IVLP

Bangga Memakai Batik

Sebagai anak pegawai negeri dan besar dengan bersekolah di sekolah negeri, rasanya saya cukup familiar dengan batik. Dengan latar belakang inilah, sampai beberapa tahun lalu, saya masih mengidentikkan batik dengan seragam. Batik muncul secara rutin di rumah kami pada hari-hari tertentu. Saat orangtua saya upacara tiap tanggal 17 atau hari Jumat, dan setiap hari Kamis (selama 6 tahun) di mana saya diwajibkan memakai seragam sekolah bermotif batik.

Sampai kemudian batik mulai muncul di acara-acara non-formal. Saya ingat, beberapa tahun lalu ada sebuah episode Gebyar BCA di TV di mana semua pengisi acara dan penonton memakai batik dengan model dan motif yang menarik. Saya nggak pernah membayangkan bahwa batik bisa juga jadi dress yang manis, blus pendek yang santai atau atasan yang terlihat chic dipadukan dengan jeans. Itulah awal ketertarikan saya pada baju batik dengan model yang lebih modern.

My friend loves batik!

Di kantor saya yang lama, saya pernah punya klien orang Amerika Serikat. Sebagai peneliti kontrak yang ditugaskan di lembaga Indonesia, Edie mengikuti tradisi memakai batik tiap Jumat. Ternyata Edie tidak merasa terpaksa, tapi memang dia suka motifnya. Suatu hari, dia cerita habis memborong baju-baju batik di Yogya sebelum dia kembali ke Amerika.

Tahun lalu saat mengikuti program IVLP di AS, saya janjian untuk bertemu dengan Edie di San Francisco. Betapa kagetnya saya ketika melihatnya memakai blus batik berwarna bir muda. Ternyata dia sengaja memakai salah satu koleksinya dalam rangka ketemu saya, si orang Indonesia! Betapa terharunya saya saat itu..  istimewanya batik ternyata diakui tidak hanya oleh orang Indonesia, namun juga orang dari bangsa yang berbeda. 😀

Continue reading…

Wonderful Year 2010

Detik-detik menjelang pergantian tahun 2010, timeline masih dipenuhi dengan kenangan-kenangan 2010 dan ungkapan harapan untuk 2011. Takjub deh melihat berwarnanya hidup yang dijalani teman-teman dan kerennya wishlist untuk tahun depan. Saat ini, di saat Tonga mendahului kita bertahun baru, saya ingin berbagi catatan mengenai salah satu tahun terbaik yang saya pernah alami… wonderful year 2010.

  1. Di awal tahun, nama saya (nickname sih) tercetak dalam buku kompilasi warga ngerumpi “Berbagi Cerita  Berbagi Cinta”. Senang sekali tulisan saya terpilih, dicetak jadi buku & dijual!
  2. Kwartal kedua 2010, kejutan terbesar: terpilih jadi partisipan International Visitor Leadership Program (IVLP)! Senangnya bisa ke Amerika Serikat selama tiga minggu dan bertemu dengan orang-orang & perusahaan dan belajar tentang New Media Journalism. Bisa ke Smitshonian Museum, kampung wisata Indian, ketemu blogger-blogger lokal, ke markas Microsoft, Google, Twitter dan berulangtahun di sana. GOSH it was so very amazing experience! Saya menulis beberapa (eh banyak sih..) cerita perjalanan di blog travel saya dan penulisan e-book tentangnya masih berlangsung. Proyek penulisan e-book traveling stories ini jadi salah satu #target2011.
  3. Sepulang dari Amerika, buku yang saya tulis sendiri pun terbit juga. Judulnya “Gratis! Keliling Indonesia & Belajar di Luar Negeri karena Blog” terbitan Bentang Pustaka. Isinya tentang pengalaman ngeblog, tips-tips dan cerita selama menjadi Microsoft Bloggership 2009.
  4. Bulan Ramadhan, saya menjadi satu dari 66 Petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom. Saya berwisata ke Sumatera Barat dan bercerita tentang keindahannya. Sumatera Barat memang cantik banget! Continue reading…

Langkah Pertama di Amerika

Sesuai rencana, saya akan menurunkan tulisan berseri mengenai perjalanan ke Amerika Serikat. Judul-judul tulisan yang termasuk serial ini akan ditulis di halaman ini. Oleh-olehnya mana? Namanya juga blogger, ya oleh-olehnya tulisan dan foto-foto dong.. :mrgreen:

***

I will publish several posts about our trip to United States. As you may know, I’ve stayed there for three weeks to participate in International Visitor Leadership Program. I’m going to write all of the posts in Indonesian language/Bahasa. So, for my American fellows, in case you want to read the posts I suggest you to use online translator such as Google Translate or ToggleText. Of course, none of them can provide the actual translation, but still worth to try. :mrgreen: This page will be updated regularly by adding the title of all the posts related to the trip.

***

Langit biru cerah ketika kami berempat menjejak Dulles International Airport, Virginia untuk pertama kalinya pada sore itu. Cuaca cerah begitu menimbulkan perasaan familiar. Ya cuaca musim panas di Washington DC dan sekitarnya nggak berbeda jauh dengan Bogor – Jakarta, tempat tinggal saya. Tapi tetap saja pemandangan baru yang saya lihat di sekeliling menyadarkan saya: we’re in United States!

Rasanya capek setelah penerbangan >23 jam dari Jakarta lenyap seketika. Untuk mencapai titik sini saja, kami (kecuali Putra Nasution) sempat transit di dua negara: Korea Selatan dan Jepang. Lalu di depan saya terbentang ibukota Amerika Serikat, kesempatan untuk menjelajahinya dan saling belajar dengan masyarakatnya walaupun hanya tiga minggu saja. Rasa senangnya nggak tergambarkan. Sejak kecil bercita-cita ke AS lalu tiba-tiba mendapat kesempatan untuk mengunjunginya (dan berulangtahun di sana pula!). Best birthday prize ever!

Setelah pesawat benar-benar mendarat, saya, Bang Enda Nasution & Mbak Rita Uli Hutapea segera bergabung dengan Putra yang duduknya di pesawat terpisah jauh dari kami. Waktu itu kami sama-sama nggak banyak berbicara. Untuk kasus saya, mungkin saking nggak percayanya bisa ke sana jadi ingin merekam sebanyak-banyaknya pengalaman visual tentang AS untuk pertama kalinya.

Setelah menyambung perjalanan menggunakan shuttle bus yang bentuk depannya lucu, tujuan pertama kali adalah imigrasi. Beberapa minggu sebelum pergi ke AS, Mas Hedi Novianto sudah mengingatkan kepastian menghadapi antrian yang puanjaaaang di imigrasi bandara Dulles. Dia benar. Continue reading…