November 20th, 2009 | Posted by nonadita
Seperti hari-hari sebelumnya, Bogor mendung sore itu. Dingin rasanya semakin menjadi padahal dia hadir setiap hari. Sesekali kilat menyambar di kejauhan, disusul geluduk yang terdengar kemudian. Di bawah sore yang murung itulah saya kembali bertemu dengannya, seorang teman lama.
Kami sedang mengantri di restoran fast food yang sama. Tiada teman lain akhirnya kami memutuskan untuk duduk satu meja. Gayanya tak banyak berubah. Setelan kerja sederhana dipadu perhiasan emas seadanya. “Baru tunangan kemarin”, sahutnya menunjukkan jari manis kirinya.
Akhirnya kami bercakap berdua, tentang masa kuliah yang telah lalu hingga beberapa isu terbaru. Dari gosip tentang mantan pacarnya, sampai kasus “cicak vs buaya”. Padahal sebenarnya saya sudah mulai kehilangan minat untuk mengikuti perkembangan kasus ini, tapi ada pendapat darinya yang baik untuk dibagi.
Teman saya ini peduli pada hal-hal terkait anti korupsi. Nggak suka juga dengan perkembangan perang-reptil yang semakin berlarut-larut ini. Istilahnya lucu juga, perang reptil
Tapi dia punya cara sendiri. Bukan latah ikutan Cause di Facebook atau pakai baju hitam seperti kebanyakan dari kita.
(more…)