dagdigdug

Dinamika Bersuara di Politikana

Apa yang menarik dari tulisan atau diskusi tentang politik? Berita terkait politik di koran hanya punya sejumlah topik yang selalu berulang, meski dengan nama tokoh yang berbeda. Kali ini korupsi anggota dewan, besok adalah aktivitas terlarang mereka di ranjang. Bila kemarin ceritanya adalah fasilitas super mewah para pejabat, lusa ada berita mengenai pemalsuan ijazah yang dilakukan bertahun-tahun sebelumnya. Sedikit berita baik, lebih banyak berita buruk. But good news will never be a GOOD news, right?

Maka saya tak heran bila rekomendasi saya mengenai situs Politikana.com disambut dengan mimik ragu dari beberapa teman. What’s so interesting on it? “Aku malah pusing kalo baca artikel politik dalam satu web gini”, begitu kata pacar saya. Serius dan bikin kening berkerut. Memprihatinkan dan membuat orang mengelus dada, seraya beristighfar atau mengumpat sesekali. Begitulah politik di mata mereka.

Saya pun terkenang beberapa interaksi dengan politikus yang saya kenal. Satu orang senang sekali membuat organisasi massa yang baru dan hadir di macam-macam demonstrasi. Giat mengumandangkan isu pemekaran karena keinginannya menjadi bupati di wilayah yang akan terbentuk di kemudian hari.

Satu lagi meluapkan dana milyaran untuk kampanye, yang didapat dengan cara menggaruk sana sini. Di kota mengaku seret dana, tapi di wilayahnya konon duit dia bagi-bagi. Entah serius atau bercanda tapi saya tak suka dengan jawabannya mengenai hal yang menjadi motivasi. Untuk mendapat proyek yang nilainya besar-besar setelah di dewan nanti.

Continue reading…

Blog Berkembang Bersama Kita

Prolog
Selama dua hari dalam seminggu, saya dua kali berkesempatan berbagi mengenai pengalaman ngeblog. Hari Selasa, saya menjadi pembicara di Seminar “Ngeblog Asyik di dagdigdug” di Universitas Budi Luhur, Jakarta bersama dagdigdug. Semalam, saya bersama teman-teman dari Blogor diwawancara di Radio Lesmana 100,1 FM, Bogor. Grogi, nggak? Awalnya iya, tapi namanya udah banci tampil senang bercerita sejak jaman sekolah, jadi aman-aman saja. 😀

Pada seminar itu, saya berkisah mengenai suka duka saya dalam ngeblog. Teman-teman peserta juga menanyakan banyak hal terkait kegiatan ngeblog. Beraneka ragam pertanyaannya, terkadang bingung juga jawabnya. Banyak cerita yang keluar sendiri, karena pada intinya saya senang berbagi. Pertanyaan tentang pengalaman ngeblog sejak dulu hingga sekarang, menarik memori saya jauh ke belakang.

Sejarah Ngeblog Nonadita
Saya mengenal blog sejak tahun 2004, saat masih kuliah di IPB. Kala itu, blogosphere belum seramai sekarang. Pun di kampus saya yang sebagian teman saya masih belum paham bagaimana meng-attach file ke email, apalagi mengenal blogging. Kala itu blog-blog yang beralamat di Blogspot, umumnya berupa jurnal pribadi saja. Cuplikan diary yang artinya hanya dimengerti oleh pemiliknya sendiri. Ada juga yang berupa kumpulan puisi, isinya seputar curahan hati. Tak terkecuali blog saya, hehehe! Maklum, baru mulai ngeblog. Masih jetlag, belum tahu enaknya nulis apaan.

Continue reading…

Kala Celotehan Jadi Pilihan

Nonadita Blog Pilihan

Dagdigdug kembali ngasih kejutan
Dulu sajakku masuk Comotan
Lalu ‘ku diberi kaos gratisan
Eh, sekarang jadi Blog Pilihan

*tersipu-sipu*

Semoga sajak di atas tak dianggap postingan nyasar. Hehehe.. pan ini blog sayah juga! Ya, ini nonadita yang sama dengan nonadita yang suka berkicau di ND6C itu.
Rabu lalu saya dikejutkan penampilan baru halaman depan dagdigdug (3D). Weehh… ada nama dan skrinsyut blog saya di sana! Saya kaget, karena ngga ada pemberitahuan sebelumnya. Saya senang, karena blog saya masih disuka.
Saya terharu tersipu malu-malu seperti ulat bulu kala membaca ini:

Bagaimana membuat blog yang unik? Mampir dan lihatlah ke blog Nona Dita. Blog ini bukan hanya berbeda dari kebanyakan jurnal daring (online), melainkan juga inspiratif.

Continue reading…

Bersajak-sajak Dagdigdug, Souvenir Gratis Kemudian

Kemarin tepat dua minggu saya memulai posting di blog baru saya alias N6DC. Saat itu, saya belum memikirkan seperti apa konsep untuk blog yang baru dibangun tersebut. Besoknya, serangkaian kata seperti melompat keluar dari otak saya *pura-pura punya otak*, dan lucunya berupa kalimat berima. Lalu saya putuskan, baiklah blog baru ini diisi dengan sajak-sajak ringkas saja.

Ternyata sajak-sajak ringkas ini bisa muncul secepat kilat. Seperti biji saga, ketika sudah matang melompat keluar dalam jumlah banyak. Seperti penyakit gatal, bikin nagih untuk menggaruk lagi, melihat lagi. Dan seperti virus pilek, menyebar dengan cepat, menginfeksi siapapun yang otaknya kesehatannya tak kuat. [Ah, lebay deh kamu!]
Continue reading…