgreen:

Lebih mudah mana buat anda: menulis daftar hal-hal yang membuat bahagia atau daftar hal-hal yang bikin kecewa? Semakin banyak & semakin remeh hal yang membuat bahagia, berarti semakin awet muda banyak kebahagiaan tertular ke lingkungan kita. ;)

Sekarang, percayakah anda pada pendapat satu kebahagiaan bisa menularkan kebahagiaan berikutnya?

(more…)

Read Users' Comments (37)

Air: Indikator Kekerenan Kantor

Saya mengalami obrolan yang menyenangkan dengan teman pagi ini. Awalnya kami membicarakan tentang teman kami yang lain –si Anu- yang ginjalnya terganggu karena tidak memenuhi kebutuhan sehari-harinya yang sederhanya: minum air. Well, bukannya benar-benar melupakan.. tapi karena suatu hal, dia mengabaikan hal sederhana yang penting itu.

Bekerja dan memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari, bukan hal yang sulit mestinya. Ternyata alasannya si Anu ini sedikit, ehm, agak sulit diterima buat saya. :roll: (more…)

Read Users' Comments (48)

Rocks on PC Plus 357!

Rocks!

Rocks!

Yay, masuk koran lagi! :mrgreen:

Beberapa minggu yang lalu, saya dihubungi Keshie (wartawan tabloid PC Plus) untuk sebuah wawancara. Rupanya PC Plus tertarik mewawancara saya terkait prestasi-prestasi yang diterima, saat itu blog ini baru menjadi finalis The BOBs Award 2010.

Hasil wawancara tersebut lalu dimuat di rubrik Who Rocks? PC Plus edisi 357 3-26 April 2010. Seperti biasa, obrolan dimulai dengan menanyakan sejarah dan minat ngeblog. Lalu saya diminta memberikan tips bagaimana supaya konsisten ngeblog. Padahal saya sendiri  juga sekarang jadi fakir postingan. :mrgreen: (more…)

Read Users' Comments (51)

Photovoices: Potret yang Memberdayakan

The Photovoices Project in the Heart of Borneo The Photovoices Project in the Heart of Borneo

Beberapa tahun lalu, dalam kuliah Pengembangan Masyarakat, saya diberitahu bahwa tak ada yang bisa menjelaskan potret suatu daerah lebih baik daripada masyarakat lokalnya sendiri. Keindahan, keburukan dan keanekaragaman budayanya terekam dalam benak mereka hingga ke detail-detailnya. Ritme kehidupan sehari-hari bisa tergambar dengan alami karena mereka yang menjalani. Inilah mengapa penelitian dan pembangunan harus dilakukan bersama masyarakat lokal, karena mereka yang lebih tahu bagaimana keadaan lingkungan dan kebutuhan masyarakatnya.

Mungkin ide inilah yang menginspirasi para penggagas Photovoices, program untuk memberdayakan masyarakat melalui pelatihan fotografi dan dokumentasi kehidupan melalui pelibatan masyarakat secara partisipatif. Sounds like a Community Empowerment lecture, huh? Haha..walau kedengarannya serius, tapi percayalah Photovoices ini adalah suatu hal yang menarik. Just keep reading… :mrgreen:

Kegiatan ini diawali dengan pelatihan fotografi oleh para fotografer National Geographic kepada masyarakat yang tinggal di daerah-daerah terpencil. Jangan bayangkan pelatihan fotografi profesional dengan kamera DSLR yang lensanya sepanjang belalai..kamera yang digunakan adalah kamera poket biasa. Masyarakat di Lamalera, NTT dan Danau Sentarum, Kalimantan Barat kemudian memotret hal-hal di sekeliling mereka. Kedekatan mereka dengan alam, tradisi sehari-hari, lingkungan tempat mereka mencari nafkah dan perubahan yang terjadi di sekitarnya. Menarik ya? :D

Foto-foto karya fotografer amatir ini (etapi keren-keren lho) kini dipamerkan di Pameran Foto Photovoices, 21-23 April 2010 di American Corner, Gedung Perpustakaan Institut Teknologi Bandung. Event ini terbuka untuk umum dan gratis. (more…)

Read Users' Comments (38)

Nonadita – Finalis The BOBs Award 2010

The BOBs Award 2010Another miracle  from blog!

Beberapa hari lalu, saya mendapat kejutan menyenangkan. Blog saya menjadi salah satu finalis Best Weblogs Bahasa Indonesia pada The BOBs Award 2010. The BOBs adalah kompetisi blog bertaraf internasional yang diadakan Deutsche Welle dengan banyak kategori dan diperuntukkan untuk blog dengan bermacam bahasa.

Masuknya blog nonadita sebagai salah satu finalis menjadi anugrah lain lagi dari aktivitas ngeblog yang saya sukai. Saya jadi semakin mensyukuri datangnya keajaiban-keajaiban yang mengikuti kegiatan berbagi ini. Nggak nyangka gitu, berawal dari sekedar menulis cerita sehari-hari bisa berbuah nominasi di kompetisi bergengsi. Alhamdulillah… makin semangat untuk terus menulis dan berbagi, nggak rugi  :mrgreen:

Voting untuk pemenang pilihan user akan berlangsung hingga 14 April 2010. Bila berkenan, mohon dukungannya untuk blog Nonadita – Enjoy this Life ini yaa.. Dukungan bisa diberikan di halaman voting The BOBs Award 2010, silakan cari Best Weblogs Bahasa Indonesia (kategori ke-5 dari bawah). Pada sidebar kanan, pilih blog berjudul Enjoy this Life. Setelah detail blog ini muncul, centang Voting untuk Blog Ini. Jangan lupa isikan nama, email  & angka captcha pada sudut kiri bawah halaman dan Submit. (more…)

Read Users' Comments (74)

Kajian #fq Berjamaah. Seksis.

#fq yang saya maksud pada judul, tak lain adalah Farah Quinn (FQ). Chef cantik yang tenar tak hanya karena penampilannya di TV, namun juga karena menjadi bintang di ranah kicau. Untuk sebagian tweeps, ramainya hashtag #fq setiap weekend sudah terasa familiar. Apalagi bila ternyata bila sama-sama memfollow orang-orang dari kelompok yang berselera sama dan tanpa dikomando ngetwit soal objek pembicaraan yang sama. Jemaah Al Farah Quinniyah alias tweeps ini, bisakah kita sebut fansnya FQ?

Tweeps ini menonton demo masak tak hanya untuk belajar & mencari inspirasi menyiapkan sajian. Mereka ngetwit mengenai pakaian apa yang FQ kenakan hari ini. Mengomentari apa efek warna bajunya, bagaimana pakaian tersebut tampak di tubuhnya, seberapa ketat, dan apakah gambar di kaosnya “rusak” setelah menunduk.  Ketika membaca twit-twit ini, terkadang saya merasa sedang membaca ulasan dari komentator fashion seleb.

Tweeps ini mengomentari bagaimana gaya FQ menerangkan tahapan-tahapan memasak. Bagaimana caranya memegang bahan makanan tertentu, gayanya mengucapkan kalimat tertentu yang kemudian “dituduh” ambigu dan bagaimana caranya mengoles topping di atas sajian.

Tak cuma live report acara demo kemudian berkomentar mengenainya. Rangkaian timeline yg disusun oleh tweeps dengan objek obrolan yang sama rupanya menggelitik imajinasi beberapa orang. Ada yang lalu membayangkan gimana kalau kembennya melorot (ya masup angin lah :mrgreen: ), gimana seandainya jadi pisang yang sedang dipegang atau gimana kalau kembennya dioles madu.

Selera politik bisa berbeda, namun ketika FQ mengudara semua bisa satu suara. Demo masak ditonton sama-sama sekedar ingin melihat chefnya yang memanjakan mata. Salahkah? Tidak (tahu). Kita “terbiasa” untuk menerima bahwa penampilan seorang perempuan cantik lazim menjadi topik joke yang disukai para lelaki. Kita “terbiasa” untuk sepakat bahwa sudah dari alam sonolah laki-laki tertarik secara visual. (more…)

Read Users' Comments (81)