sinetron

Jangan Tukar Isu Putri yang Ditukar

Joe Satch menulis pendapat tentang rame-rame Putri yang Ditukar dengan baik & menarik. Bukan hanya pendapat tentang cerita sinetronnya, secara khusus Joe menyoroti perkembangan perang diskusi di social media ke arah red herring. “Ketika membela sinetron sudah sama mengerikannya dengan membela agama, mau jadi apa negara kita?”, demikian kekhawatiran Choro, blogger lainnya.

Beberapa orang nggak habis pikir mengapa ada orang-orang yang bisa segitu “gemas” terhadap sinetron Putri yang Ditukar (PyD) sampai mau berepot-repot ngetwit, ngeblog dan membuat Gerakan Koin tentangnya. “Matikan saja TV-nya”, begitu kata mereka. Tapi ada orang yang baru merasa puas ketika sudah berbagi opini. Opini dan kritiknya tidak tersampaikan bila hanya memilih untuk mematikan TV. Sikap pasrah tidak menyelesaikan masalah.

Mungkin karena itulah mereka yang memiliki energi berlebih memilih berbagi di social media. Seperti pendukung yang baru puas setelah membela idolanya dengan segenap jiwa raga. Seseorang punya hak untuk menyampaikan kritiknya dan pendukung sinetron PyD punya hak yang sama untuk membela tayangan yang disukainya. Tulis saja apa hal menarik yang hiburan yang didapat dari situ. Saat debat berkembang ke arah ad hominem (menyerang sisi personal lawan bicara) dan fitnah, menurutku itu mengerikan sekaligus lucu. A huge fan of the Conspiration Theory, huh?

Penggemar Teori Konspirasi ini pula yang menuding isu dihembuskan oleh pendukung Cinta Fitri. Padahal bila lebih banyak baca sana-sini, kritik yang sama berlaku juga untuk sinetron lainnya. Continue reading…

Absurditas di Putri yang Ditukar

Plesetan posternya

Kebanyakan sinetron adalah pembodohan? I second that.

Anda tentu tahu bahan-bahan utama untuk sinetron Indonesia, yaitu: kecantikan/ketampanan, percintaan yang mustahil, perebutan harta dan sakit/kecelakaan. Campurkan bahan-bahan utama tersebut dengan pertukaran bayi dan alur cerita yang maju mundur, maka didapat sinetron Putri yang Ditukar.

Selamat datang di dunia Putri yang Ditukar. Sebuah dunia di mana kota hanya selebar daun kelor. Tokoh-tokohnya selalu ketemu secara “kebetulan“ di cafe  yang sama, sudut taman yang sama dan rumah sakit yang sama. Inilah dunia di mana setiap masalah diselesaikan dengan amarah dan mengulang-ulang pertanyaan yang itu-itu saja. Tokoh-tokohnya tidak pernah tampak bersekolah dan bekerja, mohon jangan bertanya mereka dapat uang dari mana. Saya juga nggak tahu.

Secara umum tidak banyak yang berbeda antara sinetron ini dengan sinetron lainnya. Satu hal yang istimewa adalah frekuensi dan durasi tayang yang luar biasa. Sejak minggu lalu, sinetron ini muncul di RCTI setiap hari selama 3-4 jam. Padahal ceritanya cuma pengulangan masalah yang itu-itu saja. Bila ada hal yang saya kagumi dari sinetron ini, itu adalah “kreativitas” penulis skenarionya memunculkan tokoh dan konflik baru demi mencegahnya selesai lebih cepat. :mrgreen:

Continue reading…