Supersemar, Apakah Itu?

Selamat memperingati 42 Tahun Kelahiran Supersemar!

Jaman dahulu kala, ketika Nona onyon ini belum mengerti apa itu Supersemar, tidak berpikir bahwa Supersemar adalah akronim seperti yang telah kita ketahui bersama. Dia kira nama Supersemar diambil dari nama Semar (tokoh wayang) yang dalam wujud Super! Sedang sakti-saktinya gitu.

Si Nona waktu itu sudah tahu bahwa Semar memiliki kesaktian yaitu mengeluarkan kentut yang bisa membuat bumi gonjang-ganjing. Jadi dengan onyonnya dia pikir Supersemar ini kesaktiannya adalah mengeluarkan kentut yang lebih Super! Entah super besar atau super bau.

Moral postingan ini: Jangan biasakan menggambar tokoh Siluman Ular Putih ketika sedang belajar Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) di kelas.

7 thoughts on “Supersemar, Apakah Itu?

  1. kekekkekekek… dulu saya sempet mikir hal yang sama! Malah mungkin memasukkan SuperSemar sekelompok dengan Gundala dan Sri Asih (eh, sori kalo nama2 pahlawan lokal ini asing ya buat kamu. Jadi ketauan generation gap nya hehehhe…)

  2. hal yang meggelitik sebenarnya,
    katakan bila sebuah keluarga kehilangan kartu keluarga-nya.
    bagaimana bingung nya?
    ini negara!!!

    simpelnya, wacana pro dan kontra tentang super semar sudah dari dulu kita dengar, tapi tentang keberadaan nya, semua nihil.

    saksi kunci yang saat itu coba di konfirmasi oleh pihak arsip nasional adalah M. Yusuf, tapi tak tahu kenapa, intinya antara yang bersangkutan dan pihak arsip nasional tidak menemui titik temu.

    padahal, supersemar adalah satu titik dimana segala pelencengan sejarah bermula.

    menurut saya, yang notabene adalah manusia biasa (jadi mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan), supersemar yang disebut2 berbeda dari versi yang selama ini kita ketahui, adalah berisi tentang “batu pertama peletakan kesekuritian nasional indonesia”.

    dimana kesekuritian itu sendiri berisi 3 hal penting, yaitu:
    -aset perbendaharaan negara
    -aset non blok, dan
    -dana revolusi.

    bentuk supersemar yang saya maksud itu warnanya kemerah-merahan seper uang pecahan 100.000, ada juga garis vertikal hologram nya.

    itu yang sementara ini bisa saya sampaikan.

    sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya, mengenai siapa pemegang supersemar tersebut, dan dari mana saya mendapatkan informasi tersebut, saya siap di konfirmasi,
    silahkan email saya di:
    angkarabimasakti@gmail.com

    atau sebaliknya, jika saya dikatakan orang gila, juga tidak apa apa,

    karena waktu yang maha membuktikan.

    salam.

  3. NASKAH ASLI SUPERSEMAR DITEMUKAN ?

    Oleh Dasman Djamaluddin

    “Presiden Punya Informasi tentang Naskah Asli Supersemar,’ itulah salah satu lead berita yang saya baca.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono katanya memiliki informasi tentang keberadaan naskah asli Surat perintah 11 Maret yang ditandatangani Presiden Soekarno pada 11 Maret 1966. Bahkan Presiden sudah meminta Arsip Nasional menindaklanjuti benar atau tidaknya informasi tersebut.

    Sejauh ini generasi muda bangsa masih mendambakan ditemukannya surat asli tersebut.Sejak 11 Maret 1966, naskah asli Supersemar hilang. Di tengah-tengah masyarakat sudah beredar berbagai versi Supersemar. Sudah tentu yang beredar itu naskah palsu, karena yang asli belum ditemukan. Membingungkan, karena naskah aslinya tidak juga ditemukan. Untunglah pencarian naskah asli Supersemar tetap dilaksanakan. Buktinya Presiden RI sekarang punya informasi tentang itu.

    Diakui bahwa sudah muncul rasa “bosan”, jika seseorang mendengar naskah asli Supersemar. Apa betul naskahnya bisa diperoleh ? Sebagai contoh, kebosanan itu telah merasuki pola berpikir para intelektual kita dalam Seminar Nasional dan Diskusi Interaktif “Implikasi Wafatnya Soeharto terhadap Kebenaran Sejarah Supersemar,” pada Selasa, 25 Maret 2008 di Fakultas Hukum Universitas YARSI, Jakarta.

    Selain saya sebagai pembicara (Penulis Buku:”Jenderal TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar”/Direktur Eksekutif Lembaga Pengkajian Sejarah Supersemar/LPSS), hadir pula Dr.Anhar Gonggong (Sejarawan), Atmadji Sumarkidjo (Penulis buku:”Jenderal M.Jusuf Panglima para Prajurit”) dan Abdul Kadir Besar (Sekretaris Umum MPRS 1966). Terlihat sangat jelas ada ‘kebosanan’ berbicara tentang naskah asli Supersemar. Bahkan Anhar Gonggong dan Atmadji Sumarkidjo mengatakan, naskah asli adalah bagian masa lalu, oleh karena itu naskah asli Supersemar tidak perlu dicari). Tetapi saya di dalam makalah :”Supersemar, Sumber Sejarah yang Hilang,” tetap bertahan bahwa naskah asli Supersemar harus ditemukan, demi generasi pewaris bangsa ini ( makalah lengkap ada di http://dasmandj.blogspot.com).

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top
%d bloggers like this: