pb2009

Terpesona Fort Rotterdam & Museum La Galigo

Bila punya kesempatan menjelajah waktu, masa lalu Indonesia pastilah jadi salah satu tujuan utama saya. Saya tertarik untuk menyaksikan proses pembangunan bangunan-bangunan menakjubkan yang kita kenal sekarang. Sebutlah Candi Borobudur yang menjulang megah di tanah Magelang, atau benteng-benteng yang dibangun selama masa penjajahan.

Saya senang ketika beberapa waktu lalu berkesempatan mengunjungi Fort Rotterdam. Benteng yang dibangun di tepi Pantai Losari ini konon merupakan benteng terbesar warisan Kerajaan Gowa. Dibangun sekitar abad ke-15, Fort Rotterdam merupakan benteng pertahanan Makassar yang konon terkenal akan kehebatan armada lautnya. Benteng ini menyisakan keindahan arsitektur peninggalan Belanda masih bisa dinikmati hingga saat ini. Mumpung sedang di Makassar, Tristram (US Embassy Jakarta) mengajak saya dan Mbak Nia untuk berkunjung ke sana.

Fort Rotterdam 1 Fort Rotterdam 2

Fort Rotterdam sepi pagi itu. Hanya ada kami dan para karyawan yang berjaga di sana. Tak ada tiket masuk, hanya permintaan sumbangan sukarela yang tidak ditentukan besarnya. Tentu untuk menunjang perawatan kompleks benteng ini bukan? Tidak ada guide, mungkin karena rombongan kami cuma bertiga. 🙄

Kabarnya inilah benteng peninggalan Belanda dengan perawatan terbaik di Asia. Continue reading…

BogorWatch, tentang Bogor Tercinta

Awalnya adalah kesempatan menulis bersama pada harian Media Indonesia. Saya, Iqbal dan Rae menjadi perwakilan dari pers mahasiswa dari kampus kami untuk mengisi satu halaman Rostrum yang terbit mingguan. Satu halaman saja memang, selesai dalam beberapa minggu. Tapi interaksi selama beberapa minggu tersebut cukup untuk menemukan chemistry untuk berkarya bersama, dalam bidang yang sama-sama kami suka.

Adalah BogorWatch, sebuah blog yang kami kelola bertiga. Niatnya sederhana saja, mendokumentasikan opini, perasaan dan momen yang kami alami di kota Bogor yang kami tinggali. Ada kritik soal fasilitas umum, kebiasaan jelek di masyarakat hingga suasana Bogor hari ini. Sesekali kami memperkaya tulisan dengan foto yang kami jepret sendiri.

Setahun lebih berselang, BogorWatch makin menemukan gayanya sendiri. Ada sekian pembaca yang setia mampir untuk membaca lagi, ada yang senang karena bisa membaca Bogor dari cerita kami. Walau banyak kritik di sana, namun percayalah bahwa tujuannya untuk Bogor yang lebih nyaman ditinggali. Mungkin anda pernah mampir sesekali?

Dalam Award Pesta Blogger 2009, BogorWatch menjadi salah satu finalis untuk kategori Blog Sosial dan Politik Terbaik. Bila berkenan, mohon berikan dukungan. Kalau suka, silakan sumbangkan suara.

Vote BogorWatch untuk kategori Blog Sosial & Politik

Continue reading…

Mendadak Trans Theme Park!

 

Rombongan Pesta Blogger 2009

Bisa ikut serta di rangkaian kegiatan Blogshop Pesta Blogger 2009 adalah hal yang sungguh menyenangkan. Tentu tak lain karena saya jadi mendapat kesempatan jalan-jalan ke banyak kota dan bertemu dengan banyak teman blogger yang selama ini jarang/tak pernah ditemui. Selain itu, selalu ada kejutan menyenangkan di setiap kota. It’s all fun!

Pekan lalu, saya berkesempatan mengunjungi Makassar untuk pertama kalinya. Kota di ujung selatan Pulau Sulawesi yang dulunya bernama Ujung Pandang. Kesan pertama saya tentang kota pelabuhan ini adalah: panas! Panasnya mirip dengan Pontianak. Yah sama-sama deket khatulistiwa sih ya.. :mrgreen:

Kejutan langsung muncul di hari pertama. Rombongan PB 2009 sepesawat dan sehotel dengan rombongan kru Trans TV yang sedang ada kegiatan di kota Anging Mammiri tersebut. Tak disangka, salah satu petinggi Trans TV mengundang Tristram Perry (Kedubes Amerika) dan rombongan PB dari Jakarta untuk mengunjungi Trans Theme Park. W O W!!

Menurut sekilas info dari Mbak Nia yang sempet googling, Trans Theme Park ini nantinya akan menjadi indoor park terbesar di dunia. Isinya taman bermain serupa Dunia Fantasi, tapi di dalam ruangan jadi tak perlu takut kehujanan. Kami tak tahu apa nama resmi proyeknya, sepanjang hari itu kami menyebutnya Trans World, sesekali menyebutnya Trans Studio.

Namanya adalah Trans Studio Makassar, saudara-saudara. Studio raksasa yang masih dalam tahap finishing touch ini dijaga ketat sekali, tak sembarang orang bisa masuk. Maka beruntunglah kami yang kala itu mendapat kesempatan untuk masuk, menyentuh, mendapat  penjelasan layaknya sedang berwisata dan tentu berfoto-foto di sana.

Continue reading…