cerpenista

Cerpenista: Improvisasi dan Gila Bersama

Acara Akhirnya Datang Juga yang ditayangkan di Trans TV setiap Minggu malam adalah salah satu acara TV yang masih saya tonton sesekali. Menurut saya, ide acara tersebut menarik. Bagaimana tidak? Bintang tamu yang biasanya manggung berbekal latihan dan hafalan skenario, tiba-tiba dicemplungkan ke dalam situasi di mana dia harus berimprovisasi. Kalau ngga’ siap, habislah dia cuma sebagai patung atau bulan-bulanan pemain lainnya. Improvisasi, ah ya, betapa seksi kata ini!

Dalam dunia tulis menulis, kiranya tepat bila muncul pertanyaan bagaimana jadinya bila suatu buku (atau cerita) dikerjakan oleh dua orang atau lebih. Mungkin jadinya chaotic, mungkin juga lebih menarik. Tapi kemudian saya menjadi saksi lahirnya novel bersambung yang disusun bersama oleh Simbok Venus dan Tukang Kopi. Mereka berkolaborasi membuat novel roman. Satu orang menulis satu bab, kemudian dilanjutkan penulis satunya. Sampai saat ini, kita masih bisa menyaksikan perkembangan kisah Bre dan Alrisha. Menarik. Indah.

Namun bagaimana jadinya bila yang ditulis adalah sebuah cerpen, dikerjakan oleh banyak orang yang kewarasannya kadang dipertanyakan, tanpa ada panduan tokoh dan alur cerita sama sekali? Hasilnya adalah Cerpenista. Bikin gila dan terus-terusan tertawa.

Continue reading…