Review

Ganti Nama ala Google Translate

Duh, jangan buru-buru menuduh saya latah bikin review Google Translate! :mrgreen:

google translate-kan!

Pertama kali membaca review mengenai Google Translate (GT) ini di koran, saya akui saya terkesan. Bagaimana tidak, GT kini mendukung 35 bahasa dengan Bahasa Indonesia salah satunya. Konon kabarnya, dengan hanya memasukkan URL halaman yang kita ingin terjemahkan, maka voila.. beberapa detik kemudian kita bisa membaca terjemahan situs ini dalam bahasa lain. Dengan tampilan situs yang persis sama. Cool, hah?

Saya segera ingin mengabari GT ini pada teman kantor saya, pengguna setia Transtool dan bermacam kamus elektronik lainnya. Maklum, setiap kali dia memberikan hasil kerja kamus elektronik itu, itu berarti kerjaan tambahan untuk saya. Inginnya tinggal menghaluskan, tapi yang ada adalah menerjemahkan ulang. Tata bahasanya kacau beliau berantakan! Ah, mungkinkah GT lebih baik daripada aplikasi penerjemah lainnya?

Percobaan pertama menggunakan GT, sukses membuat saya nyengir-nyengir. Sejak kapan teman-teman berganti nama? Rupanya GT berbaik hati membuat nama baru untuk beberapa teman. Tak hanya teks dalam postingan, nama komentator juga diterjemahkan. Contohnya adalah halaman postingan sebelumnya yang diterjemahkan ke Bahasa Inggris.

  • Ndoro Kakung berubah menjadi Master Kakung. Ternyata GT mengenali “Ndoro” yang merupakan bahasa serapan dari Boso Jowo sebagai “tuan” dalam Bahasa Indonesia. Continue reading…

Link Download E-Book Gratis

Di sela-sela waktu luang di kantor, saya selalu menyempatkan diri cari-cari barang gratisan dari internet, misalnya e-book dan file MP3. File MP3 sih standar ya, carinya di www.multiply.com/search/. Tentang e-book, saya merasakan kepuasan tersendiri bisa mendapatkan buku-buku tertentu di internet (gratisnya itu lho). Selain irit ngga usah keluar uang untuk beli (paling keluar modal untuk beli tinta printer aja), lumayan lah untuk membiasakan baca bacaan bahasa Inggris.

Nih saya lagi pengen bagi-bagi link tempat nyedot e-book gratisan langganan saya:

Tentang “kelegalannya”, humm….sebagian buku yang tersedia memang ada yang sudah digratiskan penyebarannya untuk menyebarkan [ga kreatip amat milih kata-katanya, nan!] pengetahuan akan budaya tertentu (Inggris), utamanya karya sastra. Misalnya novel-novel klasik semacam Robinson Crusoe. Sebagian lagi gratis karena memang bagian dari misi meningkatkan keterampilan berbahasa Inggrisnya banyak orang.

Tapi yaa…e-book yang jelas-jelas harusnya ngga gratis juga banyak lah, banyak banget malah. Sebut aja satu judul buku baru yang best seller, malah mungkin sebelum buku tertentu mencetak best seller, e book nya udah bergentanyangan di situs-situs tersebut. Punya link lain? Bagi-bagi dong..

Yup, sreg atau tidak dengan “kelegalannya”… Happy download!

My Best Friend’s Wedding

Malam ini, saya menonton My Best Friend’s Wedding, untuk yang ketiga kalinya. Film ini adalah salah satu film drama yang saya sukai, beberapa di antaranya adalah Stepmom dan Pretty Woman. Kebetulan ketiganya dibintangi oleh Julia Roberts. Saya bukan penggemar film drama, namun memang ada beberapa film drama yang layak untuk ditonton, contohnya adalah beberapa film tadi. Sehari-hari, saya lebih suka menyimak film superhero, sci-fi dan komedi.Bagi yang belum pernah menonton filmnya, here’s the story. Jules (Julia Roberts) adalah sahabat Mike (lupa siapa pemerannya) selama lebih dari 10 tahun. Jules datang ke kota Mike atas undangannya untuk menjadi pendamping pernikahan Mike dengan Kim (Cameron Diaz). Sayangnya, pada beberapa hari menjelang pernikahan Mike itulah, justru Jules menyadari bahwa selama ini dia mencintai Mike dan tak rela kehilangannya. Jules melakukan beberapa upaya untuk menyatakan perasaannya dan terjebak dalam dilema mengusahakan kebahagiaannya sendiri ataukah membiarkan takdir menempatkan sahabatnya di sisi wanita lain.

Pada akhirnya, Mike menolak petualangan cinta yang ditawarkan Jules dan memilih kekasihnya yang selama ini ada untuknya. Dramatis.

Jules jatuh cinta pada sahabatnya sendiri. Perasaan itu bukan muncul pada saat mereka bersama, malah menjadi jelas pada celah kemungkinan kebersamaan mereka telah hampir tertutup. Kejelasan perasaan itu menjadi samar karena disandingkan dengan keinginan Jules untuk jadi pemenang yang mendapatkan haknya. Jauh bertahun-tahun sebelumnya, Jules dan Mike pernah membuat suatu pernyataan, bila telah sampai pada usia tertentu dan mereka masing-masing belum mendapat pasangan, maka mereka akan menikah.

Saya pernah jatuh cinta pada sahabat sendiri. Faktanya, beberapa kali persahabatan mengawali perasaan sayang saya pada orang lain. Pernahkah anda mengalaminya? Salah satu hal menyenangkan dari ini adalah bahwa kita sudah saling mengenal diri dan lingkungan masing-masing, maka pengertian lebih mudah tercipta. Perubahan status hanyalah formalitas belaka.

Dalam beberapa kasus, justru yang terjadi adalah kebalikannya. Perubahan status tidak menuju peningkatan kualitas hubungan. Misalnya nih, selama menjadi sahabat, anda tahu dia suka flirting terhadap cewe/cowo lain. Bisakah anda percaya padanya selama sisa hubungan anda? Sedangkan kita tidak bisa begitu saja mengubah perilaku di hadapan orang yang terbiasa melihat kita dalam keadaan terburuk sekalipun (yang saat itu sudah menjadi pacar).

Untuk topik ini, saya sama sekali belum punya kesimpulan. Sampai saat ini pun, jatuh cinta pada sahabat belum bisa dikategorikan sebagai ‘tabu’ atau ‘anjuran’. Just go with the flow. Jatuh cinta pada siapa pun bukan dosa, bila tidak dilakukan di atas penderitaan orang lain.