Catatan dari “Travel Tips & Trick” Talkshow

Siapa traveler Indonesia yang nggak kenal Trinity Traveler dan Nadine Chandrawinata? Gimana kalau mereka berbagi cerita dan tips soal traveling di satu forum yang sama? Lalu, apa saja tips-tips mereka untuk traveler perempuan, solo traveler dan cara menjaga kesehatan saat bepergian?

 

Nadine, Trinity & Ary Kirana

 

Seperti biasa, Trinity menekankan riset sebelum merencanakan perjalanan. Salah satu rekomendasinya adalah Thorn Tree Travel Forum dari Lonely Planet. Di tempat tujuan, gali info mengenai kebiasaan masyarakat setempat, bisa ke resepsionis hotel, supir taksi, dll. Info dari penduduk lokal paling akurat.

Riset sebelum bepergian juga bisa meminimalisir terjadinya kesulitan di tempat tujuan. Nadine menyatakan bahwa tantangan traveling di Indonesia adalah kurangnya informasi yang update. Kadang di website tidak ada. Jadwal penerbangan yang bisa berubah sewaktu-waktu juga bisa dihadapi para traveler di Indonesia.

Berbagai ketidakpastian yang bisa dihadapi di perjalanan menuntut traveler untuk fleksibel. Gerak cepat agar liburan tidak terbuang percuma.

Trinity dikenal suka bepergian dalam waktu yang lama, tapi kayaknya jarang sakit ya? Ini tips-tips darinya:

  • Jaga kesehatan sehari-hari. Trinity terbiasa ngegym saat sedang di Jakarta.
  • Saat traveling, vitamin jadi hal yang wajib dibawa.
  • Makan makanan yang dimasak saat itu juga (yang panas). Bila ragu pada makanan mentah/makanan pinggir jalan, hindari saja daripada sakit.
  • Time management itu penting. Jangan sampai terlalu excited sampai kurang tidur dan malah cranky keesokan harinya. :mrgreen:
  • Selalu relax. Nadine secara khusus menekankan untuk selalu berpikiran positif. Menulis & melihat foto bisa membantu untuk relax & menghindari pikiran negatif.

Saat keluar negeri, Trinity dan Nadine rupanya punya kebiasaan yang sama: bawa uang rupiah untuk dijadikan souvenir! Uang Rp.5.000,- pun jadi, buat orang asing bisa dikira nilainya gede. :mrgreen: Selain murah, ini juga bagus untuk memperkenalkan Indonesia. Nadine juga sering membawa potongan kain, batik & kaos untuk memperkenalkan Indonesia. Menurutnya, ini penting agar orang asing tidak terus-terusan mengira Indonesia adalah bagian dari Bali. Saat traveling, Nadine seringkali membawa misi penyuluhan mengenai pelestarian alam Indonesia.

Tips-tips menjaga keamanan selama traveling:

  • Jangan gunakan perhiasan mencolok
  • Jangan sengaja bepergian ke tempat yang jelas tidak aman
  • Ikuti insting. Saat sebuah tempat dirasa sepi/gelap sehingga nggak aman, tinggalin aja!
  • Jangan terlihat seperti orang bingung dengan membuka peta di tengah jalan. Lebih baik bertanya pada “orang bener” misalnya polisi dan resepsionis.
  • Letakkan uang tunai di tempat-tempat berbeda: tas, sepatu, kantong-kantong tas
  • Jangan sering-sering gunakan kamera atau ponsel bagus di keramaian
  • Untuk perempuan, kesan maskulin biasanya membuat orang jadi lebih segan
  • Saat ke luar negeri, bawa stok uang dollar AS agar lebih gampang menukarnya

Untuk traveler dengan budget terbatas seperti saya ini *ihik ihik*, ada tips-tips lain juga:

  • Cobalah bepergian ke negara-negara tetangga dulu, misalnya ke Vietnam yang biaya hidupnya (ternyata) lebih murah daripada Jakarta
  • Sering-sering berburu tiket promo dari maskapai
  • Biasakan naik kendaraan umum, lebih murah
  • Jangan membawa terlalu banyak barang. Travel light, lebih irit & nggak melelahkan

Nadine yang terlihat gahar rupanya sangat menjaga kebersihan. Tips-tipsnya seputar kebersihan:

  • Bawa botol minum sendiri, lebih bersih & irit
  • Bawa sendok garpu sendiri
  • Bawa sleeping bag sendiri. Milik Nadine adalah selendang yang dijahit sendiri & dipakai layaknya kepompong. Fungsinya sebagai alas & mencegah gatal-gatal misalnya kebagian seprei/kasur yang kurang bersih

Masih banyak tips-tips lainnya yang bisa saya tambahkan belakangan (kalau ingat). Saya juga datang ke talkshow Travel with Style di sore harinya. Nanti deh dibuat tulisannya juga.

 

Tentang BCA Anniversary Week

Saya beruntung mendapat info adanya talkshow Travel Tips & Trick yang menghadirkan kedua traveler ternama tersebut. Talkshow ini adalah bagian dari BCA Anniversary Week di East Mall Grand Indonesia (21-26 Februari 2012). Tiap hari ada rangkaian acara dengan tema berbeda mulai jam 12.00 WIB -21.00 WIB. Kebetulan kemarin temanya adalah Travel Solution dan saya bisa datang ke tiga talkshow menarik!

Selain talkshow, dance & music performance, para pemenang Kartu BCA juga bisa mengikuti Hot Offers yaitu harga khusus untuk barang-barang seperti iPod, iPad, kamera, tiket pesawat, dll. Detail Hot Offers bisa dibaca di sini. BCA Anniversary Week berlangsung sampai Minggu 26 Februari 2012, cek jadwal lengkapnya di sini.

Untuk kamu yang masih remaja seperti saya (sampai usia 25 tahun), bisa ikutan game #XPresiRace dengan hadiah BCA Flazz senilai Rp.550.000,- lho! Banyak banget benefit untuk nasabah BCA yang datang di event ini ya.. Sampai ketemu di sana!

Bonus Foto

 

Pasangan Serasi Commuter Nih

Sejak beberapa minggu lalu, saya kecanduan sesuatu.. Sesuatu itu adalah game lucu-lucu! Teman-teman dekat pasti tau betapa sukanya saya menghabiskan waktu luang untuk bermain social games di Facebook (dulu). Seiring makin berkurangnya waktu main games (dan juga games Facebook yang lama-lama jadi makin demanding), saya beralih ke mobile games.

Favorit saya belakangan ini adalah seri game With Friends dari Zynga di App Store. Game Word with Friends, Scramble with Friends, Hanging with Friends.. you name it. Ringan, bisa dimainkan kapan aja dan nambah perbendaharaan kata bahasa Inggris. Add ya, usernameku: nonadita. Selama ini, saya main dari iPod dengan mengandalkan koneksi wi-fi di rumah dan kantor. Saat di jalan, cuma bisa main game lain yang bisa dimainkan di iPod  tanpa koneksi wi-fi, misalnya Temple Run dan Air Penguin.  Continue reading…

Video “Viral” Ernest Prakasa Diculik

Awalnya adalah tweet dari Ernest Prakasa di Jumat malam yang menunjukkan seakan-akan dia diculik, lalu terbangun di tempat gelap & nggak tahu di mana. Beberapa orang di timeline saya merespon dengan mereply dan me-RT sambil bertanya-tanya ada apa dengan Ernest?

Kesimpulan singkat:  Ernest either diculik beneran atau dikerjain temen-temennya, lalu terbangun di tempat gelap (kontainer) dan dia kebingungan. Di tengah kebingungannya, sebuah ide cerdas muncul yaitu ngetweet minta tolong dan menggambarkan keadaan sekeliling pada saat itu dengan mengupload video YouTube berbekal sinyal wi-fi putus-putus. Jadi, nggak ada sinyal telepon yang cukup untuk hubungi kerabat, tapi di tempat itu ada sinyal wifi yang cukup untuk upload video. Alangkah wagu!

Tweets Minta Tolong

 

Klik di sini untuk lihat video Ernest minta tolong.

Bila sinyal wifi putus-putus jadi modal satu-satunya untuk tetap terkoneksi dengan dunia luar, jelaslah upload video nggak akan jadi prioritas utama yang orang lakukan (kecuali Ernest). Ketimbang mengeluarkan effort membuat video, akan lebih efektif untuk menggambarkan situasi dengan menjelaskan melalui tweets/email. Atau hubungi orang terdekat via DM. Ini hal-hal yang akan dilakukan orang-orang lain kalau terjebak di posisi yang sama, kecuali Ernest :mrgreen:

Kejanggalan mulai terlihat karena video tersebut diupload di account yang “kebetulan” baru dibuat sehari sebelumnya (12 Januari 2012). Plus ada sejumlah tag di video tersebut yang bila dirangkai akan me-lead ke “sesuatu”. Dalam situasi panik, rupanya sempat ya mikirin tag video. Hasil Googling tiga keyword dari tag video ini “Countryman”, “Mini” & “getaway” akan merujuk ke Mini Countryman Getaway. Ah saya langsung ingat ada lapaknya yang baru dibuka di fX Sudirman…

Seharusnya agency & brand belajar dari beberapa campaign lain yang menggunakan berita negatif sebagai penarik perhatian. Sebelumnya sudah ada sejumlah campaign lain yang justru menuai kekecewaan banyak orang karena merasa dibohongi. Taruhlah promo film The Real Pocong yang teasernya berupa berita penculikan anak (Di Mana Laura?), iklan Nokia dengan tema Carissa Putri hilang dan campaign ulangtahun @101JakFM. Lama-lama orang gampang nggak percaya/apatis ketika menerima berita buruk selanjutnya.

Produk yang terkenal dan cenderung disukai orang tidak membutuhkan campaign viral yang hanya akan berimbas komentar negatif. Walaupun kemudian campaignnya menuai komentar negatif, secara umum tidak akan mengurangi tingkat penjualan ataupun loyalitas orang terhadap produk tersebut. Kasus yang sesuai dengan teori ini adalah campaign Whopper Sacrifice Campaign dari Burger King beberapa tahun lalu (secara langsung meningkatkan penjualan).

Buzz sukses dicapai, perhatian orang banyak didapat dan mungkin KPI jumlah view video sudah terlewati. Tapi ini adalah social media di mana setiap conversation mempunyai tone positif dan negatif. Untuk kasus ini, rupanya lebih banyak komentar negatif yang dipanen. Siapkah agency ini dengan efek berupa komentar negatif yang muncul akibat the so-called viral campaign?

Menghapus tweets minta tolong dan tag-tag pada video rupanya menjadi hal yang kemudian dilakukan oleh Ernest dan sepertinya bukan bagian dari skenario campaign dari agencynya. Namun, there’s no such thing like failed campaign karena nyatanya orang masih membicarakan kasus ini dan mengomentari tweets Ernest selanjutnya dari dalam kontainer. Tunggu… masih di dalam kontainer? Masih upload video juga?

Gimana lagi, namanya udah teken kontrak :-p

/p

Klarifikasi atas Komentar di Blog Marissa Haque

Kemarin malam, saya dikabari oleh Rae Arani yang menemukan saya “berkomentar aneh” di artikel Marissa Haque mengenai perseteruannya dengan Deedee Kartika http://marissahaque.blogdetik.com/2012/01/03/mulut-kotor-penyanyi-baru-dee-djumadi-kartika-trionya-memes-addie-ms-motivasinya-apa-ya-marissa-haque-fawzi/#comment-19610

Komentarnya menjadi seperti ini:

Ini Shock theraphy buat @memes605 dan @addiems, @deedeekartika, @kevinaprillio karena ulahnya membuat salah seorang produser mereka Dekan FEMA IPB @arif_satria bakal dipecat karena mulut kotor Dee Kartika Djumadi kader demokrat yg menyumbang Rp 100 juta uang panas dari korupsi Anas Urbaningrum melalui Partai Demokrat untuk pemakaman artis Utha Likumahuwa kemarin.

 

Screenshot komentar saat ini yg sudah berbeda dengan komentar asli dari saya bisa dilihat di sini.

Faktanya, tiga hari yang lalu, saya memang berkomentar di blog tersebut tapi dengan isi sbb.:

It’s FEMA, not PEMA. FEMA stands for Fakultas Ekologi Manusia. Please pay more attention to the details so people won’t questioning your intelligence.

Semua komentar yang masuk di blog tersebut dimoderasi terlebih dahulu. Saya melihat komentar saya diterima oleh blog tsb namun memang tidak langsung muncul. Di sinilah kelemahannya, komentar yang muncul hanyalah komentar yg disetujui oleh pemilik blog.

Setelah mengetahui hal ini, saya segera melakukan klarifikasi langsung ke blog yang bersangkutan, dan terlampir seperti di bawah ini. UPDATE: Komentar klarifikasi saya yang ini rupanya sudah dihapus di blog tersebut.

Komentar Klarifikasi Saya

 

Tulisan ini dibuat sebagai klarifikasi atas hal yang tidak pernah saya lakukan dan atas komentar yg tidak pernah saya keluarkan. Saya berharap Blogdetik bisa mengambil solusi terbaik dalam hal ini berdasarkan poin dalam Panduan Blogdetik. Saya meminta pemilik blog (Marissa Haque) dan Admin Blogdetik menghapus komentar tersebut karena komentar tersebut bukan tulisan saya. Terima kasih atas semua pihak yang telah memberikan dukungan berupa kepercayaan, publikasi dan bantuan teknis. 🙂

UPDATE – Baca juga:

  1. Blog Marissa Haque dan Komentar-komentar Palsu – Nonagugel
  2. Ini Bukti Marissa Haque Merubah Komentar Saya dalam Postingannya – Harris Maulana
  3. Lebay bin Alay a la Fastabiqul Khairat – Rudi Ginting
  4. Marissa, Etika Sang Pesohor – Khrisna Pabichara
  5. Excuse Me, Marissa – Aditya Eka Prawira
  6. LUCU-nya Marissa Haque – Yusrizal Ihya
  7. Seberapa Pentingkah Sebuah Gelar? – Marisya Rosdiana Purnama
  8. #Kamseupay | Fitnah di Balik Komentar – Asep Saipul Bahri
  9. #Kamseupay | Fitnah di Balik Komentar (2) – Asep Saipul Bahri

Admin @GNFI dan Timun Suri

Di tengah riuhnya percakapan di Twitter dengan berita-berita buruk dan campaign kuis-kuis, ada satu hal yg menghibur dan biasanya cepat menyebar: kesalahan admin brand/komunitas besar. Entah itu salah account atau fakta salah yang telanjur ditweet. Masih ingat nggak kasus admin Twitter Metro TV yg tiba-tiba ngetweet: tititku gatel. Hilarious! Konon karena ada orang iseng. Bisa jadi adminnya khilaf, kita nggak pernah tau. Di channel lain, ada admin fan page snack yg “mengajak” followersnya untuk nonton video seksnya Ariel peterpan. Kedua hal tersebut menyebar dengan cepat, karena menertawakan kesalahan orang bisa jadi semacam hiburan.

Semalam, kasus admin salah terjadi lagi dan kali ini menimpa admin @GNFI alias Good News from Indonesia. Awalnya sih karena account ini sering menyampaikan info tanpa disertai link yang kredibel atau penjelasan yg memadai. Jadi sejumlah orang meragukan konten dari account tersebut. Nggak hanya meragukan, ada juga yang iseng ngetweet “prestasi Indonesia” dan mention @GNFI dengan tujuan agar diretweet. Semalam, admin ini kecolongan. @roidtaufan ngetweetNama anak Tom Cruise, Suri, berasal dari nama sejenis timun yang tumbuh di Indonesia. Cc: @GNFI” yang rupanya diteruskan oleh admin @gnfi. Saat baca, saya nggak bisa nggak ketawa sih ngebayangin timun suri jd inspirasi nama anak Tom Cruise. Continue reading…

Bangga Memakai Batik

Sebagai anak pegawai negeri dan besar dengan bersekolah di sekolah negeri, rasanya saya cukup familiar dengan batik. Dengan latar belakang inilah, sampai beberapa tahun lalu, saya masih mengidentikkan batik dengan seragam. Batik muncul secara rutin di rumah kami pada hari-hari tertentu. Saat orangtua saya upacara tiap tanggal 17 atau hari Jumat, dan setiap hari Kamis (selama 6 tahun) di mana saya diwajibkan memakai seragam sekolah bermotif batik.

Sampai kemudian batik mulai muncul di acara-acara non-formal. Saya ingat, beberapa tahun lalu ada sebuah episode Gebyar BCA di TV di mana semua pengisi acara dan penonton memakai batik dengan model dan motif yang menarik. Saya nggak pernah membayangkan bahwa batik bisa juga jadi dress yang manis, blus pendek yang santai atau atasan yang terlihat chic dipadukan dengan jeans. Itulah awal ketertarikan saya pada baju batik dengan model yang lebih modern.

My friend loves batik!

Di kantor saya yang lama, saya pernah punya klien orang Amerika Serikat. Sebagai peneliti kontrak yang ditugaskan di lembaga Indonesia, Edie mengikuti tradisi memakai batik tiap Jumat. Ternyata Edie tidak merasa terpaksa, tapi memang dia suka motifnya. Suatu hari, dia cerita habis memborong baju-baju batik di Yogya sebelum dia kembali ke Amerika.

Tahun lalu saat mengikuti program IVLP di AS, saya janjian untuk bertemu dengan Edie di San Francisco. Betapa kagetnya saya ketika melihatnya memakai blus batik berwarna bir muda. Ternyata dia sengaja memakai salah satu koleksinya dalam rangka ketemu saya, si orang Indonesia! Betapa terharunya saya saat itu..  istimewanya batik ternyata diakui tidak hanya oleh orang Indonesia, namun juga orang dari bangsa yang berbeda. 😀

Continue reading…