ngerumpi

Berbagi Cerita Berbagi Cinta – Ngerumpi

Coffee, anyone?

Coffee, anyone?

Hari terakhir di bulan penuh cinta Februari, saya mau berbagi review buku yang ditulis dengan penuh cinta. Buku ini berjudul Berbagi Cerita Berbagi Cinta. Bukan, ini bukan buku tentang poligami dan perselingkuhan (meskipun ada tulisan-tulisan yang membahas itu di dalamnya).  Ini adalah karya kolaborasi warga ngerumpi yang seneng berbagi cinta lewat tulisan-tulisannya.

Kata “ngerumpi” memang (di)identik(kan) dengan perempuan. Bahkan ada stereotipe perempuan-perempuan yang demen ngerumpi itu biasanya perempuan yang kurang kerjaan dan demennya ngomongin orang dan tidak direncanakan untuk jadi istri (oopss…). :mrgreen: Aslinya sih, awalnya saya mengira ngerumpi akan jadi wadah untuk aktivitas semacam itu. Diasuhnya oleh Silly dan Simbok Venus pula,dua emak-emak lenong rumpi ahahahha… *disundut rokok*

Saya tak pernah sangka, situs ngerumpi ini berkembang sedemikian sehingga punya sejumlah warga yang ehm, fanatik dan akrab? Saya tak tahulah istilahnya apa. Tapi bisa kebaca ada hubungan pertemanan yang harmonis di situ. Ditambah lagi, bukannya kumpulan tulisan remeh temeh cemen menye-menye yang ada di sana, tapi sejumlah tulisan inspiring yang terkadang membuat saya membatin, “ah ceritanya gw banget nih. Senangnya bisa mendapat sudut pandang lain”.

Akhir tahun lalu, Ngerumpi mendapat kesempatan untuk menerbitkan buku. Isinya kompilasi sejumlah tulisan terpilih dari lima topik utama di sana. Maka, jadilah “paket lengkap” tulisan inspiring mengenai kehidupan dari penulis-penulis yang sebagian besar perempuan. Continue reading…