Bila Tak Bisa Datangkan Film Hollywood..

.. setidaknya tolong jangan jiplak poster filmnya, PLEASE!!

Saat membaca jadwal film 21 Cineplex di koran beberapa hari lalu, seketika saya prihatin pada adanya kemiripan yang luar biasa pada poster film dari dua negara di belahan dunia berbeda. Satu adalah film impor Drive Angry (DA), satunya lagi adalah produk lokal berjudul Dedemit Gunung Kidul (DGK). Sekilas saja, saya langsung menyimpulkan bahwa kali ini poster film DGK-lah yang mencontek poster film DA.

Kenapa langsung menuduh poster DGK yang jiplakan poster DA?

  1. Mirip banget. Kalaupun kebetulan, ah sungguh luar biasa! Somehow, poster DA sudah beredar lebih lama di internet dibanding DGK.
  2. Setir mobil di poster film DGK terletak di kiri, bukan hal yang lazim di Indonesia termasuk di Gunung Kidul. Kalau di Amerika, memang iya setir mobilnya di kiri.  Continue reading…

Nyanyian Cinta Corinne Bailey Rae

Corinne Bailey Rae

Awalnya adalah chatting dengan Chie, si penggemar musik-musik Jepang & jazz itu, sekitar dua tahunan lalu. Suatu kali dia cerita sedang nyetel lagu dari Corinne Bailey Rae, penyanyi yang nggak saya tahu. Siapa itu? Saat pertama kali mendownload lagunya, saya hanya berharap bukan musik sebangsa L’arc-en-Ciel :mrgreen:

Lalu saya pun jatuh hati.

Bukan kepada Chie, tapi kepada lagu-lagu Corinne Bailey Rae. :mrgreen: Suaranya merdu mendayu-dayu, musiknya yang ramah di telinga dan lirik yang indah dan sederhana. Setelah mendapatkan musik sealbum pertamanya, langsung saja lagu-lagunya nangkring di playlist. Biasanya jadi teman ketika saya sedang menulis.

Lagu-lagu dari albumnya yang berjudul “The Sea” inilah yang menemani saya dalam perjalanan panjang San Francisco – Tokyo tahun lalu. Biasanya saya suka pada lagu-lagu tanpa merasa perlu cari tahu profil atau kisah pribadi penyanyinya. Namun lamanya perjalanan saat itu “memaksa” saya membaca cerita seputar album dan lagu-lagunya yang tersedia di In-Flight Entertainment United Airlines. Album yang ini keluar setelah dia sempat vakum karena berduka pasca kematian suaminya, Jason Rae. Sebelum itu, Bailey Rae kehilangan kakeknya karena sebuah kecelakaan. Lalu keluarlah album The Sea, dengan lagu-lagunya yang berisi kesedihan, harapan, kehilangan dan cinta.

Continue reading…

Jangan Tukar Isu Putri yang Ditukar

Joe Satch menulis pendapat tentang rame-rame Putri yang Ditukar dengan baik & menarik. Bukan hanya pendapat tentang cerita sinetronnya, secara khusus Joe menyoroti perkembangan perang diskusi di social media ke arah red herring. “Ketika membela sinetron sudah sama mengerikannya dengan membela agama, mau jadi apa negara kita?”, demikian kekhawatiran Choro, blogger lainnya.

Beberapa orang nggak habis pikir mengapa ada orang-orang yang bisa segitu “gemas” terhadap sinetron Putri yang Ditukar (PyD) sampai mau berepot-repot ngetwit, ngeblog dan membuat Gerakan Koin tentangnya. “Matikan saja TV-nya”, begitu kata mereka. Tapi ada orang yang baru merasa puas ketika sudah berbagi opini. Opini dan kritiknya tidak tersampaikan bila hanya memilih untuk mematikan TV. Sikap pasrah tidak menyelesaikan masalah.

Mungkin karena itulah mereka yang memiliki energi berlebih memilih berbagi di social media. Seperti pendukung yang baru puas setelah membela idolanya dengan segenap jiwa raga. Seseorang punya hak untuk menyampaikan kritiknya dan pendukung sinetron PyD punya hak yang sama untuk membela tayangan yang disukainya. Tulis saja apa hal menarik yang hiburan yang didapat dari situ. Saat debat berkembang ke arah ad hominem (menyerang sisi personal lawan bicara) dan fitnah, menurutku itu mengerikan sekaligus lucu. A huge fan of the Conspiration Theory, huh?

Penggemar Teori Konspirasi ini pula yang menuding isu dihembuskan oleh pendukung Cinta Fitri. Padahal bila lebih banyak baca sana-sini, kritik yang sama berlaku juga untuk sinetron lainnya. Continue reading…

Absurditas di Putri yang Ditukar

Plesetan posternya

Kebanyakan sinetron adalah pembodohan? I second that.

Anda tentu tahu bahan-bahan utama untuk sinetron Indonesia, yaitu: kecantikan/ketampanan, percintaan yang mustahil, perebutan harta dan sakit/kecelakaan. Campurkan bahan-bahan utama tersebut dengan pertukaran bayi dan alur cerita yang maju mundur, maka didapat sinetron Putri yang Ditukar.

Selamat datang di dunia Putri yang Ditukar. Sebuah dunia di mana kota hanya selebar daun kelor. Tokoh-tokohnya selalu ketemu secara “kebetulan“ di cafe  yang sama, sudut taman yang sama dan rumah sakit yang sama. Inilah dunia di mana setiap masalah diselesaikan dengan amarah dan mengulang-ulang pertanyaan yang itu-itu saja. Tokoh-tokohnya tidak pernah tampak bersekolah dan bekerja, mohon jangan bertanya mereka dapat uang dari mana. Saya juga nggak tahu.

Secara umum tidak banyak yang berbeda antara sinetron ini dengan sinetron lainnya. Satu hal yang istimewa adalah frekuensi dan durasi tayang yang luar biasa. Sejak minggu lalu, sinetron ini muncul di RCTI setiap hari selama 3-4 jam. Padahal ceritanya cuma pengulangan masalah yang itu-itu saja. Bila ada hal yang saya kagumi dari sinetron ini, itu adalah “kreativitas” penulis skenarionya memunculkan tokoh dan konflik baru demi mencegahnya selesai lebih cepat. :mrgreen:

Continue reading…

Wonderful Year 2010

Detik-detik menjelang pergantian tahun 2010, timeline masih dipenuhi dengan kenangan-kenangan 2010 dan ungkapan harapan untuk 2011. Takjub deh melihat berwarnanya hidup yang dijalani teman-teman dan kerennya wishlist untuk tahun depan. Saat ini, di saat Tonga mendahului kita bertahun baru, saya ingin berbagi catatan mengenai salah satu tahun terbaik yang saya pernah alami… wonderful year 2010.

  1. Di awal tahun, nama saya (nickname sih) tercetak dalam buku kompilasi warga ngerumpi “Berbagi Cerita  Berbagi Cinta”. Senang sekali tulisan saya terpilih, dicetak jadi buku & dijual!
  2. Kwartal kedua 2010, kejutan terbesar: terpilih jadi partisipan International Visitor Leadership Program (IVLP)! Senangnya bisa ke Amerika Serikat selama tiga minggu dan bertemu dengan orang-orang & perusahaan dan belajar tentang New Media Journalism. Bisa ke Smitshonian Museum, kampung wisata Indian, ketemu blogger-blogger lokal, ke markas Microsoft, Google, Twitter dan berulangtahun di sana. GOSH it was so very amazing experience! Saya menulis beberapa (eh banyak sih..) cerita perjalanan di blog travel saya dan penulisan e-book tentangnya masih berlangsung. Proyek penulisan e-book traveling stories ini jadi salah satu #target2011.
  3. Sepulang dari Amerika, buku yang saya tulis sendiri pun terbit juga. Judulnya “Gratis! Keliling Indonesia & Belajar di Luar Negeri karena Blog” terbitan Bentang Pustaka. Isinya tentang pengalaman ngeblog, tips-tips dan cerita selama menjadi Microsoft Bloggership 2009.
  4. Bulan Ramadhan, saya menjadi satu dari 66 Petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom. Saya berwisata ke Sumatera Barat dan bercerita tentang keindahannya. Sumatera Barat memang cantik banget! Continue reading…

Smartphone for (Not So) Smart People?

Awalnya adalah ide untuk membuat segalanya jadi lebih praktis. Gimana caranya agar bermacam hal bisa dikerjakan dengan satu gadget saja? Gimana caranya supaya bisa internetan tanpa harus bawa desktop ke mana-mana? Untuk alasan-alasan inilah sejumlah orang pintar menciptakan smartphone alias telepon pintar.

Smartphone lalu menjadi kebutuhan primer banyak orang. Ada banyak alasan dan tujuan berbeda yang mendorong orang memiliki smartphone. Alasan paling umum adalah supaya bisa ngecek email dan internetan kapanpun. Ada juga yang menggunakannya untuk blogging, memotret dan bermain game.

Nggak dipungkiri, smartphone membuka komunikasi via berbagai saluran. HP pertama saya beberapa tahun lalu cuma bisa dipakai SMS-an dan bertelepon, fungsi-fungsi dasar dari sebuah ponsel. Sekarang? Kita bisa email, Skype-an, instant messenger dan twitter-an hanya dengan sebuah gadget saja. Semakin pintar telepon, semakin mudah kita terhubung dengan orang lain.

Maka lalu jadi aneh kalau smartphone malah membuat penggunanya lebih susah dihubungi. Continue reading…