jodoh

Lamar Istri atau Koki?

Saya mendapat banyak undangan pernikahan bulan ini. Di bulan baik, tiada weekend tanpa ada teman yang menikah. Menyenangkan, karena sekaligus menjadi ajang reuni dengan teman sekolah dan kuliah.

Seperti biasa, di tengah kumpul selalu ada canda yang terlontar. Kemarin dua orang teman lelaki saya ngobrol soal pacar mereka yang belum bisa masak. Rupanya si pacar yang juga adalah teman saya kompak menjawab, “ah nanti juga bisa!”. Saya tertawa dan jadi mikir, apa iya hari gini perempuan mesti bisa masak dulu sebelum nikah?

Waktu masih SD, saya sering mendengar pernyataan bahwa syarat seorang perempuan siap berkeluarga bila sudah bisa memasak sayur asem yang enak. Konon, sayur asem adalah sayur yang paling ribet bumbunya. Kurang asem atau terlalu encer, suami dan mertua bisa rewel nggak mau makan.

Belakangan, saya menemui ‘syarat’ yang lain dari teman-teman saya yang laki. Ada yang menyaratkan istrinya harus bisa mengolah paru lah, bikin rendang yang tasty lah, atau sekedar bisa bikin sarapan yang bervariasi. Dari obrolan dengan mereka saya belajar, bahwa sayur asem tidak lagi menjadi satu-satunya jurus yang harus dikuasai seorang perempuan untuk naik level jadi istri orang.

Continue reading…

Ironis Beda Tipis Dengan Romantis

Romantic: Displaying, expressive of, or conducive to love: a romantic atmosphere. Imaginative but impractical; visionary: romantic notions.

Cerita romantis adalah berarti komik serial cantik, berarti novel Harlequin, berarti telenovela, berarti sinetron Multivision Plus dan berarti film Ayat-ayat Cintak. Kebetulan saya bukan penikmat hiburan-hiburan tersebut di atas. Saya mah, apa yah bukan anti juga sih, memilih untuk tidak memenuhi otak saya yang kecil ini dengan segala impian akan perbuatan romantis dari cowok-cowok. Takut kebanyakan ngarep sampe ngeces mungkin saya jadi ngga akan punya waktu lagi untuk ngakak di YM.

Tapi, bukan berarti saya tak pernah mengalami cerita-cerita romantis yaaa.. (disclaimer: penderita lemah jantung dan narsis-phobia disarankan untuk tidak membaca).
Continue reading…

Langkahi Aku, Kau Kuperas

Suatu sore,

Nonadita: Eh adik lo ngebet kawin katanya?
Sepupu: Tau tuh, terserah aja kalo dia udah siap sih.
Nonadita: Lo minta pelangkah?
Sepupu: Minta Honda Jazz aja hahaha
Nonadita: Sarap. Trus adik lo gajadi kawin gitu karena keburu kere?

Teman perempuan saya akan menikah tahun ini. Kebetulan dia mendahului dua orang kakak perempuannya yang belum menikah. Mama berkomentar, “wah kasihan banget kakaknya. Kalau kayak gitu (dilangkahin adik perempuan), kakaknya bisa cepet banget atau lama banget (nyusul nikahnya)”. Woohh bisa begitu yah? Terus apa hubungannya sama pelangkah?

Continue reading…

It’s Called Bluffing

7 Agustus 2007

Berita di suratkabar mengenai sebuah rencana pertandingan tinju seringkali berjudul sebuah kalimat sesumbar dari salah satu petinju. Kalimat sesumbar ini tak ragu lagi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pengucapnya untuk berbuat yang terbaik pada pertandingan yang akan dihadapi. Meskipun dia tidak terlalu yakin pada apa yang menunggunya (dan apa yang dimilikinya), namun kalimat sesumbar ini pastinya akan semakin menggerakkan langkahnya.

Di atas ring, petinju akan berjuang sendirian. Segala dukungan yang diberikan lingkungan, baik promotor maupun suporter, tidak akan bermakna apapun tanpa usaha kerasnya. Selain cemoohan dari pendukung lawan, satu-satunya yang harus dia hadapi hanyalah lawan tandingnya.

Berjuang sendirian. Mewujudkan sesumbarnya di awal pertandingan.

Sesumbar akan bermakna pada sebuah pertandingan. Sesumbar yang dikeluarkan pada awal sebuah hubungan percintaan, tidaklah pada tempatnya.

Just Another Storytale

7 Agustus 2007

… ketika kemudian aku bertemu Hati lagi, Dia tidak seperti yang dulu
Atau mungkin, inilah Dia yang belum sempat kujumpai
Mungkin inilah Dia yang belum sempat dicintai Hati

Entahlah
Berubahkah Hati?
Inikah Dia yang sebenarnya?
Traumakah aku?
Akal masih mengingatkanku ….

Akal berkata, Dia bukan untukku
Mungkinkah?

Luka

25 Februari 2007

Semua yang tidak membunuhmu hanya akan membuatmu semakin kuat.
Luka-luka ini cuma luka sementara yang pada waktunya akan sembuh.
Percayalah, alam berjalan dengan aturan yang telah digariskan.
Kau pasti merasa berat pada awalnya, namun akan terbiasa pada akhirnya.