lucu

Ganti Nama ala Google Translate

Duh, jangan buru-buru menuduh saya latah bikin review Google Translate! :mrgreen:

google translate-kan!

Pertama kali membaca review mengenai Google Translate (GT) ini di koran, saya akui saya terkesan. Bagaimana tidak, GT kini mendukung 35 bahasa dengan Bahasa Indonesia salah satunya. Konon kabarnya, dengan hanya memasukkan URL halaman yang kita ingin terjemahkan, maka voila.. beberapa detik kemudian kita bisa membaca terjemahan situs ini dalam bahasa lain. Dengan tampilan situs yang persis sama. Cool, hah?

Saya segera ingin mengabari GT ini pada teman kantor saya, pengguna setia Transtool dan bermacam kamus elektronik lainnya. Maklum, setiap kali dia memberikan hasil kerja kamus elektronik itu, itu berarti kerjaan tambahan untuk saya. Inginnya tinggal menghaluskan, tapi yang ada adalah menerjemahkan ulang. Tata bahasanya kacau beliau berantakan! Ah, mungkinkah GT lebih baik daripada aplikasi penerjemah lainnya?

Percobaan pertama menggunakan GT, sukses membuat saya nyengir-nyengir. Sejak kapan teman-teman berganti nama? Rupanya GT berbaik hati membuat nama baru untuk beberapa teman. Tak hanya teks dalam postingan, nama komentator juga diterjemahkan. Contohnya adalah halaman postingan sebelumnya yang diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

  • Ndoro Kakung berubah menjadi Master Kakung. Ternyata GT mengenali “Ndoro” yang merupakan bahasa serapan dari Boso Jowo sebagai “tuan” dalam Bahasa Indonesia. Continue reading…

Ironis Beda Tipis Dengan Romantis

Romantic: Displaying, expressive of, or conducive to love: a romantic atmosphere. Imaginative but impractical; visionary: romantic notions.

Cerita romantis adalah berarti komik serial cantik, berarti novel Harlequin, berarti telenovela, berarti sinetron Multivision Plus dan berarti film Ayat-ayat Cintak. Kebetulan saya bukan penikmat hiburan-hiburan tersebut di atas. Saya mah, apa yah bukan anti juga sih, memilih untuk tidak memenuhi otak saya yang kecil ini dengan segala impian akan perbuatan romantis dari cowok-cowok. Takut kebanyakan ngarep sampe ngeces mungkin saya jadi ngga akan punya waktu lagi untuk ngakak di YM.

Tapi, bukan berarti saya tak pernah mengalami cerita-cerita romantis yaaa.. (disclaimer: penderita lemah jantung dan narsis-phobia disarankan untuk tidak membaca).
Continue reading…

Energetic Club

Kadang-kadang percakapan iseng bisa membuahkan ide-ide menarik ataupun peningkatan produktivitas. Percakapan iseng yang sering saya lakukan dengan teman saya, Iin alias Jaiko, mungkin bagi sebagian orang dianggap sebagai stupid conversation belaka, namun kami bahagia melakukannya. Faktanya, sebagian besar percakapan iseng yang kami lakukan seringkali berujung pada ide pengembangan organisasi, bisnis baru, lomba pemikiran kritis mahasiswa ataupun solusi terhadap permasalahan bangsa. Hahaha..yang terakhir sih ngga.

Dalam sebuah percakapan iseng, saya dan Jaiko mencetuskan sebuah ide untuk mendirikan Klub Cewe Single dan Produktif. Klub ini –belum dapat nama yang tepat- seperti di kalimat sebelumnya, ditujukan bagi para cewe yang single, produktif dan happy. Jaiko sempat mengusulkan nama Energetic, tapi kami belum mencapai kesepakatan tentang ini.

Beberapa rumusan definisi operasional yang kami gunakan adalah :

1. Klub : asosiasi yang beranggotakan orang tertentu yang memiliki ketertarikan yang sama terhadap suatu topik dan secara berkala melaksanakan pertemuan untuk melakukan aktivitas tertentu.

2. Cewe : manusia yang dilahirkan dengan kromosom XX (bukan manusia yang wannabe cewe), lihat kamus biologi untuk mendapatkan deskripsi ini (yup, kami memang rada-rada feminis),

3. Single : tidak terikat pada suatu hubungan romantis berupa percintaan dengan lawan jenis, baik dalam bentuk pacaran, pernikahan, ataupun kumpul kebo (karena manusia tidak selayaknya tinggal di kandang). Konsep single yang kami gunakan berbeda dengan jomblo yang lazim diucapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Perbedaan ini adalah pada pihak yang menginginkan keadaan tersebut. Seperti anda tahu, jomblo merujuk pada keadaan ‘sendirian, ingin pacaran tapi ngga bisa’. Sedangkan single adalah orang yang ‘memilih untuk sendiri, namun tidak menutup kemungkinan melepas status single sewaktu-waktu (karena menganggap ada orang lain yang mau)’,

4. Produktif : menggunakan waktu yang dimiliki untuk melakukan kegiatan yang berguna, menghasilkan sesuatu untuk kesenangan jasmani maupun rohani

Lalu, apa tujuannya kami mendirikan klub seperti ini? Ide untuk mendirikan klub ini berangkat dari keprihatinan terhadap beberapa kawan kami yang terlihat desperate menyikapi hidup karena tidak kunjung punya pacar. Kami ingin menularkan ide bahwa masih banyak hal menyenangkan di dunia ini! Alangkah sia-sianya masa kuliah kalau cuma mengharap kebahagiaan pada hal yang satu itu saja. Padahal kita masih bisa berorganisasi, memenangkan Lomba PKM, menjadi Asisten Dosen, bikin usaha pembuatan aksesoris atau berkarir sebagai Pers Mahasiswa. Itu semua adalah hal yang menyenangkan dan membuat kita menggunakan waktu dengan lebih produktif.

Kami juga punya ide untuk memberikan konseling untuk kawan-kawan yang memang punya masalah dalam percintaan. Klub ini bukan klub yang teramat eksklusif, jadi siapa pun yang memenuhi syarat bisa bergabung.

Kami ngga anti pacaran kok, buktinya kami punya peraturan : keanggotaan dalam klub ini berakhir bila anggota memutuskan untuk mengakhiri masa single-nya 😉 Hahaha …

“Just enjoy this life!!” (anandita, 2005)