Yogyakarta

Mari Belanja Selagi Bisa

Akhir tahun lalu, saya melakukan jengjeng yang lumayan lama (dan lumayan jauh untuk ukuran saya). 😀 Bogor-Bali boo, dengan singgah pada beberapa kota di antaranya. Bukan perjalanan jauh seperti biasanya, karena kali ini saya naik BIS dilanjut dengan ferry. Nggak kurang tepos aja jadinya tuh b*k*ng. 🙄

Perjalanan ini menjadi aktivitas tutup tahun yang membahagiakan. Pada tahun 2008 inilah pertama kali saya berkesempatan mengunjungi Yogya, kota di mana waktu seakan berputar dua kali lebih lambat. Tak sangka empat bulan setelah kunjungan pertama itu, saya bisa mampir lagi dan dilanjut ke Bali pula. Maka beberapa entri sekaligus telah tercontreng dari daftar Tempat yang Ingin Kukunjungi.

Tapi tour bersama Mama dan geng-nya ini ternyata tak seperti yang saya bayangkan! Bukannya berlama-lama di tempat-tempat wisata alam, namun fokus utama adalah wisata belanja. Tour ini mengubah kami saya menjadi seseorang yang berbeda. Tour ini membangunkan macan tidur dalam diri saya.

Macan impulsive buyer. :mrgreen:

Continue reading…

Yogyakarta dan Cinta yang Baru Dimulai

Seminggu yang lalu, saya berakhir pekan di Yogyakarta. Inilah kali pertama saya menginjakkan kaki di bekas ibukota negara Indonesia tersebut. Selama beberapa waktu sebelumnya, empat kali saya berkesempatan pergi ke sana, namun selalu ada hal yang membuatnya tidak jadi. Ketika akhirnya kesempatan itu datang lagi, tak tergambarkan bagaimana senangnya di hati.

Ah Yogyakarta, gambaran tentangnya sudah terlekat di benak saya sejak waktu yang lama. Baik dari liputan yang saya baca maupun cerita langsung dari orang yang pernah mendatanginya. Tak terhitung berapa teman saya yang berkesempatan sekolah di sana. Bahkan mereka yang hanya berkunjung beberapa hari pun, selalu merindukan Yogya setelahnya. Semua merasa sama, jatuh cinta pada Yogya. Semua berpesan serupa, bahwa saya harus ke sana.

Jumat 8 Agustus 2008, saya terbang ke Yogya. Dua malam menghirup udaranya dan menyaksikan dinamikanya untuk sementara. Menarik, saya suka. Begitupun, saya belum bisa merasa cinta. Continue reading…