IPB

Tiperary’s Mistery

Akhirnya saya mengetahui asal-usul lagu Tipperary yang telah menjadi salah satu lagu wajib di Sosek IPB selama bertahun-tahun. Ternyata lagu Tipperary-nya Sosek adalah lagu plesetan dari Tipperary asli versi Jack Judge and Harry Williams.

Nih dia perbandingannya:

Versi Orisinil

Lagu Wajib Sosek

It’s a long way to Tipperary,
It’s a long way to go.
It’s a long way to Tipperary
To the sweetest girl I know!
Goodbye Piccadilly,
Farewell Leicester Square!
It’s a long long way to Tipperary,
But my heart’s right there.

It’s a long way to tiperary
It’s a long way to go
It’s a long way to tiperary
To the SOSEK that I know
Goodbye piccadelly
Farewell SMU square…
It’s a long way to tiperary
But my heart is right here

Ah ya ya….Ternyata lagu tersebut ga orisinil. Plesetan gitu lho.

Akhirnya bisa tau apakah itu arti kata Tipperary dan Piccadilly.
Puas rasanya.

Kembali ke Desa

8 April 2007

Suatu Minggu di akhir Maret 2007, saya dikejutkan oleh suatu berita dukacita. Ibu Kades di desa tempat saya melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) pada tahun 2005 lalu, meninggal dunia. Ada penyesalan terasa, menyadari saya terlalu sibuk (atau sok sibuk) hingga silaturahmi dengannya merenggang beberapa waktu belakangan ini.

Belum lama, beliau mengundang saya untuk menghadiri pernikahan putranya. Saat itu, saya berencana hadir bersama teman saya sesama eks mahasiswa KKP di desa tersebut. Namun, pada hari yang direncanakan, saya harus masuk kerja dan hujan turun deras sekali saat itu. Akhirnya saya dan teman pun hanya berkirim kabar lewat SMS, mengatakan penyesalan karena tidak bisa hadir seraya berjanji akan datang ke sana lain kali. Sehari sebelumnya, beliau berkata dalam SMS:

datang ya, neng. Ibu sudah kangen sekali..

Menyesal rasanya, usaha saya tak cukup keras waktu itu untuk datang sekedar memenuhi kerinduan beliau. Menyesal rasanya, ketika akhirnya saya datang ke desanya adalah untuk melayat beliau…

Penelitian di Ibukota

15 April 2006

Dua minggu belakangan ini, saya menjajal pengalaman sebagai anak kost. Tempat ngekost nya pun ngga tanggung-tanggung, di Sunter, ibukota sono. Akhirnya lengkaplah pengalaman saya sebagai mahasiswa, bisa ngekost juga meskipun dilakukan pada tingkat akhir perkuliahan.

Ngekost ini dilakukan dalam rangka pemenuhan syarat jadi sarjana. Oh well apa lagi? Skripsi tentu saja. Skripsi ngapain juga jauh-jauh ke pinggir ibukota? Tadinya malah lebih jauh lagi rencananya, pengen ngerjain skripsi di bekas ibukota Indonesia Yogyakarta. Tapi karena keterbatasan peneliti, lokasi penelitian pun akhirnya di sini ajah.

Penelitian ini sekaligus membawa kepada pengalaman magang di suatu perusahaan besar beromzet trilyunan pertahun. Saat ini saya memang jadi karyawan magang di salah satu raksasa industri Indonesia. Menyenangkan rasanya bisa melihat proses yang terjadi dalam such a big company like this. Melihat sibuknya mereka bekerja, saya merasa tertantang ingin merasakan. Mendengar selentingan jumlah gaji yang mereka dapat, makin inginlah bisa kayak gitu. Tapi mendengar bahwa sebagian dari mereka kehilangan waktu bersosialisasi dengan teman dan keluarga, kehilangan waktu membaca dan nampak seperti budak pekerjaan, miris juga rasanya. Untuk hal terakhir ini, saya bersyukur pernah jadi mahasiswa.

Satu pengalaman menarik terjadi pada minggu pertama saya magang. Hari itu ada training untuk Penyelamatan Diri pada Keadaan Darurat gitu deh. Sore itu, saya dan teman-teman baru saja datang dari lokasi penelitian. Setibanya di kantor, rupanya ada kegiatan flyingfox di lantai 5, tempat divisi saya berada. Wuuw… teman saya dari UGM ngajak untuk nyoba! Tertantang dong??!! Iyalah, pantang bagi Sanguinis Koleris menyerah begitu saja. OK ikutan!!

Hasilnya bisa dilihat pada foto yang saya lampirkan berikut hihihi…

FYI (for your information), hingga saat saya mengetik ini, rasa takut ketinggian yang saya idap belum hilang sepenuhnya, meskipun alhamdulillah sudah berkurang. Kemarin saja, saya masih naik eskalator sambil pegangan karena takut eskalatornya tiba-tiba rubuh dan ………. (terlalu imajinatif).

 

Flying Fox di Gedung Astra


Hehehe….mau pamer..
Ini lho salah satu acara magang di Astra itu..

Ini bukan cuma sekedar pembuktian ke Koleris-an saya (nggak mau kalah) ataupun sanguinis-an saya (banci panggung) lho, ini untuk…..

….mencoba menaklukkan rasa takut ketinggian yang membebani saya selama ini, selebihnya memang tertantang oleh ledekan orang2 di sana..

Back to Normal Life!!

21 Agustus 2005

Hari pertama kembali ke rumah after that b*#&[email protected]% KKP. Menyenangkan rasanya bisa nginep di rumah tanpa ada perasaan bersalah semacam ‘seharusnya gw tidur di desa, duh takut ketauan supervisor, ga enak sama temen-temen KKP’ etc. Nyaman rasanya bisa kembali ke kehidupan normal sebelumnya. BACK TO MY NORMAL LIFE, AT LAST…..!!! Kangen banget sama kegiatan sehari-hari gw, kesibukan rutin gw, temen-temen deket, cinta gw, anak-anak kucing, cemuanyah…. Gw punya banyak rencana untuk dikerjain sepulang KKP. Beberapa di antaranya beresin kamar yang udah beneran persis sarang kecoa, ngerjain beberapa proyek sama temen-temen, nyampul sejumlah buku baru dan tentu saja kembali ngerjain aktivitas rutin gw sebelumnya: menuntut ilmu (jiyeeehh….) dan membangun UKM tercinta.. Mikirin semua hal itu bikin gw bergairah dan pengen cepet-cepet kembali ke kampus 😉

Tapi hari ini gw masih larut dalam euforia kembali ke sarang, jadi ngga ada satu pun kegiatan produktif yang gw lakukan. Total ada tiga kegiatan yang paling sering gw lakukan hari ini :

1. tiduran di kamar gw,
2. tiduran di kamar Mama, dan
3. tiduran di depan TV.

Produktif, haa..?!

My Beloved Gema Almamater

17 Juli 2005

Lagi ijin keluar dari tempat KKP. Nginep di rumah sejak kemarin karena niatnya bikin proposal sekaligus surat dan executive summary kegiatan KKP. And guess what, ternyata gw emang lagi jenuh dan lumayan homesick jadi yang ada ketiduran dan baru bisa ngerjain sekarang.

Gw kangen ngumpul Gema Almamater (GA) dan kerjaan-kerjaan gw. Setiap Ipank SMS selalu nanyain dan ngasih pesan yang berkaitan dengan tugas-tugas GA. Even in my birthday wishes! Mungkin cuma gw yang bisa nyaingin dia dalam hal kecintaan dia sama GA (saat ini setidaknya). Gw secara rutin SMS temen-temen GA yang masih di kampus untuk tetap kumpul, jaga hubungan dengan klien sama ngerjain yang bisa dikerjain dulu. Dan ternyata gw tau kemajuan yang ada ngga terlalu signifikan. Bayangin aja, masa mereka bisa dikerjain sama that d*mn DPM TPB?! GA bayar untuk Paket Openhouse 2 hari, tapi ternyata mereka cuma dapet 1 hari.

Dari inform terakhir yang gw dapet, mereka belum kumpul-kumpul lagi. Bahkan sepertinya mereka lose contact sama KS Beriman dan Rektorat. Padahal itu klien yang paling menjanjikan sampai saat ini dan hubungan yang udah ada pun udah baik. Iin bilang pun untuk suplemen mereka belum ngapa-ngapain. Herma bingung apa KS Beriman masih berhubungan sama Annas atau ngga. Iin sampai saat ini masih di Tangerang, belum ke Bogor. Padahal dia yang dititipin Ipank untuk ngurusin temen-temen GA.

Pujit lagi sibuk ngurusin tugas MAB-nya. Feeling gw sih, mereka masih mau ngumpul tapi saling nunggu ajakan untuk ngumpul dan bergerak. Sayangnya sampai saat ini belum ada figur pemimpin yang bisa ambil peran Ipank. Setidaknya untuk sementara.